Analisis Kualitas Daging Kambing dan Daging Sapi Melalui Uji H2S
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i3.17259Keywords:
daging kambing, daging sapi, H2S, kesegaran daging, kualitas dagingAbstract
H2S adalah salah satu uji yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah sampel atau daging tersebut sudah mulai mengalami pembusukan atau tidak, dengan ditandai adanya endapan berwarna coklat. H2S merupakan salah satu senyawa yang dihasilkan dari proses dekomposisi protein oleh aktivitas mikroorganisme pada daging. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan hidrogen sulfida (H2S) pada daging sapi dan kambing sebagai indikator awal kualitas dan kesegaran daging. Sampel daging sapi dan kambing diambil dari pasar tradisional, lalu diuji menggunakan reagen kimia yang spesifik untuk H2S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging kambing didapatkan hasil positif terbentuknya warna coklat pada kertas saring yang menandakan adanya H2S yang dibebaskan, sedangkan daging sapi didapatkan hasil negatif karena tidak terjadi perubahan warna pada kertas saring. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kualitas pada daging kambing, sedangkan daging sapi masih dalam keadaan yang baik. Uji H2S dapat digunakan sebagai metode cepat dan praktis untuk mendeteksi kesegaran daging di lapangan.
References
Adi, A. C., Atmaka, D. R., Nastiti, A. N., & Agustin, A. M. (2022). Panduan Praktikum Ilmu dan Teknologi Bahan Pangan.
Al-Jabbar, H. M., Fitriyah, H., & Maulana, R. (2021). Sistem Klasifikasi Kesegaran Daging Sapi berdasarkan Citra menggunakan Metode Naïve Bayes berbasis Raspberry Pi. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 5(4), 1646–1653. http://j-ptiik.ub.ac.id
Apriyadi, R., & Hutajulu, D. M. (2020). Pengaruh Harga Komoditas Pangan Hewani Asal Ternak Terhadap Inflasi Di Provinsi D.I. Yogyakarta. Ecobisma (Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Manajemen), 7(2), 52–71. https://doi.org/10.36987/ecobi.v7i2.1774
Daeng, R. A., & Husen, A. (2019). Analysis and identification of Pseudomonas sp. and molds on dried anchovy (Stelophorus sp) products produced by the people of Toniku Village, Halmahera Barat Regency, North Maluku Province. Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.29239/j.akuatikisle.3.1.1-10
Fadhila, R., & Darmawati, S. (2017). Profil Protein Daging Kambing, Kerbau Dan Sapi Yang Direndam Larutan Jahe Berbasis Sds-Page. Prosiding Seminar Nasional & Internasional,0,25–33. http://eriset.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/3109
Fauzi, M., Kastaman, R., & Pujianto, T. (2019). Pemetaan Ketahanan Pangan Pada Badan Koordinasi. Industri Pertanian, 01, 1–10. http://www.iptek.its.ac.id/index.php/jsh/article/view/633/355
Fitri, C. A., Gaznur, Z. M., Abubakar, A., Armia, Y., Dzarnisa, & Latief, H. (2023). Pelatihan Pengolahan Daging Unggas menjadi Produk yang Bernilai Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Keluarga (Training on Poultry Meat Processing into High Value Products in the Context of Increasing Family Resilience). Jurnal Ilmiah PETAMAS, 3(1), 21–23. http://jurnal.unsyiah.ac.id/petamas
Fitriani, N. R., Rahmadhani, D., & Fatimatuzzahro. (2022). Intellingent Packaging Sebagai Smart Technology Produk Pangan Dalam Perspektif Sains Dan Islam. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 4, 80–86.
Gani, V. G., Swacita, I. B. N., & Agustina, K. K. (2022). Ketahanan Daging Kambing yang Disimpan pada Suhu Ruang. Buletin Veteriner Udayana, 158, 491. https://doi.org/10.24843/bulvet.2022.v14.i05.p08
Lukviani, D. R., & Usman. (2019). ABSTRAK Para nelayan biasanya mengunakan air es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya , tapi daya tahan es terbatas sehingga tak jarang agar ikan tidak cepat busuk sampai ke konsumen , nelayan menambahkan formalin ke dalamnya . Bioformalin adalah peng. Prosiding Seminar Nasional Kimia Dan Pendidikan Kimia, 2, 27–30.
Mustafa, J., Liur, I. J., Jesajas, H., & Ririmase, P. M. (2024). Pola Konsumsi Protein Hewani Daging dan Telur Masyarakat Di Negeri Abubu Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agrosilvopasture-Tech, 3(1), 35–40. https://doi.org/10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2024.3.1.35
Rahmi, M., Abubakar, A., & Fitri, C. A. (2021). UJI KEBUSUKAN BAKSO DAGING SAPI YANG DIBERIKAN PERSENTASE TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) YANG BERBEDA. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(3), 53–60. https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.18355
Setyati, W. A., Arifidyani, A., & Susanto, A. (2022). Aktivitas Antijamur dari Bakteri Sedimen Mangrove Terhadap Candida albicans dan Malassezia furfur. Jurnal Kelautan Tropis, 25(3), 411–420. https://doi.org/10.14710/jkt.v25i3.15114
Setyawati, T., & Tri, E. (2024). Efek Perbedaan Taraf Marinasi Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Susut Masak dan Organoleptik Daging Kambing Effect of Different Levels of Marination Kecombrang Extract (Etlingera elatior) on Cooking Loss and Organoleptics Goat Meat. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 87–101.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Widya Firdiani Chandraningtyas, Siti Nur Aliyah, Afwina Aulia Sapitri, Reva Aprila, Siti Dwi Septiani, Nayla Sabilla Ramadhani, Novia Khansa Ramadhania, Raden Siti Nurlela, Arti Hastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




