Anomie di Era Digital: Transformasi Norma Sosial dan Kerentanan Penyimpangan dalam Pengalaman Kehidupan Sehari-hari

Authors

  • Arya Teguh Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23402

Keywords:

anomie, penyimpangan, sosial, norma

Abstract

Percepatan digitalisasi merekonstruksi pola interaksi dan acuan nilai kolektif. Namun kajian sistematis tentang bagaimana perubahan ini menghasilkan pengalaman kehilangan pedoman normatif (anomie) dan kaitannya dengan kecenderungan perilaku menyimpang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan tersebut. Pendekatan deskriptif-kualitatif dipakai dengan kombinasi studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap tiga informan. Digitalisasi diidentifikasi sebagai pemicu utama transformasi norma sosial, memengaruhi praktik komunikasi, pekerjaan, pendidikan, dan pembentukan relasi sehingga menurunkan intensitas interaksi tatap muka dan meningkatkan hubungan instrumental. Nilai tradisional seperti kesopanan dan penghormatan masih diakui namun penerapannya tidak konsisten, terutama di ruang daring, sehingga menimbulkan ambiguitas orientasi moral. Informan melaporkan kebingungan normatif yang diperparah oleh tekanan struktural terkait ekonomi, pendidikan, dan tuntutan status; kondisi ini meningkatkan kecemasan, menurunkan kesejahteraan emosional, dan membuka peluang adaptasi menyimpang. Keluarga tetap dipandang sebagai sumber nilai paling stabil, sedangkan lembaga formal menghadapi tantangan legitimasi dan adaptasi. Strategi yang diusulkan meliputi peningkatan literasi digital, penguatan nilai kemanusiaan di tingkat komunitas, dialog antargenerasi, dan rekonstruksi norma yang kontekstual.

References

Aisy, M. R., Fadia, M. F., Salsabila, M., & Putra, P. (2025). Perubahan nilai dan norma pada masyarakat: Studi sosial di era globalisasi. Jurnal Cakrawala Akademika, 1(6), 2219-2202.

Burlian, P. (2022). Patologi sosial. Bumi Aksara.

Fathoni, T. (2024). Konsep Solidaritas Sosial dalam Masyarakat Modern perspektif Émile Durkheim: The Concept of Social Solidarity in Modern Society: Émile Durkheim's Perspective. Journal of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129-147.

Koli, Y. B., Kamaruddin, S. A., & Awaru, A. O. T. (2025). KRISIS PERAN SOSIAL: PENGANGGURAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS DALAM STRUKTUR MASYARAKAT MODERN. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 5(2), 330-338.

Nur, D., Ibraya, N. S., & Marsuki, N. R. (2024). Dampak sosiologi digital terhadap perubahan sosial budaya pada masyarakat masa depan. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 2(2), 123-135.

Putra, M. A. H. E., Yusuf, H. (2025). Penyimpangan Sosial sebagai Awal Tindak Kriminal Social Deviation as The Beginning of Criminal Actions. JICC: Jurnal Intelek Insan Cendikia.

Sitorus, J. R. (2025). Analisis Perilaku Agresif Kolektif Dalam Tawuran Pelajar Di Kabupaten Bandung Berdasarkan Perspektif Teori Anomie Emile Durkheim. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 1283-1290.

Sarwi, M. S., Wasino, M., Okky Ratri Nawangsari, M. P., Yanti Sulistyowati, M. P., Fadilla Aisah Nurikhsani, S. P., & Septina Rahmawati, S. P. (2025). MASALAH SOSIAL DI INDONESIA. Cahya Ghani Recovery.

Utami, R. (2025). Etika Emosi dalam Praktik Keadilan Sosial: Pendekatan Filosofis terhadap Afeksi dan Aksi.

Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198-211.

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Teguh, A. (2026). Anomie di Era Digital: Transformasi Norma Sosial dan Kerentanan Penyimpangan dalam Pengalaman Kehidupan Sehari-hari. Karimah Tauhid, 5(4), 1616–1624. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23402

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.