Kajian Kimia Pangan terhadap Kehilangan Vitamin Selama Proses Pengolahan
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i2.22897Keywords:
vitamin, kimia pangan, pengolahan pangan, kehilangan vitaminAbstract
Proses pengolahan pangan memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan, daya simpan, dan mutu sensori bahan pangan, namun di sisi lain dapat menyebabkan penurunan kandungan vitamin akibat perubahan sifat kimia vitamin selama perlakuan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehilangan vitamin selama proses pengolahan pangan dari perspektif kimia pangan dengan menekankan hubungan antara sifat kimia vitamin dan kondisi pengolahan yang memicu degradasi vitamin. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif dan komparatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah yang membahas karakteristik kimia vitamin, jenis proses pengolahan pangan, serta mekanisme kehilangan vitamin. Data dianalisis dengan mengelompokkan vitamin berdasarkan kelarutannya, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak, serta metode pengolahan yang memengaruhi stabilitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa vitamin larut air, khususnya vitamin C dan vitamin B kompleks, merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kehilangan akibat pemanasan, perebusan, dan kontak dengan air melalui mekanisme oksidasi, degradasi termal, dan pelindian. Sementara itu, vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, dan K lebih rentan mengalami degradasi selama pengolahan bersuhu tinggi, terutama penggorengan, akibat reaksi oksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas. Perbedaan struktur molekul dan sifat kimia vitamin menjadi faktor utama yang menentukan stabilitas vitamin selama pengolahan pangan. Kajian ini menegaskan pentingnya pemahaman mekanisme kimia kehilangan vitamin sebagai dasar dalam pemilihan dan pengembangan metode pengolahan pangan yang mampu mempertahankan kualitas gizi dan nilai fungsional produk pangan.
References
Maryanti, E., Maryana, D., Hermansyah, O., Andini, V., & Dwiwibangga, Y. (2025). Penetapan Kadar Vitamin B1 Pada Kacang Kedelai Dan Susu Kedelai Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Rafflesia Journal of Natural and Applied Sciences, 5(1), 360–367. https://doi.org/10.33369/rjna.v5i1.41792
Nabila, T. S., Ati, T. M., Nursafitri, R. A., & Padilah, F. D. (2024). Review : stabilitas vitamin e dan atau k pada minyak goreng selama proses penggorengan Stability of vitamin E and or K in cooking oil during the frying process. 3(2), 110–118.
Putu Vellina Damayanti, & Anton Prasetia, I. G. N. J. (2021). Pengaruh Suhu terhadap Stabilitas Larutan Vitamin C (Acidum ascorbicum) dengan Metode Titrasi Iodometri. Cerata Jurnal Ilmu Farmasi, 12(2), 17–20. https://doi.org/10.61902/cerata.v12i2.190
Rahmawati, F., Nurfaizin, & Alwi Mustaha, M. (2016). Pengaruh Pengolahan Terhadap Kadar Vitamin C Pada Beberapa Komoditas. Prosiding Seminar Nasional Mewujudkan Kedaulatan Pangan Pada Lahan Sub Optimal Melalui Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi, 787–792.
Rizki. (2018). Pengaruh lama pemanasan terhadap vitamin c, aktivitas antioksidan dan sifat sensoris sirup kersen (Muntingia calabura L.) [The Effect of Boiling Time on Vitamin C, Antioxidant Activity and Sensory Properties of Singapore Cherry (Muntingia calabura L.) Sy. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 4(1).
Sambas, P. N. (2021). Minimally process pada buah rambutan dan perubahan kandungan vitamin C Journal of Food Technology and Agroindustry Volume 3 No 1 Februari 2021. 3(1).
Yadav, S., Arora, S. K., & Vats, S. (2023). Vitamins and Minerals : A Review on Processing Losses and Strategies to Control It. 1178–1182. https://doi.org/10.31031/MCDA.2023.12.000783
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eva, Raden Siti Nurlaela, Siti Nurhalimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




