Karakteristik Kimia dan Sensori Abon Cabai Merah Keriting – Terasi

Authors

  • Nurhaeni Syifa Universitas Djuanda
  • Lia Amalia Universitas Djuanda
  • Noli Novidahlia Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.21673

Keywords:

Cabai Merah Keriting, Abon Cabai, Terasi, Mutu Sensori, Analisis Kimia

Abstract

Abon cabai adalah produk olahan dari cabai kering yang digiling halus dan diperkaya oleh bumbu dan rempah, serta berpotensi dalam meningkatkan efisiensi pemasaran cabai melalui diversifikasi. Studi ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori abon cabai merah seiring penambahan bubuk terasi. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas satu faktor dengan tiga taraf perlakuan, yaitu A1 (10 g bubuk terasi), A2 (20 g bubuk terasi), dan A3 (30 g bubuk terasi). Analisis mencakup uji kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasat), uji sensori (uji mutu sensori dan uji hedonik). Data dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengna uji lanjut Duncan taraf 95%. Penentuan produk terpilih abon cabai merah terasi menggunakan metode De Garmo, abon cabai merah dengan penambahan bubuk terasi 30 g memiliki nilai produktifitas tertinggi sebesar 0,58 dengan kadar air berkisar 7,05%, abu berkisar 28,10%, protein berkisar 20,10%, lemak berkisar 12,01%, karbohidrat berkisar 33,05%, serta serat kasar berkisar 19,25%.

References

Anata, I.G.B.T., Dewa, G.A.A. 2022. Potensi Ekstrak Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annum var. Longum) Sebagai Antioksidan dan Antibakteri. Jurnal ilmiah medicamento. 8(1): 48-55.

Ikhsani, A.Y., Susanto, W.H. 2015. Pengaruh Proporsi Pasta Labu Kuning Dan Cabai Rawit Serta Organoleptik Saus Labu Kuning Pedas. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(2): 499-510.

Irmawati, F.M., Dwi, I., Dian, R.A. 2014. Pemanfaatan Tepung Umbi Garut (Maranta arundinacea L.) Sebagai Pengganti Terigu Dalam Pembuatan Biskuit Tinggi Energi Protein Dengan Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L). Journal Teknosains Pangan. 3(1): 3-14.

Karim, F.A., Flonthea, S., Apri, D.A. 2014. Pengaruh Perbedaan Bahan Baku terhadap Kandungan Asam Glutamat pada Terasi. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi hasil perikanan. 3(4): 51-58.

Retnani, Y., Widiarti, W., Amiroh, I.. Herawati, L., Satoto, K.B. 2009. Daya Simpan dan Palatabilitas Wafer Ransum Komplit Pucuk dan Ampas Tebu untuk Sapi Pedet. Di dalam: Prosiding Media Peternakan, Institut Pertanian Bogor. hlm 130-136.

Rizki, F.S. 2013. The miracle of vegetables. Jakarta: PT Agromedia pustaka.

Sundari, D., Almasyhuri., Lamid, A. 2015. Pengaruh Proses Pemasakan terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes. 25 (4): 235 – 242

Yulvianti, M., Ernayati, W., Tarsono., Alfian, M. 2015. Pemanfaatan Ampas Kelapa sebagai Bahan Baku Tepung Kelapa Tinggi Serat dengan Metode Freeze Drying. Jurnal Integrasi Proses. 5(2): 101-107.

Wahyuningtias, D., Trias, S.P., Raden, N.K. 2014. Uji Kesukaan Hasil Jadi Kue Brownies Menggunakan Tepung Terigu dan Tepung Gandum Utuh. Binus business review. 5(1): 57-65.

Downloads

Published

2025-10-07

How to Cite

Syifa, N., Amalia, L., & Novidahlia, N. (2025). Karakteristik Kimia dan Sensori Abon Cabai Merah Keriting – Terasi. Karimah Tauhid, 4(10), 8272–8282. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.21673

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.