Pengawasan Mutu terhadap Produk Akhir Madu Detox di UMKM Kabupaten Bogor

Authors

  • Enanda Wardiningsih Universitas Djuanda
  • Titi Rohmayanti Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i11.21655

Keywords:

Madu Detox, Lemon, Jahe Merah, Kayu Manis

Abstract

Madu di Indonesia sangatlah beragam yang dibedakan menurut asal daerah, standar madu dikembangkan menjadi tiga kategori, salah satunya madu tanpa sengat (trigona). Salah satu produk unggul di UMKM Kabupaten Bogor adalah madu detox yang merupakan racikan madu hutan dengan lemon dan herbal pilihan. Pengelolaan madu agar sesuai  cakupan SNI salah satunya adalah pengendalian mutu produk akhir dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan mutu pangan agar tidak mengalami penurunan mutu selama proses penyimpanan dan distribusi dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengawasan mutu pangan terhadap produk Madu Detox UMKM Kabupaten Bogor. Bahan baku madu detox meliputi madu, lemon, jahe merah dan kayu manis. Proses produksi madu detox terdiri dari beberapa proses, yaitu sterilisasi alat, sterilisasi bahan, pemotongan dan penghalusan, pengeringan, pencampuran bahan, pengecekan, pengemasan, dan penyimpanan. Konsep pengendalian mutu tercipta untuk mengatasi penyimpangan mutu pada produk sehingga tetap dapat menghasilkan komoditas dengan kualitas atau mutu yang kompetitif baik dipasar lokal atau global. Pengendalian mutu pada produk akhir berkaitan dengan penanganan produk akhir sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengawasan mutu yang berorientasi pada pengujian produk akhir di laboratorium dan untuk memenuhi tuntutan konsumen terhadap produk  yang memenuhi standar mutu parameter terukur pasca produksi.

References

Andareto, O. (2015). Apotik Herbal Di Sekitar Anda. Pustaka Ilmu Semesta, 161-162.

Badan Standarisasi Nasional. SNI 8664:2018. Madu. 2018

Destria, M., Ari, W. & Afghani, J. (2019). Senyawa Flavonoid dari Fraksi Diklorometana Buah Mangga Golek (Mangifera spp.) sebagai pengompleks Fe². Jurnal Kimia Khatulistiwa; 8;17 – 25.

Ferry Y. 2013. Prospek Pengembangan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii L) di Indonesia. SIRINOV, Vol 1, No 1, April 2013 ( Hal : 11 – 20) Food and Drug A

Koswara, Sutrisno., Purba., Sulistyorini., Aini., Latifa., Yunita., Wulandari., Riani., Lustriane., Aminah., Lastri., Lestari. 2017. Produksi Pangan Untuk Industri Rumah Tangga: Madu. Jakarta: Badan Pengawas Obat Dan Makanan.

Murfidin, M., Sasaki, K., dan Watanabe, A. (2014). Manajemen Produksi Modern. Bumi Aksara, Jakarta.

Nizhar, U.M. 2012. Level Optimum Sari Buah Lemon (Citrus limon) sebagai Bahan Penggumpal pada Pembentukan Curd Keju Cottage. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Ternak. Jurusan Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanudin. Makasar.

Rosalina, Y. 2005. Evaluasi Pelabelan dan Analisis Sikap Konsumen Terhadap Label Pada Kemasan Makanan Jajanan Anak-anak di Kota Bengkulu. Majalah Tri Wulan Unihaz (49) Th. XIV. Hal. 59-69.

Saputri, Suksmayu Dinar., dan Putri, Yolli Eka. 2017. Aktivitas Antioksidan Madu Hutan Di Beberapa Kabupaten Di Sumbawa Besar. Jurnal Tambora: 2(3) : 1-6

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Wardiningsih, E., & Rohmayanti, T. (2025). Pengawasan Mutu terhadap Produk Akhir Madu Detox di UMKM Kabupaten Bogor . Karimah Tauhid, 4(11), 8808–8817. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i11.21655

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.