Pengawasan Mutu Ekstrak Powder Daun Katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan Ekstrak Liquid Kunyit (Curcuma Longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i11.21945Keywords:
Daun Katuk, ekstrak herbal, kromatografi lapis tipis, Kunyit, pengawasan mutuAbstract
Produk herbal memerlukan pengawasan mutu yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas bahan aktif di dalamnya. Salah satu metode yang umum digunakan dalam standarisasi bahan alam adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dapat mengidentifikasi senyawa aktif utama dalam ekstrak tumbuhan. Namun, masih sedikit penelitian yang menggambarkan penerapan sistem pengawasan mutu di tingkat industri, terutama dalam memastikan konsistensi hasil uji fisik, kimia, dan mikrobiologi ekstrak herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan pengawasan mutu pada ekstrak powder daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dan ekstrak liquid kunyit (Curcuma longa L.) di PT Sari Alam Sukabumi. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pengujian laboratorium, meliputi uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kadar air, viskositas, mikrobiologi, dan organoleptik. Hasil KLT menunjukkan tiga bercak pada simplisia daun katuk (Rf 0,10; 0,86; 0,92) dan empat bercak pada simplisia kunyit (Rf 0,36; 0,56; 0,78; 0,90) yang menandakan keberadaan flavonoid dan kurkuminoid. Nilai kadar air sebesar 2,25% menunjukkan kestabilan ekstrak, sedangkan viskositas 28,45 mPa·s mengindikasikan konsistensi cairan yang baik. Uji mikrobiologi memperlihatkan tidak adanya kontaminasi patogen dengan nilai ALT dan AKK jauh di bawah batas maksimum, sementara hasil organoleptik menunjukkan kesesuaian karakteristik fisik dengan bahan asalnya. Penelitian ini membuktikan bahwa sistem pengawasan mutu berbasis CPOTB di PT Sari Alam Sukabumi berjalan efektif dalam menjaga kualitas dan keamanan produk ekstrak herbal. Batasan penelitian ini adalah belum adanya analisis kuantitatif senyawa aktif dan uji aktivitas biologis. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambahkan kedua aspek tersebut agar hasil validasi mutu lebih komprehensif.
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Gupta, S. K., Amit, L., Vinay, J., Siddhartha, G., Jyoti, & Anuj, K. (2010). Phytochemistry of Curcuma longa – An overview. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Sciences, 4(1).
Hafizah, D. A., & Sunardi. (2024). Pemisahan kromatografi lapis tipis pada asam amino dengan menentukan nilai faktor retensi. Jurnal Kimia dan Rekayasa, 5(1), 1–6. http://kireka.setiabudi.ac.id
Hertiani, T. (2025). Revitalisasi herbal Indonesia: Menjaga warisan, membangun industri berkelanjutan. Kanal Pengetahuan Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada.
Hikmawanti, N. P. E., Hayati, & Andriyani, Y. (2021). Kadar flavonoid total pada ekstrak hidro-etanolik daun Sauropus androgynus (L.) Merr dari tiga daerah dengan ketinggian yang berbeda. Jurnal Jamu Indonesia, 6(2), 61–67.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (Edisi VI). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ISBN 978-623-301-017-7.
Kusuma, A. E., & Aprileili, D. A. (2022). Pengaruh jumlah pelarut terhadap rendemen ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr). Sitawa: Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional, 1(2), 125–135.
Mawarti, H. (2025). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kunyit (Curcuma longa Linn.) dan sambiloto terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro. Indonesian Journal of Medical Laboratory Technology, 2(1), 75–80.
Prabowo, H., Cahya, I. A. P. D., Arisanti, C. I. S., & Samirana, P. O. (2019). Standardisasi spesifik dan non-spesifik simplisia dan ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.). Jurnal Farmasi Udayana, 8(1), 29–35.
Putri, A. O., Hati, M. C., Ishanti, N. P., & Ilham, H. S. (2024). Identifikasi senyawa flavonoid pada beberapa jenis tanaman dengan kromatografi lapis tipis. PHARMADEMICA: Jurnal Kefarmasian dan Gizi, 3(2), 45–54. https://doi.org/10.54445/pharmademica.v3i2.40
Saputri, C. D. Y. (2020). Pengukuran viskositas zat cair menggunakan sensor magnet dan virtual instrument Labview. Politeknik Negeri Cilacap.
Siregar, A. M. T., Lestari, I. C., Rangkuti, I. Y., & Oktaria, S. (2025). Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang kunyit terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae secara in vitro. Jurnal Kedokteran STM, 8(1), 61–66.
Sholikha, R. A., Tiadeka, P., & Na’imah, J. (2019). Pembuatan produk camilan keripik sehat dan higienis berbasis daun pepaya (Carica papaya L.) di UPT Materia Medica Batu. HERCLIPS (Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Sciences), 1(1), 15–19.
Utami, T. N. (2021). Karakterisasi dan skrining fitokimia simplisia daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr). Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Asiah Septianingsih, Tiana Fitrilia, Rizki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




