Proses Produksi Sari Kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera Ciomas–Bogor
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i3.21595Keywords:
FIFO, Mutu pangan, pengemasan, proses produksi, sari kurmaAbstract
Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, salah satunya sari kurma. Meskipun konsumsi kurma di Indonesia cenderung meningkat saat bulan Ramadhan, pemahaman mengenai proses produksi sari kurma secara rinci masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sari kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produknya.
Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan supervisor Quality Assurance, kepala gudang, serta pekerja bagian produksi, dan dokumentasi kegiatan produksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil lapangan terhadap standar mutu pangan serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sari kurma meliputi tahapan blending, penyaringan, pemasakan, penambahan bahan tambahan, pencampuran, pengisian, hingga pengemasan. Pemilihan kurma berkualitas sebagai bahan baku utama, pengolahan dengan suhu terkendali, serta penggunaan kemasan PET berstandar keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga mutu produk. Sistem penyimpanan FIFO turut memastikan kualitas tetap terjaga selama distribusi. Namun, keterbatasan penggunaan alat semi-manual pada tahap pengisian dan pengemasan menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Penelitian ini memiliki batasan pada aspek kuantitatif, seperti analisis kandungan gizi dan umur simpan produk yang belum dilakukan secara laboratorium. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai proses produksi sari kurma di industri lokal, yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan teknologi produksi serta penelitian lanjutan.
References
Agustin, C. (2018). Formulasi es krim sari kurma. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 10(1), 25–32.
Assauri, S. (2012). Manajemen produksi dan operasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia.
Fitriani, E. (2016). Keajaiban buah kurma. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Guizani, N., Waly, M. I., Singh, V., & Rahman, M. S. (2010). Dietary dates: A review on health benefits and nutritional values. Journal of Food Science and Technology, 47(4), 411–419.
Hadinata, S. T., & Adriyanto, H. (2019). Tinjauan penyimpanan sistem FIFO pada bahan hewani yang berdampak pada proses pengolahan makanan di Morrissey Hotel Jakarta. Emerging Markets: Business and Management Studies Journal, 6(2), 103–109.
Ikawanty, B. A. (2017). Otomatisasi proses pasteurisasi sari buah apel. Jurnal Eltek, 15(2), 188–200.
Irhami, F. (2014). Manajemen produksi dan operasi. Jakarta: Penerbit Alfabeta.
Kartiko, H., & Fanani, M. Z. (2021). Pengaruh perbedaan waktu dan suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan teh herbal daun kelapa sawit dengan metode oven-dried. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 3(2), 13–15.
Utami, N., Nisa, F., & Nurul, H. (2017). Kandungan antioksidan dan nutrisi buah kurma (Phoenix dactylifera L.). Jurnal Pangan dan Gizi, 12(2), 45–52.
Primurdia, E. G., & Kusnadi, J. (2014). Aktivitas antioksidan minuman probiotik sari kurma (Phoenix dactylifera L.) dengan isolat L. plantarum dan L. casei. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(3), 98–109.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitra Ananda, Titi Rohmayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




