Pengawasan Mutu Proses Produksi Air Minum dalam Kemasan Galon di PT. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i11.16094Keywords:
air minum dalam kemasan, pengawasan mutu, proses produksiAbstract
Pengawasan mutu adalah suatu proses yang dilakukan untuk memastikan sebuah produk yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, baik oleh organisasi itu sendiri maupun oleh peraturan atau standar eksternal yang berlaku. Dalam konteks produksi, pengawasan mutu melibatkan serangkaian aktivitas yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan evaluasi terhadap setiap tahap proses produksi untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Kajian ini bertujuan untuk mempelajari pengawasan mutu proses produksi air minum dalam kemasan galon.
Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu kerja nyata atau praktik lapang, pengamatan langsung di lapangan, wawancara terhadap pekerja, pencatatan materi dan menelaah pustaka. Hasil menunjukkan bahwa proses produksi air minum dalam kemasan galon telah mengacukepada standar SNI 3553-2015 dan Permenkes Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 persyaratan kualitas air minum.
References
Afrianita, R., Edwin, T., & Alawiyah, A. (2017). Analisis intrusi air laut dengan pengukuran Total Dissolved Solids (TDS) air sumur gali di Kecamatan Padang Utara. Dampak, 14(1), 62-72.
Agustini, S. (2011). Jurnal Pengaruh Konsentrasi Ozon Terhadap Cemaran Mikroba pada Air Minum Dalam Kemasan. Balai Riset dan Standardisasi Industri Palembang, Balai Besar Industri Agro Bogor. Vol. 22 No. 1: 44-51.
Asmandi, K., & Kasjono, H. S. (2011) Teknologi Pengolahan Air Minum. Edisi Pert. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
[BSN] Badan Standar Nasional. 2015. SNI 3553-2015: Air Mineral. Badan Standar Nasional, Jakarta.
[BSN] Badan Standar Nasional. 2015. SNI 3554-2015: Cara Uji Air Minum Dalam Kemasan. Badan Standar Nasional, Jakarta.
Kyu-Earn, and Kangb. (2006). Killing Effect of Ozone on House Dust Mites,The Major Indoor Allergen of Allergic Disease. Journal of Science and Engineering (28): 191-196.
Montgomery, A., Todorova, I., Baban, A., & Panagopoulou, E. (2013). Improving quality and safety in the hospital: The link between organizational culture, burnout, and quality of care. British journal of health psychology, 18(3), 656-662.
Nabih, F. N., Takwanto, A., & Rahayu, M. (2021). Pengaruh Konsentrasi Ozon Terhadap Nilai Ph Dan Total Dissolve Solid (Tds) Produk Air Minum Dalam Kemasan (Amdk). Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 7(2), 347-352.
[PERMENKES] Peraturan Menteri Kesehatan. 2010. PERMENKES NOMOR 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Sarinaningsih. (2018). Pengaruh Intensitas, Lama Waktu Penyinaran Dan Posisi Sumber Sinar Ultraviolet Terhadap Reduksi Jumlah Bakteri E.Coli Pada Air Sumur. Universitas Mataram, 11-12.
Susanti W. (2010). Analisa Kadar Ion Besi, Kadmium dan Kalsium dalam Air Minum Kemasan Galon dan Air Minum Kemasan Galon Isi Ulang dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom. Fakultas Matematika dan Ilmmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Syarbaini, A., & Ginantaka, A. (2018). Pengaruh perlakuan fisik dan variasi produk second grade terhadap kebocoran dan sifat fisik pada produk industri susu dalam kemasan botol. Jurnal Agroindustri Halal, 4(1), 010-021.
Wulansarie, R. (2012). Sinergi Teknologi Ozon Dan Sinar Uv Dalam Penyediaan Air Minum Sebagai Terobosan Dalam Pencegahan Penyakit Infeksi Diare Di Indonesia. Skripsi Universitas Indonesia, Depok.
Zakariya, Y., Mu’tamar, M. F. F., & Hidayat, K. (2020). Analisis Pengendalian Mutu Produk Air Minum dalam Kemasan Menggunakan Metode New Seven Tools (Studi Kasus di PT. DEA). Rekayasa, 13(2), 97-102.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ihsan Maulana, Distya Riski Hapsari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




