Analisis Kandungan Arsenik, Formalin, dan Salmonella sp. Cumi Segar di Pasar Tradisional Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.30997/jah.v11i1.9992Keywords:
Salmonella sp, formalin, arsen, bogor, cumi-cumiAbstract
Cumi-cumi (Loligo sp) menjadi salah satu komoditas produk perikanan laut yang banyak disukai masyarakat, namun dengan bertambahnya jumlah industri dan pemukiman penduduk dalam suatu wilayah, umumnya di area tersebut sudah mengalami polusi karena peningkatan jumlah limbah salah satunya terkandung logam berat seperti arsen, dalam memperpanjang masa simpan pada produk seperti cumi yang mudah rusak dengan pencampuran bahan kimia berbahaya seperti formalin, selain cemaran logam dan kimia produk cumi-cumi juga rentan akan cemaran mikroba seperti Salmonella sp. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk memahami keamanan pangan pada cumi segar yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional Kota Bogor. Pengujian logam berat arsen menggunakan alat dengan metode Atomic Absorption Spektrophotometer, formalin menggunakan Rapid Tes Kit merek Labtest serta pengujian cemaran mikroba menggunakan metode kualitatif. Sampel penelitian didasarkan dengan menerapkan teknik pengambilan sampel secara purposive yang melibatkan enam pasar tradisional yang berlokasi di Kota Bogor dengan dua kali ulangan simplo. Hasil penelitian pengujian logam berat menunjukan bahwa seluruh sampel terkandung logam arsen dengan kadar arsen berkisar 0,01- 0,09 mg/kg dan tidak melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (1,0 mg/Kg), pengujian formalin semua sampel negatif terhadap kandungan formalin mengacu Standar Permenkes RI No 033 Tahun 2012, dan untuk pengujian cemaran mikroba pada penelitian ini seluruh sampel negatif mengandung Salmonella sp. dan tidak melebihi batas (negatif/25 g).
References
Abdullah, S. (2013). Uji kualitatif kandungan formalin pada ikan asin yang dijual di pasar sentral Kota Gorontalo [Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo].
Adisasmita, A. P., Yuliawati, S., & Hestiningsih, R. (2015). Survei keberadaan formalin pada produk perikanan laut segar yang dijual di pasar tradisional Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3), 109–119.
Badan Standardisasi Nasional. (2006). SNI 7387:2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat. Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2009). SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan. Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 01-4866-1998 tentang uji kimia penentuan kadar logam berat arsen (As). Jakarta: BSN.
Dinas Sumber Daya Air (DSDA). (2015). Data tingkat cemaran di perairan Teluk Jakarta berdasarkan persentase pada indeks keragaman. Jakarta: DSDA.
Dewi, E. R. (2022). Analisis cemaran logam berat arsen, timbal, dan merkuri pada makanan di wilayah Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(1), 1–9.
Fatiqin, A., Novita, R., & Apriani, I. (2019). Pengujian Salmonella sp dengan menggunakan media SSA dan E. coli menggunakan media EMBA pada bahan pangan. Jurnal Indobiosains, 1(1), 22–29.
Febriana. (2015). Pengujian bakteri Salmonella sp. pada cumi-cumi (Loligo sp) [Skripsi, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep].
Hartin, A., Anita, S., & Hanifah, T. A. (2017). Analisis korelasi formalin dan protein pada udang kelong (Penaeus indicus) dan udang putih (Litopenaeus vannamei). Jurnal Sains, 3(1), 1–8.
Istarani. (2014). Pengaruh paparan arsen terhadap perubahan kulit pada manusia. Medan: Pustaka Medis.
Khoerunnisa, H., Hutami, R., & Kurniawan, M. F. (2020). Analisis kandungan mikroba, formalin, dan timbal (Pb) pada tahu yang dijual di daerah macet Cicurug, Ciawi, dan Cisarua Jawa Barat. Jurnal Argoindustri Halal, 6(1), 87–96.
Kustarini, M. (2016). Analisis kandungan formalin dan methanyl yellow serta pada hygiene sanitasi pengolahan pada tahu kuning [Skripsi, Universitas Negeri Medan].
Mardiyah, U., & Jamil, S. N. A. (2020). Identifikasi kandungan formalin pada produk perikanan segar yang dijual di Pasar Mimbo dan Pasar Jangkar. Jurnal Ilmu Perikanan, 2(11), 135–140.
Martanda, F. D. (2019). Identifikasi Salmonella sp dan Staphylococcus aureus serta hitung jumlah total bakteri pada margarin. Jurnal Sains Health, 3(2), 17–21.
Mulyono, B., Rahmawati, T., & Hidayat, A. (2023). Statistik produksi perikanan Indonesia tahun 2021. Jurnal Statistik Kelautan, 8(2), 100–110.
Notoadmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhayati. (2009). Analisis kadar arsen (As) pada kerang bivalvia yang berasal dari laut Belawan [Skripsi, Universitas Sumatera Utara].
Putra, L. V. D. (2022). Identifikasi bakteri Salmonella sp pada ikan bandeng segar (Chanos chanos) dari tempat pelelangan ikan Gandukan Lumpur Kabupaten Gresik. Jurnal Ilmiah Biologi, 10(2), 881–890.
Ruangwises, S., Saipan, P., Tengjaroenkul, B., & Ruangwises, N. (2011). Arsenic levels in seafood from the Gulf of Thailand. Food Protection Journal, 75(4), 771–774.
Suryono, C. A., & Indardjo, A. (2022). Logam berat merkuri (Hg) dan arsen (As) pada hasil tangkapan nelayan pesisir Kota Semarang dan Tegal, Jawa Tengah. Jurnal Kelautan Tropis, 25(3), 456–462.
Yulianti, C. H. (2021). Perbandingan uji deteksi formalin pada makanan menggunakan pereaksi anilin dan alat Rapid Test Kit. Jurnal Media Pangan, 22(2), 12–15.
Zulaihah, L., Nur, I., & Marasabessy, A. (2018). Program pendinginan ikan pada kelompok pedagang pasar pelelangan Muara Baru Jakarta Utara. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 262–265.
Zumaeroh, A., Amalia, L., & Kurniawan, M. F. (2022). Identifikasi kandungan formalin, methanyl yellow, dan cemaran mikroba pada mie glosor yang dijual di pasar tradisional Kota Bogor. Jurnal Argoindustri Halal, 8(2), 252–261.
Zuraida, R., Permanawati, Y., & Ibrahim, A. (2013). Kandungan logam berat (Cu, Pb, Zn, Cd, dan Cr) dalam air dan sedimen perairan Teluk Jakarta. Jurnal Geologi Kelautan, 11(1), 9–16.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fitri Kurniawati, Rosi Hutami, Muhammad Fakih Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Agroindustri Halal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agroindustri Halal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Agroindustri Halal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work




