Kajian Lesitin sebagai Bahan Tambahan Pangan Golongan Pengemulsi pada Produk Margarin
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i10.15755Keywords:
bahan tambahan pangan, pengemulsi, lesitinAbstract
Dalam industri makanan modern, bahan tambahan pangan memainkan peran yang semakin penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan daya tarik produk makanan. Salah satu jenis bahan tambahan yang umum digunakan adalah emulsifier, yang berfungsi untuk mencampurkan bahan-bahan yang tidak mudah bersatu, seperti air dan minyak, serta untuk menjaga stabilitas emulsi dalam produk makanan dan minuman. Salah satu emulsifier yang populer adalah lesitin, yang sering ditemukan dalam berbagai produk makanan seperti cokelat, margarin, mayones, dan produk susu. Lesitin adalah fosfolipid alami yang ditemukan dalam sumber alami seperti telur, kedelai, dan biji-bijian. Penggunaan lesitin dalam industri makanan tidak hanya untuk fungsi emulsi tetapi juga untuk meningkatkan tekstur, konsistensi, dan stabilitas produk. Jurnal ini akan membahas bahan tambahan makanan dalam kategori emulsifier, salah satunya adalah lesitin dan mekanismenya dalam produk makanan.
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2013. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2013. Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan pengemulsi.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019. Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan pengemulsi.
Cabezas DM, Diehl BWK, Tomas MC. 2009. Sunflower Lecithin : application of a fractionation process with absolute ethanol. J Am Oil Chem soc 86: 189 -186.
Codex alimentarius. 1995, GENERAL STANDARD FOR FOOD ADDITIVES.
Estiasih, T., Ahmadi, K., Ginting, E., dan Kurniawati, D. 2013. Optimasi Rendemen Ekstraksi Lesitin dari Minyak Kedelai Varietas Anjasmoro dengan Water Degumming. J. Teknologi dan Industri Pangan Vol. 24 No. 1.
[FAO/WHO] Food and Agriculture Organization of the United Nations World Health Organization. 2017. Food additive functional classes.
Fermanto., Sholahuddin, M. A. 2020. STUDI ILMIAH HALAL FOOD ADDITIVE YANG AMAN DIKONSUMSI DAN BAIK BAGI KESEHATAN. Journal of Halal Product and Research (JHPR) Volume 3 Nomor 2.
Joshi A, Paratkar SG, Thorat BN. 2006. Modification of Lecithin by physical, chemical and enzymatic methods. Eur J Lipid Sci Technol 108: 363 – 373.
Miskandar MS, Che Man YB, Yusoff MSA, Rahman RA. 2002. Effect of Emulsion temperature on physical properties of palm oil – based margarine. Journal AOACS. 79 (12) : 1163 – 1168.
Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI). 2020. Perspektif Global Ilmu dan Teknologi Pangan. PT penerbit IPB Press : Bogor.
Price, M. 2004. Terapi Minyak Kelapa. Terjemahan Bahrul Ulum..Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta. 25 hlm.
Susilawati., Sugiharto, R. dan Damaiyanti, M. 2016. FORMULASI VIRGIN COCONUT OIL(VCO) DAN PENGEMULSI LESITIN KEDELAI TERHADAP STABILITAS EMULSI DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PASTA KACANG MERAH. Jurnal Teknologi Industri & Hasil Pertanian Vol. 21 No.1.
Triana, R. N., Andarwulan, N., Affandi, A. R., Winey., dan Kemenady, E. 2014. Aplikasi Mono-Diasilgliserol dari Fully Hydrogenated Palm Kernel Oil sebagai Emulsifier untuk Margarin. Jurnal Mutu Pangan, Vol. 1(2) : 137 – 144.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Feby Arif Alfarizi, Zulfan Zaenal Arif Mustofa, Rosy Hutami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




