Budidaya Edamame (Glycine max (L.) Merr) Secara Organik di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm Bogor

Authors

  • Septian Permana Universitas Djuanda
  • Yuliawati Universitas Djuanda
  • Muhammad Zainal Fanani Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i11.15889

Keywords:

kedelai, organik, produksi edamame, usaha tani

Abstract

Edamame merupakan kedelai sayur yang berasal dari Jepang dan biasa dikonsumsi untuk dijadikan sebagai cemilan dengan cara direbus. Kandungan protein pada edamame sebesar 31,52%. Budidaya Edamame dapat dilakukan secara konvensional ataupun organik. Budidaya secara konvesional secara terus menerus dapat merusak tanah dan keragaman hayati, sehingga perlu beralih pada budidaya sistem organik yang memiliki keunggulan untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan nilai C-organik pada tanah. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini bertujuan untuk menelaah budidaya tanaman edamame secara organik dan analisis usahataninya. Kegiatan dimulai dengan mempersiapkan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen. Pengolahan lahan dimulai dengan pembersihan lahan, pengemburan tanah, pembuatan bedengan, dan lubang tanam serta aplikasi pupuk dasar. Penanaman edamame dilakukan dengan jarak tanam 30 cm x 20 cm, dan kedalaman lubang 3-5 cm. Pemeliharaan tanaman meliputi kegiatan penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, serta pengendalian hama dan penyakit. Panen dilakukan ketika kedelai edamame mencapai usia 60-65 hari setelah tanam, dan pascapanen mencakup penyortiran, pencucian, penirisan, dan pengemasan hasil panen. Analisis usahatani tanaman edamame di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm selama satu peridoe tanam dapat menghasilkan 275 kg edamame dengan penerimaan 8.250.000, biaya total sebesar 7.681.133, keuntungan 568.867, R/C sebesar 1.07, BEP produksi 256 kg, dan BEP harga 12.801/kg, sehingga usahatani ini dianggap layak untuk dijalankan.

References

[Kementan] Kementrian Pertanian. 2019. Kunjungan produksi benih jagung dan ekspor edamame di Jember. https://tanamanpangan.pertanian.go.id/detil-konten/berita/209 [15 September 2024].

Fajrin A, Suryawati S. 2015 Respon tanaman kedelai sayur edamame terhadap perbedaan jenis pupuk dan ukuran jarak tanam. Jurnal Agrovigor. 7(2): 57-62.

Fanani, M. Z., Rauf, A. U. N. U., Maryana, N. I. N. A., Nurmansyah, A., Hindayana, D. A. D. A. N., & Rochman, N. (2023). Functional response of endoparasitic wasp, Anagyrus lopezi on cassava mealybug, Phenacoccus manihoti by parasitism and host-feeding. Journal of Engineering Science and Technology, 18(3), 129-136.

Fanani, M. Z., Rauf, A., Maryana, N., Nurmansyah, A., & Hindayana, D. (2024). Dinamika populasi kutu putih Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) dan musuh alaminya pada tanaman singkong. Journal Agronida/Jurnal Agronida, 10(1), 27-38.

Fanani, M. Z., Rauf, A., Maryana, N., Nurmansyah, A., Hindayana, D., Rahayu, A., ... & Roestamy, M. (2024). Suppression of the Cassava Mealybug Populations, Phenacoccus manihoti (Hemiptera: Pseudococcidae) By Natural Enemies. ASEAN Journal of Science and Engineering, 4(2), 317-330.

Kartahadimaja J, Wentasari R, Sesanti RN. 2010. Pertumbuhan dan produksi polong segar edamame varietas Ryoko pada empat jenis pupuk. Agrovigor 3(2): 131- 136.

Komatsuzaki M, Syuaib MF. 2010. Comparison of the farming system and carbon sequestration between conventional and organic rice production in West Java, Indonesia. Sustainability. 2(3): 833-843.

Nindito S, Tamtomo K. 2020. Revisiting social movement in organic agriculture community in Yogyakarta, Indonesia. Annual International Conference on Social Sciences and Humanities. 452: 113–116

Purwantini TB. 2019. Pertanian organik: konsep, kinerja, prospek, dan kendala. In Forum Penelitian Agro Ekonomi. 37(2): 127-142.

Saeri M. 2018. Usahatani dan Analisisnya. Malang: Universitas Wisnuwardhana Malang Press.

Setyawan G, Huda S. 2022. Analisis pengaruh produksi kedelai, konsumsi kedelai, pendapatan per kapita dan kurs terhadap impor kedelai di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. 19(2): 215-225.

Sofyan A, Herlisa, Mulyawan R. 2022. Pertumbuhan dan hasil kedelai edamame setelah aplikasi petrhikaphos dikombinasikan pupuk kandang ayam pada tanah gambut. Jurnal Agroekoteknologi. 15(1): 30-38.

Suratiyah K. 2015. Ilmu Usahatani Edisi Revisi. Jakarta: Penebar swadaya.

Wahyuni A, Putri R, Jumawati R, Prasinta FP. 2022. Evaluasi mutu fisiologis benih kedelai kuning (Glycine max L.) pada penyimpanan terbuka. Jurnal Agrotek Tropika. 10(4): 555-562.

Waliyudin, M., Rochman, N., & Fanani, M. Z. (2023). SERANGAN Spodoptera frugiperda JE SMITH (lepidoptera: noctuidae) dan parasitoidnya di kabupaten/ota Bogor, indonesia: Attack of Spodoptera frugiperda JE Smith (Lepidoptera: Noctuidae) and Its Parasitoid in Parts of Bogor, Indonesia. Jurnal Agronida, 9(2), 93-102.

Wyckhuys, K. A., Wongtiem, P., Rauf, A., Thancharoen, A., Heimpel, G. E., Le, N. T., ... & Neuenschwander, P. (2018). Continental-scale suppression of an invasive pest by a host-specific parasitoid underlines both environmental and economic benefits of arthropod biological control. PeerJ, 6, e5796.

Downloads

Published

2024-11-12

How to Cite

Permana, S., Yuliawati, & Fanani, M. Z. (2024). Budidaya Edamame (Glycine max (L.) Merr) Secara Organik di PT Dwipa Jawa Organik Boja Farm Bogor. Karimah Tauhid, 3(11), 12360–12372. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i11.15889

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.