Cara Produksi pangan Olahan yang Baik di Restoran Cepat Saji Chick & Whiz Padjadjaran Bogor
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i12.21491Keywords:
CPPOB, Restoran Cepat Saji, Keamanan Pangan, HigieneAbstract
Keamanan pangan merupakan faktor penting dalam industri restoran cepat saji yang memproduksi makanan dalam jumlah besar dengan risiko kontaminasi tinggi. Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) menjadi pedoman utama untuk menjamin mutu dan keamanan produk, namun penerapannya di lapangan sering kali belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CPPOB pada Restoran Cepat Saji Chick & Whiz Padjajaran Bogor melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama satu bulan di pabrik pusat PT. Harmonis Kuliner Indonesia dan restoran Chick & Whiz Padjajaran. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar aspek CPPOB telah diterapkan, seperti kebersihan bangunan, penggunaan peralatan food grade, serta kewajiban alat pelindung diri bagi karyawan. Namun, ditemukan kelemahan pada ventilasi yang kotor, pencatatan suhu penyimpanan produk beku yang belum konsisten, sanitasi yang belum memadai, dan pengelolaan limbah yang belum sesuai standar. Kesimpulannya, penerapan CPPOB di restoran ini cukup baik tetapi masih memerlukan perbaikan pada aspek sanitasi, dokumentasi, dan pelatihan karyawan untuk mendukung keamanan pangan secara menyeluruh.
References
Apple, J. M.1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga Bandung. ITB. Bandung.
Arduser, L. dan Brown, D. R. 2005. HACCP & Sanitation in Restaurants and Food Service Operations. Atlantic Publishing Group, Inc.Ocala.
Astawan, M. 2010. Bakteri Patogen Pada Makanan, Waspadalah. Teknologi Pengolahan Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2012. Peraturan BPOM RI No HK.03.1.23.04.12.2206 Tahun 2012 tentang Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga. Ditetapkan tanggal 5 April 2013. Jakarta. CODEX. 2003. Recommended International Code of Practice General Principles of Food Hygiene. CAC.RCP 1-1969 Rev-4. CODEX Alimentarius [Internet]. Tersedia pada: http://www.mhlw.go.jp/english/topics/importedfoods/guideline/dl/04.pd f [27 Mei 2023]
Crammer, M. 2006. Food Plant Sanitation, Design, Maintenance, and Good Manufacturing Practices. CRC Press. New York.
Dewanti, R. 2001. Cara Pengolahan Makanan yang Baik (Good Manufacturing Practices). Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB. Bogor.
Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah. 2007. Pengelolaan Limbah Industri Pangan. Departemen Perindustrian. Jakarta.
Gaman, P. M. dan Sherrington, K. B. 1992. Ilmu Pangan : Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi.
Hanidah, D. 2018. Penerapan Good Manufacturing Practices Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Produk Olahan Pesisir Eretan-Indramayu [jurnal]. Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian. Universitas Padjadjaran. Sumedang.
Hasan, H. 2016. A Study on Awareness and Perception Towards Halal Foods among Muslim Students in Kota Kinabalu, Sabah. Proceedings of the Australia- Middle East Conference on Business and Social Sciences 2016, 803–811.
ISO/IEC. 2004. Standardization and Related Activities General to General Vocabulary [Internet]. Tesedia pada: https://www.iso.org/standard/39976.html [27 Mei 2023]
Mamuaja, C. F. 2016. Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan [skripsi]. Universitas Sam Ratulangi. Manado.
Masharyono dan Hasanah, C. U. 2016. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Celdi Catering (Survei Pada Konsumen Celdi Catering). Tourism Scientific Journal Volume 1 Nomor 2 Juni 2016, 154.
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. 2010. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M IND/PER/7/2010 Tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices). Jakarta.
Panebianco, A. G., Ziino, M., Gallo dan Giuffrida, A. 2004. Application of Monitoring Score System to Catering Industry. In : Smulders, F.J.M. dan J. D.C. (Eds). Safety Assurance During Processing. Wageningen Academic Publishers, Netherlands.
PT. Sucofindo. 2000. Introduction to Food Safety and HACCP. Graha Sucofindo Press. Jakarta.
Rauf, R. 2013. Sanitasi dan HACCP. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Ruhmawati, T., Sukandar, D., Karmini, M., dan Roni S., T. 2017. Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Pabrik Tahu Dengan Metode Fitoremediasi. Jurnal Permukiman, 12(1), 25.
Sinuhaji, J. S. 2011. Evaluasi Penerapan GMP dan SSOP Produksi Ayam Goreng di Salah Satu Restoran Cepat Saji. Bogor
Stauffer, J. E. 1988. Quality Assurance of Food Ingredients, Processing and Distribution. Food and Nutrition Press, Inc. USA.
Sutikno, N. 2017. Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) Dalam Produksi Ikan Kaleng di PT. Maya Food Industries Pekalongan [skripsi]. Jurusan Teknologi Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Katolik Soegijapranata. Semarang
Thamrin, M. T. dan Akhadi, M. 2004. Dampak Radiologis Pelepasan Serat Asbes. Iptek Ilmiah Populer. Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir BATAN. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dhea Octaviani, Muhammad Fakih Kurniawan, Mukti Ayu Bahri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




