Proses Produksi dan Pengendalian Mutu Yogurt di PT. Q
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.21592Keywords:
fermentasi, pengendalian mutu, produksi pangan, yogurtAbstract
Yogurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi yang digemari karena memiliki cita rasa khas, tekstur lembut, serta manfaat kesehatan. Meskipun konsumsi yogurt di Indonesia terus meningkat, kajian mengenai proses produksi dan pengendalian mutu pada skala industri masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tahapan produksi yogurt di PT. Q serta menganalisis parameter mutu yang diuji pada setiap proses. Penelitian dilaksanakan melalui praktik lapang selama satu bulan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf produksi dan quality control, serta dokumentasi hasil uji mutu (pH, Brix, total solid, dan organoleptik). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi yogurt di PT. Q telah memenuhi standar mutu internal perusahaan dan regulasi keamanan pangan. Nilai pH menurun dari 6,55 pada tahap mixing menjadi 4,31 pada storage tank, menunjukkan keberhasilan fermentasi. Nilai Brix mengalami fluktuasi, yaitu meningkat dari 24,35 menjadi 25,29 pada culture tank, lalu menurun menjadi 20,30 setelah fermentasi. Total solid tercatat rata-rata 24,81%, yang mendukung tekstur kental yogurt. Uji organoleptik pada seluruh tahapan menunjukkan hasil “OK”, menandakan produk sesuai standar kualitas. Batasan penelitian ini adalah pengamatan hanya dilakukan selama satu periode praktik lapang, sehingga belum mencakup variasi proses dalam jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami penerapan teknologi pangan di industri dan dapat menjadi acuan untuk peningkatan mutu serta efisiensi produksi yogurt di masa depan.
References
Cahyati, N. (2021). Teknologi Pengolahan Susu dan Produk Olahannya. Yogyakarta: Deepublish.
Chandan, R. C. (2006). Manufacturing Yogurt and Fermented Milks. Ames, Iowa: Blackwell Publishing.
Djaeni, M. (1988). Teknologi Pengolahan Susu. Jakarta: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.
Fauzan, M. (2011). Analisis pH pada susu segar sebagai indikator kualitas. Jurnal Ilmu Ternak, 12(2), 55–62.
Koswara, S. (2009). Teknologi Pengolahan Susu dan Hasil Ikutannya. Jakarta: UI Press.
Nugroho, A. (2023). Fermentasi asam laktat dalam produk susu: Peran bakteri probiotik. Jurnal Teknologi Pangan, 14(1), 22–30.
Permatasari, A. (2022). Karakteristik skim milk powder sebagai bahan baku produk susu fermentasi. Agroindustri Indonesia, 10(2), 67–74.
Rashwan, M. (2023). Health benefits of fermented dairy products: A review. Food Research International, 161, 111871. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2022.111871
Rohman, A., Sismindari, & Yuliana, N. (2020). Analisis Produk Pangan Fermentasi di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sfakianakis, P., Tzia, C., & Katapodis, P. (2014). Effect of storage conditions on the quality of yogurt. International Dairy Journal, 39(1), 1–7. https://doi.org/10.1016/j.idairyj.2014.04.009
Shah, N. P. (2017). Yogurt in health and disease prevention. Academic Press.
Sholichah, N., Kurniawati, D., & Lestari, W. (2019). Perubahan nilai brix selama fermentasi yogurt. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 7(3), 45–52.
Utami, R. (2010). Perubahan komponen susu akibat perlakuan panas. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 3(2), 89–96.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Miftahul Rizki, Lia Amalia, Raden Siti Nurlaela

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




