Proses Pengemasan pada Produk Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) di PT Sari Alam Sukabumi

Authors

  • Tria Wulandari Universitas Djuanda
  • Ridwan Rachmat Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.21537

Keywords:

daun kelor, efisiensi, kemasan manual, pelabelan, pengemasan

Abstract

Pengemasan merupakan aspek penting dalam industri pengolahan bahan alami karena berperan dalam menjaga mutu, keamanan, dan nilai jual produk. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pengemasan produk ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) di PT Sari Alam Sukabumi serta mengevaluasi efisiensi dan konsistensinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan pengukuran kuantitatif sederhana melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengemasan dilakukan secara manual oleh dua pekerja dengan frekuensi dua kali seminggu dan membutuhkan rata-rata waktu ±20,6 menit untuk satu batch (20 kg). Pelabelan dan pengkodean telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pangan serta berfungsi sebagai sarana komunikasi produk kepada konsumen. Meskipun sistem kerja belum didukung peralatan otomatis, perusahaan mulai melakukan pemantauan waktu kerja untuk menilai efisiensi proses. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pengemasan tidak hanya penting untuk melindungi produk, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi mutu. Penelitian lanjutan disarankan membandingkan sistem manual dan otomatis secara kuantitatif pada berbagai unit industri.

References

Ahmed, R., Parmar, V., & Amin, M. A. (2014). Impact of product packaging on consumer’s buying behavior. European Journal of Scientific Research, 120(2), 1450–216.

Anand, S., & Popa, V. (2022). Role and importance of packaging in supply chain management. Supply Chain Management Journal, 7(2), 1–15.

Febriyanti, R., & Boediono, S. (2021). Pengembangan produk kemasan berbahan dasar kelor di Desa Ganggangtingan Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(3), 689–694.

Marhaeni, L. (2021). Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan fungsional dan antioksidan. Agrisia, 13(2), 40–53.

Misra, S., & Misra, M. K. (2014). Nutritional evaluation of some leafy vegetables used by the tribal and rural people of South Odisha, India. Journal of Natural Products and Plant Resources, 4(1), 23–28.

Nugraha, I., & Rahmawati. (2022). Pelatihan desain dan proses pengemasan produk olahan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Mesin, 2(1), 36–45.

Saputra, J., Hafrida, E., & Musri, M. (2021). Pengukuran waktu kerja berbasis stopwatch time study dan analisis keselamatan kesehatan kerja pada pabrik tahu Sukri Bukit Batrem Dumai. Jurnal Arti (Aplikasi Rancangan Teknik Industri), 16(1), 86–93.

UU. (2012). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 227. Jakarta: Sekretariat Negara.

Widiati, A. (2020). Peranan kemasan (packaging) dalam meningkatkan pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di “Mas Pack” Terminal Kemasan Pontianak. JAAKFE Untan (Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura), 8(2), 67–76.

Downloads

Published

2025-10-07

How to Cite

Wulandari, T., & Rachmat, R. (2025). Proses Pengemasan pada Produk Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) di PT Sari Alam Sukabumi . Karimah Tauhid, 4(10), 8330–8336. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.21537

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.