Kristalasi Gula dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Produk Pangan

Authors

  • Zahra Nurul Fadila Universitas Djuanda
  • Alifia Al-firdausy Universitas Djuanda
  • Mutiara Az-zhari Wijaya Universitas Djuanda
  • Wilna Iznilillah Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23516

Keywords:

kristalisasi gula, kinetika kristalisasi, pengendalian kualitas, mutu produk pangan, gula kristal

Abstract

Kristalisasi gula merupakan proses fundamental dalam industri pangan yang mempengaruhi mutu produk akhir secara signifikan. Proses ini melibatkan perubahan gula dari fase larutan menjadi kristal padat melalui mekanisme nukleasi dan pertumbuhan kristal. Meskipun kristalisasi telah lama diterapkan dalam industri gula, pemahaman mendalam tentang faktor- faktor yang mempengaruhi proses ini dan dampaknya terhadap mutu produk masih perlu dikaji lebih lanjut. Review ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme kristalisasi gula, faktor-faktor yang mempengaruhi proses kristalisasi, serta dampaknya terhadap mutu berbagai produk pangan berbasis gula. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis terhadap lima jurnal penelitian terkait kristalisasi gula dari berbagai perspektif aplikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses kristalisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama meliputi temperatur (30-50°C), kecepatan pengadukan (200-400 rpm), pH larutan (6-7), konsentrasi larutan, dan kualitas bahan baku. Kinetika kristalisasi larutan gula tebu menunjukkan faktor frekuensi (Kg,0) sebesar 0,0093-0,0109 menit⁻¹, energi aktivasi (EG) 1,9253 KJ/mol, dan orde kristalisasi (g) 0,5837. Kristalisasi yang terkontrol menghasilkan produk dengan mutu superior, seperti gula kristal putih dengan nilai warna kristal 2,85-3,50 CT dan warna larutan 43,3-80 IU menggunakan teknologi defekasi remelt karbonatasi, dibandingkan 6,6-7,2 CT dan 118-201 IU dengan teknologi sulfitasi. Pada produksi gula kelapa kristal, pengendalian kristalisasi yang tepat menghasilkan produk dengan kadar air rendah (<3%), indeks glikemik 35-44, dan kelarutan tinggi. Ketidakterkendalian proses kristalisasi menyebabkan cacat produk meliputi perubahan warna (35,22%), kadar air berlebih (33%), dan kebersihan (32%). Batasan kajian ini terletak pada keterbatasan data kuantitatif mengenai korelasi langsung parameter kristalisasi dengan atribut mutu spesifik produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian kristalisasi melalui optimasi parameter proses sangat penting untuk menghasilkan produk gula berkualitas tinggi dengan karakteristik fisikokimia dan organoleptik yang diinginkan. Implikasi praktisnya adalah perlunya penerapan teknologi proses yang tepat dan sistem pengendalian kualitas berbasis statistik untuk menjamin konsistensi mutu produk gula.

References

Aulia, X. A., & Winursito, Y. C. (2025). Analisis pengendalian kualitas gula kristal putih melalui penerapan metode Statistical Quality Control (SQC) pada PT. XYZ. JUTIN: Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 8(1), 133-145. https://doi.org/10.31004/jutin.v8i1.39146

Hartanto, E. S. (2014). Peningkatan mutu produk gula kristal putih melalui teknologi defekasi remelt karbonatasi. Jurnal Standardisasi, 16(3), 215-222.

Jumari, A., Rachmawati, D., & Kurniawan, R. (2003). Kinetika kristalisasi larutan gula (sukrosa) pada pembuatan gula tebu. Ekuilibrium, 2(1), 40-45.

Kurniawan, H., Rahayoe, S., & Amnah, H. Z. (2025). Processing and quality of crystallized palm sugar in Indonesia: A review. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 14(4), 1517-1533. https://doi.org/10.23960/jtepl.v14i4.1517-1533

Mela, E., Fadhillah, N., & Mustaufik, M. (2020). Gula kelapa kristal dan potensi pemanfaatannya pada produk minuman. Agritech, 22(1), 21-28. https://doi.org/10.30595/agritech.v22i1.7059

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Fadila, Z. N., Al-firdausy, A., Wijaya, M. A.- zhari, & Iznilillah, W. (2026). Kristalasi Gula dan Pengaruhnya Terhadap Mutu Produk Pangan. Karimah Tauhid, 5(4), 1816–1829. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23516

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.