Analisis Kadar Kolesterol pada Sosis Sapi dan Sosis Ayam Menggunakan Metode Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) Di PT Saraswanti Indo Genetech
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.21611Keywords:
BPOM, GC-FID, Kolesterol, sosis sapi, sosis ayamAbstract
Kolesterol merupakan komponen penting dalam tubuh manusia, namun kelebihan asupannya dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif, khususnya kardiovaskular. Produk olahan daging seperti sosis berpotensi menjadi sumber kolesterol, sehingga perlu dianalisis kandungannya. Berdasarkan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 13 Tahun 2016, batas maksimum kolesterol dalam pangan olahan adalah 60 mg per sajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kolesterol pada sosis sapi dan sosis ayam menggunakan metode Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID). Penelitian dilaksanakan di laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Sampel berupa sosis sapi dan ayam diperoleh dari pasar lokal, kemudian dipreparasi melalui proses saponifikasi, ekstraksi, dan derivatisasi. Analisis dilakukan menggunakan GC-FID dengan standar internal 5α-cholestane. Kuantifikasi ditentukan melalui kurva kalibrasi pada dua rentang konsentrasi dan divalidasi dengan uji akurasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar kolesterol sosis sapi sebesar 70,62 mg/100 g, sedangkan sosis ayam 57,95 mg/100 g. Jika dikonversikan ke takaran saji 50 g, kadar kolesterol masing-masing adalah 60,31 mg/sajian dan 35,31 mg/sajian. Nilai tersebut masih sesuai dengan ketentuan BPOM, meskipun sosis sapi berada mendekati batas maksimum. Perbedaan kadar kolesterol dipengaruhi oleh jenis daging dan proses pengolahan. Dapat disimpulkan bahwa metode GC-FID efektif digunakan untuk analisis kolesterol pada produk olahan daging. Penelitian ini memberikan informasi penting bagi industri pangan dalam pengendalian mutu serta bagi konsumen dalam menentukan pola konsumsi. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji berbagai merek dan jenis olahan daging, termasuk analisis oksisterol akibat pemanasan.
References
Aisyah, N. (2019). Profil asam lemak jenuh (saturated fatty acid) dan kandungan kolesterol pada nugget daging kelinci New Zealand White (Oryctolagus cuniculus) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Jakarta: BPOM.
Bauer, L. C., De Santana, D. A., Dos Macedo, M. S., Torres, A. G., De Souza, N. E., & Simionato, J. I. (2014). Method validation for simultaneous determination of cholesterol and cholesterol oxides in milk by RP-HPLC-DAD. Journal of the Brazilian Chemical Society, 25(1), 161–168. https://doi.org/10.5935/0103-5053.20130297
Djojodibroto, D. (2001). Selek Beluk Pemeriksaan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Harvey, D. (2000). Modern Analytical Chemistry. London: McGraw-Hill Higher Education Companies.
Libria, G., & Purwanti, S. (2019). Analisis Instrumen. Bogor: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Sekolah Menengah Kejuruan – SMAK Bogor.
Saygi, D., Ercoşkun, H., & Şahin, E. (2018). Hazelnut as functional food component and fat replacer in fermented sausage. Journal of Food Science and Technology, 55(9), 3385–3390. https://doi.org/10.1007/s13197-018-3280-7
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syaf'i Muhammad Fadhli, Arti Hastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




