Inovasi Bolu Sukun “Kulo”: Solusi Camilan Sehat Berbasis Pangan Lokal untuk Diversifikasi Pangan
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i12.22106Keywords:
Bolu sukun, tepung sukun, camilan sehat, uji hedonik, diversifikasi pangan, ketahanan panganAbstract
Tingginya prevalensi obesitas di kalangan remaja yang dipicu konsumsi camilan tinggi gula, bersamaan dengan rendahnya pemanfaatan potensi lokal sukun, mendorong perlunya inovasi pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Bolu Sukun "Kulo" sebagai camilan sehat berbahan baku lokal. Metode penelitian meliputi pengembangan formulasi menggunakan 100 gram tepung sukun dan 70 gram gula, proses creaming, serta evaluasi melalui uji hedonik (n=30) dan uji deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh skor hedonik keseluruhan 4,20 (kategori "Suka"), dengan atribut warna sebagai parameter terbaik (4,47). Sebanyak 73% panelis menyatakan tingkat kemanisan "cukup manis", dan 90% memberikan penilaian "Cukup Suka" hingga "Sangat Suka". Produk mengandung serat pangan 4,8%, lebih tinggi dibandingkan bolu terigu konvensional (1,2%). Disimpulkan bahwa Bolu Sukun berpotensi menjadi solusi camilan sehat yang diterima pasar sekaligus mendukung diversifikasi pangan dan pemberdayaan potensi lokal. Optimasi aftertaste langu dan studi kelayakan komersialisasi menjadi rekomendasi untuk penelitian lanjutan.
References
Aprilia, D. T., Pangesthi, L. T., Handajani, S., & Indrawati, V. (2021). Pengaruh Substitusi Tepung Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Sifat Organoleptik Bolu Kukus. Jurnal Tata Boga, 10(2), 314–323. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/
Basrin, F. (2020). Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Mutu Kimia Kue Semprong. Jurnal Pengolahan Pangan, 5(1), 7–14.
Chandra, Z. A., Swasti, Y. R., Franciscus, D., & Pranata, S. (2021). Substitusi Tepung Sukun sebagai Sumber Serat untuk Peningkatan Kualitas Flacky Crackers. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 25(2), 152–162.
K Sitohang, K. A., Lubis, Z., & Masniary Lubis, L. (2015). Pengaruh Perbandingan Jumlah Tepung Terigu dan Tepung Sukun dengan Jenis Penstabil Terhadap Mutu Cookies Sukun. J. Rekayasa Pangan Dan Pertanian, 3(3).
Kristiningsih, A., Wittriansyah, K., & Purwaningrum, S. (2022). Uji Sensori Mi Basah Bebas Gluten (Gluten Free) Berbasis Tepung Sukun dengan Penambahan Karagenan. Jurnal Agroindustri Halal, 8(1), 44–51.
Novidahlia, N., Amalia, L., & Hidayat, A. W. (2015). Rasio Tepung Terigu dan Tepung Sukun Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Mi Basah. Jurnal Agroindustri Halal, 1(1), 39–46.
Pratiwi, D. P., Sulaeman, A., Amalia, D. L., Masyarakat, D. G., & Manusia, F. E. (2012). Pemanfaatan Tepung Sukun (Artocarpus altilis sp.) Pada Pembuatan Aneka Kudapan sebagai Alternatif Makanan Bergizi untuk PMT-AS (Utilization of Breadfruit [Artocarpus altilis sp.] Flour in Production of Snacks as Nutritious Foods for School Supplementary Feeding Programme). Jurnal Gizi Dan Pangan, 7(3), 175–180.
Putri, C. M. N., Hastuti, A., & Novidahlia, N. (2025). Inovasi Beras Analog Berbasis Tepung Sukun: Solusi Alternatif untuk Ketahanan Pangan dan Diversifikasi Produk Pangan Lokal. Karimah Tauhid, 4(6), 3608–3618.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arti Hastuti, Desti Novia Salsabilla, Miranda Laela Khoerurrohmah, Akhlul Putra Pratama, Rizki Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




