Perubahan Hubungan Peran MPR RI dengan Presiden dalam Kerangka Perubahan Konstitusi Republik Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i2.16796Keywords:
amandemen UUD 1945, hubungan peran, hukum tata negara, MPR RI, sistem pemerintahanAbstract
Pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Paripurna MPR RI pada 20 Oktober 2024 mendorong diskusi mengenai peran MPR RI pasca amandemen UUD 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran MPR RI dalam pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia dalam kerangka perubahan peran MPR RI di konstitusi Republik Indonesia sebelum dan pasca amandemen UUD 1945. Penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif. Sumber data adalah teks UUD 1945 sebelum dan pasca amandemen. Sumber data lain adalah penelitian terdahulu yang membahas topik serupa sebagai rujukan interpretasi teks. Hasil penelitian menemukan terdapat perubahan peran MPR RI dari penentua siapa yang menjadi presiden dan wakil presiden menjadi penyelenggara acara seremonial pelantikan presiden. Perubahan terjadi karena perubahan hubungan peran antara MPR RI dengan presiden dan wakil presiden dalam hukum tata negara Republik Indonesia. Perubahan ini menandai perubahan sistem pemerintahan dan hukum tata negara Republik Indonesia
References
Affandi, H. (2022). Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dan Pelaksanaan Sidang Tahunan: Paradoks Kewenangan Eksklusif Majelis Permusyawaratan Rakyat. Jurnal Majelis, Edisi, 6, 1-40.
`Botirova, G. (2021). Subject of Constitutional Law. Scientific progress, 2(7), 404-406.
Cardno, C. (2018). Policy Document Analysis: A Practical Educational Leadership Tool and a Qualitative Research Method. Educational Administration: Theory & Practice, 24(4), 623–640.
de Almeida Ribeiro, G. (2022). What is constitutional interpretation?. International Journal of Constitutional Law, 20(3), 1130-1161.
Dramanda, W., & Rohman, A. (2022). Pelantikan dan Sumpah Jabatan Presiden dalam Kerangka Konstitusionalisme. JURNAL MAJELIS, 6, 147.
Giustini, D. (2022). Haken conference interpreters in Japan: Exploring status through the sociology of work and of professions. Interpreting and Society, 2(1), 3-31.
Hapsoro, F. L., Ismail, I., & Rofiqi, M. H. (2024). Refleksi Kedudukan MPR Dalam Sistem Pemerintahan Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945. IBLAM LAW REVIEW, 4(3), 197-210.
Ismail, I., & Hapsoro, F. L. (2019). Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Pemilu Dalam Perspektif Prinsip Kedaulatan Rakyat. Justitia et Pax, 35(1), 55–66.
Kashani, M. R. A. (2020). Sovereignty assessment in relation to islam and democracy. International Journal of Advanced Research in Management and Social Sciences, 9(3), 1-17.
Kementrian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia. (2024, Oktober 20). Pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029. Diambil dari https://www.kemhan.go.id/2024/10/21/pelantikan-prabowo-subianto-dan-gibran-rakabuming-raka-sebagai-presiden-dan-wakil-presiden-ri-2024-2029.html.
Kuswanto, K. (2018). Consistency of the Presidential System in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 2(2), 170-182.
Mackieson, P., Shlonsky, A., & Connolly, M. (2019). Increasing rigor and reducing bias in qualitative research: A document analysis of parliamentary debates using applied thematic analysis. Qualitative Social Work, 18(6), 965-980.
Munir, E. (2005). Laporan Akhir Pengkajian Hukum tentang Hubungan Lembaga Negara Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta: DEPARTEMEN HUKUM dan HAK ASASI MANUSIA BADAN PEMBINAAN HUKUM NASIOANAL TAHUN 2005.
Presiden Republik Indonesia. (2024, Oktober 20). Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Resmi Dilantik Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Diambil dari https://www.presidenri.go.id/siaran-pers/prabowo-subianto-dan-gibran-rakabuming-raka-resmi-dilantik-sebagai-presiden-dan-wakil-presiden-ri/.
Purnomo, A. M. (2023a). Contested access in the failing urban culinary tourism planning: A case of Bogor, Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 27(1), 32-45.
Rahman, A. (2016). Impeachment dalam UUD 1945 Pasca Amandemen. DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum, 14(1), 88-107.
Ruhenda, R., Heldi, H., Mustapa, H., & Septiadi, M. A. (2020). Tinjauan Trias Politika Terhadap Terbentuknya Sistem Politik dan Pemerintahan di Indonesia. Journal of Governance and Social Policy, 1(2).
Soesatyo, B., Suganda, A., & Mau, H. A. (2024). The Role and Benefits of People's Requirements (MPRS) in The Indonesian State System after The 1945 Amendment: Optimization and Challenges. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi, 1(7), 334-346.
Wartoyo, F. X. (2023). Comparative Study of the Authority of the MPR During the New Order and Reform Order from the Perspective of the Theory of Dignified Justice. International Journal of Educational Research Excellence (IJERE), 2(2), 577-583.
Yulianto, W., & Amalia, D. S. (2024). Authority of The Constitutional Court in Impeachment of The President and/or The Vice President According to The Basic Law of The Republic of Indonesia of 1945. International Journal of Educational Research & Social Sciences, 5(1), 63-70.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Agustina Multi Purnomo, Danu Suryani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




