Analisis Fisikokimia dan Mikrobiologi Depot Air Minum Isi Ulang di Desa Kadumanggu

Authors

  • Rohmah Widyaningrum Universitas Djuanda
  • Muhammad Rifqi Universitas Djuanda
  • Titi Rohmayanti Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i10.15932

Keywords:

kualitas air, depot air minum isi ulang, Desa Kadumaggu

Abstract

Tidak selalu ada perusahaan yang airnya layak untuk dikonsumsi manusia, tetapi meningkatnya ketersediaan Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) membantu meringankan masalah tersebut. Air minum isi ulang merupakan salah satu jenis air minum yang tidak memerlukan proses pengolahan lagi karena sudah melalui proses penyaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat fisika, kimia, dan mikrobiologi dari depot air minum isi ulang di Desa Kadumanggu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) diambil sampelnya dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan 10 sampel yang diambil secara rangkap tiga. Mengikuti pedoman yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri No. 492 tahun 2010, kami mengevaluasi sampel untuk kemurnian fisik, kimia, dan mikrobiologi. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa air dari depot tidak berbau dan tidak berwarna, memiliki suhu 25°C, padatan terlarut berkisar antara 54-107 mg/L, dan kekeruhan 0,075-0,111 NTU. Komposisi kimiawi meliputi kisaran pH 6,72-7,1, konsentrasi besi dan mangan masing-masing 0,000-0,019 mg/L dan 0,737-3,687 mg/L, serta kisaran kesadahan 40-47 mg/L. Namun demikian, sampel yang diuji mikrobiologi menunjukkan adanya mikroorganisme. Terdapat berbagai macam coliform (2-184/100 mL) dan bakteri E. coli (1-6/100 mL). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa stasiun isi ulang air di Desa Kadumanggu tidak layak untuk dikonsumsi manusia. karena alasan sederhana bahwa air minum yang tercemar mikroorganisme berbahaya bagi kesehatan manusia.

References

Abdilanov, D., Hasan, W., & Marsaulina, I. (2012). Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi dan Pemeriksaan Kualitas Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Padang.

Abdullah. (2010). Analisis Kualitatif Air Sumur Sebagai Air Bersih Untuk Kebutuhan Sehari-hari di Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makasar [Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makasar]. UIN Alauddin Makasar Repository.

Agustini, A., & Rienoviar. (2011). Pengaruh Konsentrasi Ozon Terhadap Cemaran Mikroba Pada Air Minum Dalam Kemasan. Jurnal Dinamika Penelitian Industri. 22, 44-51.

Andini, N. F. (2017). Uji Kualitas Fisik Air Bersih Pada Sarana Air Bersih Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Nagari Cupak Kabupaten Solok. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 2(1).

Althena, D., Anwar M., Hendro M., & Muhasim. (2004). Kandungan Pb, Cd, Hg Dalam Air Minum Dari Depot Air Minum Isi Ulang Di Jakarta, Tanggerang dan Bekasi. Jurnal Ekologi Kesehatan 3.

Asfawi S. (2004). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Padas Tingkat Produsen di Kota Semarang Tahun 2004. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 3(2), 50-53.

Ferawaty E. (2004). Study Identifikasi Eschericia Coli Pada Air Minum Isi Ulang Tingkat Produsen Di Kota Semarang [Skrips, Universitas Diponogoro]. UNDIP Repository.

Madigan, M., Martinko, J., Stahl, D., & Clark, D. (2012). Biology Of Microorganisme. Pearson Education. United States Of AmericaMukti, AM. 2008 Penggunaan Tanaman Eceng Gondok (Eichhorniacrassipes) Sebagai Pre-Treatment Pengolahan Air Minum pada Air Selokan Mataram. [Tugas Akhir, Universitas Islam Indonesia]. Universitas Indonesia Library.

Nisanson, M. (2015). Kualitas Air Isi Ulang pada Depot Air Minum Di Wilayah Utara Kota Ende. Jurnal Teknosiar 9 (2).

Pertiwi, A. W. (2007). Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang Di Wilayah Kota Bogor. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(2).

Rosita, N. (2014). Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang Beberapa Depot Air Minum isi Ulang (DAMIU) Di Tanggerang Selatan. Jurnal kimia Valensi, 4(2).

Rosyani, A. P. (2016). Hubungan Hygiene Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kawasan Universitas Muhammdayah Surakarta. [Skripsi, Universitas Muhammdayah Surakarta]. UMS Repository.

Sampulawa, I. (2016). Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang Yang Dijual Di Kecamatan Teluk Ambon. Jurnal Arika 10 (1).

Sari, M., Putra, R. M., & Agrina. (2019). Hubungan Hygiene Sanitasi Terhadap Kualitas Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Lingkungan.

Syarif, M. (2021). Identifikasi Mikroplastik pada Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Tamangapa Kota Makassar [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Universitas Hasanuddin Repository.

Tombeng, R. B., Polii, B., & Sinolungan, S. (2013). Analisis Kualitatif Kandungan Escherichia Coli Dan Coliform Pada 3 Depot Air Minum Isi Ulang Di Kota Manado [Skripsi. Universitas Sam Ratulangi]. UNSRAT Repository.

Utami, N. (2018). Uji Escherichia Coli Dalam Air Minum Isi Ulang Dengan Metode Angka Paling Mungkin. [Skripsi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II]. Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Perpustakaan.

Widiyanti, N. L. P. M., & Ristiati, N. P. (2004). Analisis Kualitatif Bakteri Coliform pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Singaraja Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan. 3(1), 64-73.

Downloads

Published

2024-10-30

How to Cite

Widyaningrum, R., Rifqi, M., & Rohmayanti, T. (2024). Analisis Fisikokimia dan Mikrobiologi Depot Air Minum Isi Ulang di Desa Kadumanggu. Karimah Tauhid, 3(10), 12056–12068. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i10.15932

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.