Kestabilan Pigmen Alami dalam Bahan Pangan terhadap Pengaruh Proses Pengolahan dan Faktor Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i2.22743Keywords:
pigmen alami, kestabilan warna, pewarna pangan, pengolahan pangan, faktor lingkunganAbstract
Warna merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi persepsi mutu dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk pangan. Penggunaan pigmen alami seperti antosianin, klorofil, karotenoid, betalain, serta senyawa fenolik semakin diminati sebagai alternatif pewarna sintetis, namun penerapannya masih menghadapi kendala terkait kestabilan warna selama pengolahan dan penyimpanan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta stabilitas pigmen alami yang berasal dari bahan pangan berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan berupa literature review terhadap artikel ilmiah nasional yang mengkaji pengaruh suhu, lama pemanasan, metode ekstraksi, serta faktor lingkungan terhadap perubahan warna pigmen alami. Hasil kajian menunjukkan bahwa pigmen antosianin memiliki sensitivitas tinggi terhadap peningkatan suhu dan waktu pemanasan, sedangkan klorofil mengalami perubahan warna akibat degradasi struktur molekul selama perlakuan panas. Stabilitas pigmen betalain sangat dipengaruhi oleh teknik ekstraksi yang digunakan, sementara paparan cahaya dan kontak dengan air terbukti mempercepat degradasi pigmen berbasis senyawa fenolik. Secara umum, kestabilan pigmen alami dipengaruhi oleh jenis pigmen, kondisi pengolahan, serta faktor lingkungan, sehingga pengendalian ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam pengembangan pewarna pangan alami yang lebih stabil dan aman.
References
Amrih, D., Syarifah, A. N., Marlinda, G., Budiarti, P., Safitri, A., Nugraha, I. S. A., Izzati, N. K., Lejap, T. Y. T., Maulana, I., & Rahmanto, L. (2023). Pengaruh Pemanasan Terhadap Perubahan Warna Pada Pangan. Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product, 1–4. https://doi.org/10.31316/jitap.vi.5781
Eko Wiyono, A., Windaru Runteka, O., Choiron, M., Ruriani, E., & Belgis, M. (2022). Stabilitas Serbuk Pewarna Alami Berbasis Antosianin Buah Naga Merah Apkir Tervariasi Pelarut Asam Dalam Berbagai Kondisi Eksterna. Jurnal Agritechno, 74–84. https://doi.org/10.20956/at.vi.693
Maoka, T. (2020). Carotenoids as natural functional pigments. In Journal of Natural Medicines (Vol. 74, Issue 1). Springer. https://doi.org/10.1007/s11418-019-01364-x
Nasrullah, Husain, H., & Syahrir, M. (2020). Pengaruh Suhu Dan Waktu Pemanasan Terhadap Stabilitas Pigmen Antosianin Ekstrak Asam Sitrat Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrizus) Dan Aplikasi Pada Bahan Pangan.
Putra, T. A., Safitri, K. A., & Irawan, A. (2023). Ekstraksi Zat Warna Alami dan Identifikasi Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Umbi Bit (Beta vulgaris L.). https://ejurnalunsam.id/index.php/JQ
Sen, T., Barrow, C. J., & Deshmukh, S. K. (2019). Microbial pigments in the food industry—challenges and the way forward. In Frontiers in Nutrition (Vol. 6). Frontiers Media S.A. https://doi.org/10.3389/fnut.2019.00007
Yuniati, Y., Handarini, K., & Rahmiati, R. (2024). Studi Pustaka: Ekstraksi Pewarna Alami dari Tanaman di Indonesia. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 1099. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v12i1.11339
Zahrah, F. N., Rizkia, V., & Djonaedi, E. (2025). Pengaruh Sodium Benzoat Terhadap Ketahanan Warna Pewarna Alami Dari Kulit Alpukat Terhadap Cahaya Dan Pencucian.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syifa Fauziyah Febriyani, Raden Siti Nurlaela, Siti Nurhalimah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




