Sains Sakral dan Etika Bioteknologi Pangan: Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis Rekayasa Genetika (GMO) dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i5.24017Keywords:
etika bioteknologi, GMO, Islamisasi ilmu, sains sakral, Seyyed Hossein NasrAbstract
Bioteknologi pangan berbasis rekayasa genetika (GMO) sering dipromosikan sebagai solusi strategis menghadapi krisis pangan, perubahan iklim, dan degradasi lahan global. Namun, landasan pengembangannya berakar pada paradigma sains modern yang bersifat sekuler dan mendesakralisasi alam. Kontras antara pendekatan saintifik "bebas-nilai" dan perspektif sains sakral yang bertauhid memunculkan pertanyaan filosofis mendalam: apakah GMO merupakan bentuk perubahan terhadap ciptaan Allah (taghir khalqillah) yang melampaui kodrat, atau justru wujud optimalisasi alam dalam kerangka amanah kekhalifahan. Penelitian ini menganalisis status ontologis, epistemologis, dan aksiologis GMO melalui perspektif Sacred Science Seyyed Hossein Nasr, dengan mengintegrasikan gagasan Islamisasi ilmu dari Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, analisis ontologis mengungkap bahwa masalah mendasar GMO terletak pada worldview yang mereduksi makhluk hidup menjadi sekadar objek manipulasi teknis dan komoditas. Secara epistemologis, paradigma ilmu bebas-nilai dikritik karena mengabaikan wahyu, sehingga diperlukan rekonstruksi epistemologi tauhid yang menyinergikan wahyu, akal, dan empiris dalam menilai risiko-manfaat GMO. Dari segi aksiologi, penerimaan GMO harus memenuhi prinsip maqaṣid al-syariʿah, ḥalalan ṭayyiban, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya membangun paradigma "bioteknologi profetik" yang memadukan kemajuan rekayasa genetika dengan kesadaran kosmos sakral dan etika tauhid.
References
Al Furqon, A., Dewi, N. E., Dahlia, R., Firnandah, L. A. S., & Saputri, D. D. (2025). Rekonstruksi epistemologi Islam dalam gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan menurut Muhammad Naquib al Attas. AL KAINAH: Journal of Islamic Studies.
Bistara, R. (2021). Gerakan pencerahan (Aufklarung) dalam Islam: Menguak Islamisasi ilmu pengetahuan Sayed Naquib al Attas. Jurnal Al Aqidah.
Bistara, R. (2022). Islamisasi ilmu pengetahuan dalam bingkai integrasi interkoneksi: Menguak ide Islamisasi ilmu Ismail Raji al Faruqi. Refleksi.
Coil, C., & Aprison, W. (2023). Islamisasi pengetahuan Syed Naquib Al Attas dan Ismail Al Faruqi. YASIN.
Herlina, L. (2022). Pangan rekayasa genetika: Perspektif kesehatan, hukum negara dan agama. YASIN.
Ibrahim, A. H., Abdul Rahman, N. N., Saifuddeen, S. M., & Baharuddin, M. (2019). Maqasid al Shariah based Islamic bioethics: A comprehensive approach. Journal of Bioethical Inquiry, 16(3), 333–345.
Idris, S. H., Abdul Majeed, A. A., & Chang, L. (2020). Beyond halal: Maqasid al Shari’ah to assess bioethical issues arising from genetically modified crops. Science and Engineering Ethics, 26(1), 389–407.
Inayah, F. (2020). Islamisasi ilmu pengetahuan: Prinsip umum dan rencana kerja Ismail Raji’ al Faruqi. Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 18(2), 243–262.
Jamaluddin, M., Hasib, K., & Ardiansyah, M. (2025). Islamisasi dan integrasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib al Attas. Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.
Kashim, M. I. A., Jamsari, E. A., Safiai, M. H., Adnan, N. I. M., & Safri, L. S. (2018). Genetic modified organisms (GMOs) from the perspective of science and Maqasid Shari‘ah. International Journal of Civil Engineering and Technology, 9(8), 1376–1386.
Kerwanto, M. A. (2023). Relevansi pemikiran Seyyed Hossein Nasr tentang integrasi Islam dan sains terhadap pendidikan Islam di Indonesia. EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(2), 45–60.
Munip, A. (2024). Ilmu dalam tinjauan filsafat: Ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Al Aulia: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Ilmu Keislaman, 6(1), 1–18.
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the sacred. State University of New York Press.
Nasr, S. H. (1993). The need for a sacred science. Curzon Press.
Sahidin, A. (2022). Islamisasi ilmu pengetahuan al Attas menjawab problematika sekularisme terhadap ilmu pengetahuan. Imtiyaz: Jurnal Ilmu Keislaman, 6(1), 77–96.
Zaman, M. K., & Fahruddin, M. M. (2019). Islamisasi ilmu pengetahuan menurut Ismail Raji al Faruqi. Edupedia, 3(2), 101–112.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sahnur Mulya, Latifah Hanum, Aji Jumiono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




