Sistem Pengendalian Mutu Proses Produksi Mi Instant Varian Goreng Gaga 100 Extra Pedas di PT XYZ Ciawi-Bogor
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i6.24539Keywords:
CCP, HACCP, industri pangan, mi instan, pengendalian mutuAbstract
Industri mi instan merupakan sektor pangan dengan tingkat konsumsi tinggi di Indonesia, sehingga menuntut penerapan sistem pengendalian mutu khusus untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sistem pengendalian kualitas pada proses produksi mi instan varian Goreng Gaga 100 Extra Pedas di PT XYZ, Ciawi-Bogor. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung selama kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL), wawancara dengan tenaga kerja, serta studi dokumentasi perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi terdiri dari sejumlah tahapan utama, seperti pencampuran (mixing), pembentukan (sheeting dan slitting), pemasakan (steaming), pemotongan, penggorengan (frying), pendinginan (cooling), dan pengemasan (packing). Pengendalian kualitas mutu dilakukan secara komprehensif dari tahap bahan baku sampai produk jadi.. Tahap penggorengan diidentifikasi sebagai Critical Control Point (CCP) karena berpengaruh terhadap kadar air, kualitas minyak, dan umur simpan produk.
Penerapan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan ISO 22000 terbukti efektif dalam mengendalikan potensi bahaya serta menjaga konsistensi mutu produk. Dengan demikian, sistem pengendalian mutu yang diterapkan mampu menjamin keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk di pasar.
References
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1994). SNI 3351:1994 Mi Instan. Jakarta: BSN.
Handayani, R., Martunis, dan Efendi, M. 2019. Studi perubahan mutu minyak goreng sawit akibat pemanasan berulang. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 11(1), 29–36
Kaban, S. H., Rangkuti, S., dan Ivan, R. Y. 2023. Analisis Penerapan Pengendalian Mutu Dalam Meningkatkan Kualitas Produk Pada PT. Jakarana Tama
Medan. Journal Economic Management and Business, 2(1), 75-84.
Marsono, Y., dan Astana, W. P. 2002. Pengkayaan Protein Mie Instant Dengan Tepung Tahu. Agritech, 22(3), 99-103.
Mariyani, T. 2011. Pengaruh penambahan garam alkali terhadap kualitas mie basah. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 10(2), 45–52.
Mariyani, N. 2011. Studi pembuatan mie kering berbahan baku tepung singkong dan mocal (modified cassava flour). Jurnal Sains Terapan: Wahana Informasi dan Alih Teknologi Pertanian, 1(1), 30-41.
Rahmawati, D., dan Nurjanah, S. 2020. Pengaruh Pengendalian Mutu Terhadap Kualitas Produk Mie Instan Di PT. XYZ. Jurnal Teknologi Pangan, 12(2), 45-56.
Riyanto. 2014. Validasi Dan Verifikasi Metode Uji Sesuai Dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Pengujian Dan Kalibrasi. Yogyakarta : CV. Budi Utama.
Suwandi, A. 2016. Peningkatan Kualitas Untuk Meminimasi Cacat Produk Cat Plyurethane Dengan Metode Taguchi. Jurnal Inovisi, 12(2), 55–71
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anisa Aulia Rahma, Tiara Amanda Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




