Kajian Literatur: Potensi Pemanfaatan Protein Tempe Non-Kedelai sebagai Sumber Pangan Protein Nabati di Indonesia

Authors

  • Detya Zalfa Universitas Djuanda
  • Raden Siti Nurlaela Universitas Djuanda
  • Siti Nurhalimah Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i2.22919

Keywords:

tempe non-kedelai, protein nabati, fermentasi, pangan lokal, kajian literatur

Abstract

Tempe merupakan sebagian pangan fermentasi tradisional Indonesia yang berperan penting sebagai sumber protein nabati bagi masyarakat. Selama ini, tempe umumnya dibuat dari kedelai, namun ketergantungan terhadap kedelai impor menjadi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan baku non-kedelai sebagai alternatif pembuatan tempe perlu dikaji lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuka kemungkinan penggunaan protein tempe non-kedelai sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan melalui basis data Google Scholar, Garuda, dan repositori jurnal. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai legum non-kedelai, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang koro, dan kacang tunggak, memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan berpotensi diolah menjadi tempe. Proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus sp. Terbukti meningkatkan daya cerna protein serta menurunkan kandungan senyawa antinutrien pada bahan baku non-kedelai. Dengan demikian, tempe non-kedelai berpotensi dikembangkan sebagai sumber protein nabati alternatif yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional.

References

Fujiana, F., Pondaag, V. T., Afra, A., Fannia, E., & Fadly, D. (2021). Potensi Pangan Fermentasi Tempe Dalam Mengatasi Kejadian Stunting di Indonesia The Food Potential for Tempe Fermentation in Dealing with Stunting Events in Indonesia Program Studi Keperawatan , Universitas Tanjungpura , Pontianak , Indonesia Program Studi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 20–26.

Meesters, E. H. W. G. (2006). Ecotopes and species composition of the Westerscheldt : can ecotopes be distinguished by species composition? Rapport / Wageningen IMARES;Nr. C088/06. http://edepot.wur.nl/24554

Rahmawati, D., Gunawan-Puteri, M. D., & Santosa, E. (2021). Non-Soy Legumes as Alternative Raw Ingredient for Tempe Production in Indonesia with Additional Health Benefits: a Review. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 3(1), 23–38. https://doi.org/10.33555/jffn.v3i1.73

Sari, I. P., & Mardhiyyah, Y. S. (2021). Kajian Litelatur : Potensi pemanfaatan Protein Tempe Non-Kedelai. Jurnal Teknologi Pangan, 14(2). https://doi.org/10.33005/jtp.v14i2.2457

Valen, Q. C. (2023). Variasi Tempe non-Kedelai: Alternatif Pengganti Tempe Kedelai. Zigma, 38(2), 105–119.

Downloads

Published

2026-02-25

How to Cite

Zalfa, D., Nurlaela, R. S., & Nurhalimah, S. (2026). Kajian Literatur: Potensi Pemanfaatan Protein Tempe Non-Kedelai sebagai Sumber Pangan Protein Nabati di Indonesia. Karimah Tauhid, 5(2), 598–603. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i2.22919

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.