Peran Inulin dalam Menurunkan Kolestrol dan Mencegah Risiko Penyakit Jantung Koroner

Authors

  • Nurul Khoerunnisa Universitas Djuanda
  • Fajar Ruhiya Universitas Djuanda
  • Sevtian Akmalul Khoer Universitas Djuanda
  • Putri Shafa Universitas Djuanda
  • Raihan Akbar Universitas Djuanda
  • Distya Riski Hapsari Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i12.16205

Keywords:

Pangan fungsional, inulin, kolesterol, dislipidemia, penyakit jantung koroner.

Abstract

Dislipidemia adalah faktor risiko utama penyakit jantung koroner (PJK), yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penggunaan makanan fungsional, seperti inulin, adalah salah satu metode non-farmakologis yang menjanjikan untuk mengontrol kadar kolesterol dan mencegah (PJK). Inulin, sebuah serat prebiotik yang banyak ditemukan pada tanaman seperti chicory, bawang putih, pisang, dan asparagus, telah terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik), dan menurunkan kadar trigliserida. Pengaturan mikrobiota usus, peningkatan ekskresi asam empedu, dan penurunan metabolisme kolesterol di hati adalah mekanisme kerjanya. Studi menunjukkan bahwa konsumsi inulin dalam jumlah tertentu dapat mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner dengan mengurangi kadar kolesterol total dan trigliserida dalam darah. Oleh karena itu, salah satu strategi pencegahan penyakit jantung koroner yang efektif adalah mengonsumsi inulin dari makanan seperti pisang, bawang putih, dan akar chicory. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari peran inulin dalam manajemen kesehatan jantung, dengan penekanan khusus pada kemampuan fungsionalnya untuk mengatur metabolisme lipid dan mencegah dislipidemia pada individu dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular.

References

Anggraeni, A. A. (2012). Prebiotik dan manfaat kesehatan. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 7(1).

Budianto, Y. A. P., Widyastiti, N. S., & Arisota, A. (2018). Perbandingan Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L), Kitosan dan Yogurt Sinbiotik Pisang TandukTerhadap Profil Lipid Tikus Sprague-Dawley Hiperkolesterolemia. Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal), 7(2), 586-598.

Cahyaningtyas, F. D., & Wikandari, P. R. (2022). Review artikel: potensi fruktooligosakarida dan inulin bahan pangan lokal sebagai sumber prebiotik. Unesa Journal of Chemistry, 11(2), 97-107.

Le Bastard, Q., Chapelet, G., Javaudin, F., Lepelletier, D., Batard, E., & Montassier, E. (2020). The effects of inulin on gut microbial composition: a systematic review of evidence from human studies. European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases, 39, 403-413.

Marsono, Y. (2008). Prospek pengembangan makanan fungsional. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi (Journal of Food Technology and Nutrition), 7(1).

Naomi, W. S., Picauly, I., & Toy, S. M. (2021). Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner. Media Kesehatan Masyarakat, 3(1), 99-107.

Press, U. G. M. (2018). Serat Pangan Dalam Penanganan Sindrom Metabolik. UGM PRESS.

Putri, V. D., Yanti, S., & Dyna, F. (2022). Analisis Inulin Dari Umbi Dahlia (dahlia viriabilis) Sebagai Prebiotik Antidiabetik. Jurnal Katalisator, 7(2), 311-321.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, penerbit Alfabeta, Bandung.

Sunarto, S., Hendrayati, H., & Anwar, N. F. (2023). Daya Terima Dan Kandungan Serat Pangan Snack Bar “SANGTUL” Sebagai Pangan Fungsional Sumber Prebiotik. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 18(2), 219-228.

Tandra, H. (2021). Kolesterol & Trigliserida: Strategi Mencegah dan Mengalahkan Serangan Jantung dan Stroke. Gramedia Pustaka Utama.

Tripkovic, L., Muirhead, N. C., Hart, K. H., Frost, G. S., & Lodge, J. K. (2015). The effects of a diet rich in inulin or wheat fibre on markers of cardiovascular disease in overweight male subjects. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 28(5), 476-485.

Widyaningsih, T. D., Wijayanti, N., & Nugrahini, N. I. P. (2017). Pangan fungsional: aspek kesehatan, evaluasi, dan regulasi. Universitas Brawijaya Press.

Downloads

Published

2024-12-30

How to Cite

Khoerunnisa, N., Ruhiya, F., Akmalul Khoer, S., Shafa, P., Akbar, R., & Riski Hapsari, D. (2024). Peran Inulin dalam Menurunkan Kolestrol dan Mencegah Risiko Penyakit Jantung Koroner. Karimah Tauhid, 3(12), 13940–13948. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i12.16205

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.