Kasus Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan Olahan Siap Saji
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i1.16702Keywords:
foodborne ilness, higiene sanitasi, keamanan pangan, KLB keracunan pangan, pangan olahan siap saji, ready to eatAbstract
Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan merupakan peristiwa yang terjadi ketika dua orang atau lebih mengalami gangguan kesehatan dengan gejala yang serupa atau hampir serupa setelah mengonsumsi pangan yang terkontaminasi. Kejadian ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pangan olahan siap saji yang banyak dijual oleh penyedia pangan jajan keliling dan jasa boga, yang menempati urutan kedua dan ketiga sebagai penyebab keracunan pangan, setelah masakan rumah tangga. Untuk itu, penyedia pangan olahan siap saji wajib memenuhi persyaratan prinsip higiene dan sanitasi yang ketat agar pangan yang disajikan aman dikonsumsi oleh konsumen. Dengan demikian, konsumen dapat terhindar dari risiko keracunan dan kejadian KLB dapat dicegah. Upaya pencegahan juga harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti individu, masyarakat, otoritas kompeten, dan pemerintah. Sinergi antar pihak-pihak ini diperlukan agar tren kejadian KLB keracunan pangan dapat dicegah dan dikendalikan secara efektif, serta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan pangan.
References
Apriliansyah M, Zuhrotun A, Astrini D. (2022). Bakteri utama penyebab kejadian luar biasa keracunan pangan. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. 11(3): 239-255. https://doi.org/10.15416/ijcp.2022.11.3.239
Arisanti RR, Indriani C, Wilopo SA. (2018). Kontribusi agen dan faktor penyebab kejadian luar biasa keracunan pangan di Indonesia: kajian sistematis. Berita Kedokteran Masyarakat. 34(3): 99-106. https://doi.org/10.22146/bkm.33852
Assefa T, Tasew H, Wondafrash B, Beker J. (2015). Assessment of bacterial hand contamination and associated factors among food handlers working in the student cafeterias of Jimma University Main Campus, Jimma, South West Ethiopia. Community Medicine and Health Education. 5(2): 1-8. https://doi.org/10.4172/2161-0711.1000345
Fitriana NF. (2021). Gambaran pengetahuan pertolongan pertama keracunan makanan. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2(3): 173-178
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan. (2012). Kumpulan Modul Kursus Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman. Jakarta (ID). Kemenkes
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan
Lee HK, Halim HA, Thong KL, Chai LC. (2017). Assessment of food safety knowledge, attitude, selfreported practices, and microbiological hand hygiene of food handlers. International Journal of Environmental Research and Public Health. 14(1):55. https://doi.org/10.3390/ijerph14010055
Lin H, Shavezipur M, Yousef A, Maleky F. (2016). Prediction of growth of Pseudomonas fluorescens in milk during storage under fluctuating temperature. Journal of Dairy Science. 99(3). https://doi.org/10.3168/jds.2015-10179
Mengistu DA, Belami DD, Tefera AA, Asefa YA. (2022). Bacteriological quality and public health risk of ready-to-eat foods in developing countries: systematic review and meta analysis. Microbiology Insights. 15:1-11. https://doi.org/10.1177/11786361221113916
Misnityari, Tunnisa F, Purwandhini SN, Sudjatini. (2022). Identifikasi cemaran mikroba (Coliform, E. Coli, Salmonella) pada burger siap santap yang ada di yogyakarta. Jurnal Imiah Teknologi Pertanian. 4(2): 2-9. https://doi.org/10.37631/agrotech.v1i1
Nugrahaeni A, Pertiwi J. (2020). Studi case report: kejadian luar biasa keracunan makanan di desa parikesit kecamatan kejajar kabupaten wonosobo. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala. 2(1): 1-9
Nurhayati MSS, Simanjuntak RUC, Lestari APD, Imanuna M, Anggarini NR. (2024). Kajian Analisis Data Kasus Keracunan Obat dan Makanan Tahun 2023. Jakarta (ID): BPOM RI
Nyenje ME, Odjadjare CE, Tanih NF, Green E, Ndip RN. (2012). Foodborne pathogens recovered from ready-to-eat foods from roadside cafetarias and retail outkets in alice, eastern cape province, south africa: public health implications. International Journal of Environmental Research and Public Health. 9: 2608-2619. https://doi.org/10.3390.ijerph9082608
Pranajaya CS, Ginandjar P, Hestiningsih R, Yuliawati S. (2020). Review: distribusi bakteri patogen oleh lalat sinantropik di daerah pemukiman. Jurnal Imiah Mahasiswa. 10(3): 73-77
Purnawita W, Rahayu WP, Nurjanah S. (2020). Praktik higiene sanitasi dalam pengelolaan keamanan pangan di sepuluh industri jasa boga di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 25(3): 424-431. https/doi.org/10.18343/jipi.25.3.424
Rahmi Yuningsih (2024). Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta (ID): Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Setjen DPR-RI
Roccato A, Uyttendaele M, Cibin V, Barrucci F, Cappa V, Zavagnin P, Longo A, Catellani P, Ricci A. (2015). Effects of domestic storage and thawing practices on Salmonella in poultry-based meat preparations. Journal of Food Protection. 78(12): 2117-2125. https://doi.org/10.4315/0362-028X.JFP-15-048
Todd E. (2020). Food-borne disease prevention and risk assessment. International Journal of Environmental Research and Public Health. 17(5129): 1-13. https://doi.org/10.3390/ijerph17145129
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mia Maesaroh; Sri Widowati, Muhammad Zainal Fanani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




