Penetapan Sifat Fisik Susu melalui Pengujian Pembentukan Film dan Kasein

Authors

  • Melda Putri Rahayu Universitas Djuanda
  • Gita Nur Eriani Universitas Djuanda
  • Arti Hastuti Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i5.17400

Keywords:

Kasein, Kualitas, Mutu, Sifat Fisik, Susu

Abstract

Kualitas dari susu sapi sangat penting untuk penanganan dan produksi susu. Sebelum dilakukan penetapan mutu pada susu, perlu diketahui sifat-sifat fisik susu. Pada pengamatan sifat fisik ini dilakukan dengan dua pengujian. Uji pembentukan film yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya lapisan atau selaput pada susu ketika proses pemanasan, dan uji pengumpulan kasein bertujuan untuk mengetahui adanya protein pada susu. Pengujian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisik antara susu yang masih segar dan susu yang sudah basi. Pengujian ini dilakukan pada dua sampel susu, yaitu susu yang masih  segar dan susu yang sudah basi. Kedua pengujian dilakukan dengan memanaskan kedua sampel sampai terbentuk lapisan atau gumpalan. Pada uji pengumpulan kasein, susu yang diuji ditambahkan rennet yang berfungsi sebagai penggumpal kasein pada susu. waktu pembentukan film pada sampel susu sapi segar yang diuji yaitu 7 menit 15 detik pada suhu 78°C, sedangkan pada sampel susu basi membutuhkan waktu 5 menit 4 detik pada suhu 85°C. Waktu yang dibutuhkan sampai terjadinya pengumpulan kasein pada susu segar yaitu 9 menit 16 detik pada suhu 85°C, sedangkan susu basi memerlukan waktu 3 menit 57 detik pada suhu 77° C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa susu memiliki sifat fisik yang akan mengalami koagulasi dikarenakan adanya pemanasan dan adanya reaksi pada asam. Susu basi akan mengalami denaturasi lebih cepat dibandingkan susu segar karena tingkat keasaman susu basi lebih tinggi daripada susu segar.

References

Aritonang, S. N. (2017). Susu dan Teknologi (Handoko, Ed.). Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK).

Budi, R. S., Suyata, A. Y. Z., Ani, D. P., Ardiansyah, P. D., Adila, P., & Brilliantina, A. (2023). Karakteristik Susu Sapi Terozonisasi dengan Sistem Pasteurisasi Hurdle Non-termal Medan Listrik Berpulsa Tinggi – Ultra Violet. Teknotan, 17(1), 77–81.

Christina, D. (2018). Penambahan Alginat sebagai Emulsifier pada Susu dari Kulit Pisang dan Kacang Hijau (LITSANG-IJO) (Variabel Waktu dan Suhu). Jurnal Inovasi Proses, 3(1), 33–39.

Erawantini, F., Hariono, B., Budiprasojo, A., & Puspitasari, T. D. (2020). Peningkatan Ketrampilan Peternak Susu Perah Dalam Proses Penanganan Pemerahan Susu Di Mitra Produksi Susu Pasteurisasi Berbasis Teknologi Medan Pulsa Listrik Tegangan Tinggi. Jurnal Pengabdian Masyarakat J-DINAMIKA, 5(2), 72–76.

Hastuti, A., Lestari, T. A., & Fulazzaky, M. A. (2022). Pendampingan Pengawasan Mutu Proses Produksi Yoghurt. Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyaraka, 8(3), 237–241.

Madani, I., Sudrajat, A., Utomo, S., & Christi, R. F. (2024). Analisis kelayakan finansial peternakan sapi perah pada Koperasi Unit Desa Cepogo Kabupaten Boyolali. Zootec, 44(2), 254–259.

Maris, I., & Radiansyah, M. R. (2021). Kajian Pemanfaatan Susu Nabati Sebagai Pengganti Susu Hewani. Food Scientia : Journal of Food Science and Technology, 1(2), 103–116.

Melia, sri, Purwati, E., Juliyarsi, I., Ferawati, & Purwanto, H. (2018). Susu Potensi Pangan Probiotik. Andalas University Press.

Meutia, N., Rizalsyah, T., Ridha, S., & Sari, M. K. (2016). Residu Antibiotika Dalam Air Susu Segar yang Berasal Dari Peternakan di Wilayah Aceh Besar. Jurnal ilmu ternak, 16(1), 1–5.

Putri, E. (2016). Kualitas Protein Susu Sapi Segar Berdasarkan Waktu Penyimpanan. Chempublish Journal, 1(2), 14–20.

Sari, M. P. (2019). Kualitas Susu Kambing Sapera Pada Periode Laktasi Pertama Sampai Ketiga Ditinjau Dari Sifat Fisik (Studi Kasus di Peternakan Bapak Setiono Heri Winarko, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Provinsi Lampung) [Skripsi]. Universitas Lampung.

Septiani, S., Christi, Rd. F., & Pratama, A. (2023). Evaluasi Sifat Fisik, Kimia dan Mikrobiologi pada Susu Sapi Segar yang Didapat dari Beberapa Kelompok Ternak di KSU Mitra Jaya Mandiri Ciwidey, Kabupaten Bandung. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 4(2), 256–267.

Shodiq, A. N., Wanniatie, V., Qisthon, A., & Adianto, K. (2023). Sifat Fisik Susu Sapi Perah: Studi Kasus Peternakan Sapi Perah Rakyat Di Kabupaten Tanggamus. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 7(1), 125–132.

Wahyudi, A. T. (2024). Kadar Air, Protein, Dan Lemak Keju Mozzarella Dengan Penambahan Sari Jeruk Nipis Pada Konsentrasi Berbeda [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Wiranti, N., Wanniatie, V., Husni, A., & Qisthon, A. (2022). Kualitas Susu Sapi Segar Pada Pemerahan Pagi Dan Sore. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 6(2), 123–128.

Downloads

Published

2025-05-09

How to Cite

Rahayu, M. P., Eriani, G. N., & Hastuti, A. (2025). Penetapan Sifat Fisik Susu melalui Pengujian Pembentukan Film dan Kasein. Karimah Tauhid, 4(5), 2837–2843. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i5.17400

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.