Penambahan Karagenan Dalam Edible Coating Lidah Buaya (Aloe vera. L) untuk Mempertahankan Kualitas Tomat Selama Penyimpanan

Authors

  • Fina Yunisa Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau
  • Yelmira Zalfiatri Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau
  • Yossi Kharisma Dewi Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.30997/jah.v11i2.13678

Keywords:

aloe vera, edible coating, carrageenan,tomato

Abstract

The aim of this study was to obtain the best concentration of carrageenan in aloe vera edible coating on the quality of tomatoes during storage. This research was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) with five treatments and three replications. The edible coating treatments included K0 (without carrageenan), K1 (0.3% carrageenan), K2 (0.4% carrageenan), K3 (0.5% carrageenan), and K4 (0.6% carrageenan) which were applied to tomatoes during 16 days of storage. Sidik variance showed that the addition of carrageenan to aloe vera edible coating had a significant effect on the analysis of milk weight, hardness, total dissolved solids, vitamin C content, and descriptive color and texture tests. The best treatment in this study was aloe vera edible coating with the addition of 0.6% carrageenan (K4) in maintaining the quality of tomatoes during the 16th day of storage, with a weight loss value of 4.90%, hardness of 7.69 kg/f, total solids dissolved 1.47 ºBrix, vitamin C 21.65 mg/100g. The sensory assessment of tomatoes in the K4 treatment descriptively had a score of 4.73 (reddish orange), texture with a score of 3.83 (hard texture). 

References

Bourne, M. C. (2002). Food Texture and Rheology. Elsevier Science.

Budiman. (2011). Aplikasi Pati Singkong Sebagai Bahan Baku Edible Coating untuk Memperpanjang Umur Simpan Pisang Cavendish (Musa Cavendishii). In Jurnal ICHTHYOS (Vol. 7, Issue 1). Institut Pertanian Bogor.

Canene-Adams, K., Campbell, J. K., Zaripheh, S., Jeffery, E. H., & Erdman, J. W. (2005). The tomato as a functional food. The Journal of Nutrition, 135(5), 1226–1230. https://doi.org/10.1093/jn/135.5.1226 .

Huse, A. M., Wignyanto, & Dewi, I. A. (2010). Aplikasi Edible Coating dari Karagenan dan Gliserol untuk Mengurangi Penurunan Kerusakan Apel Romebeauty.

Khasanah, U. (2009). Pemanfaatan Gel Lidah Buaya Sebagai Edible Coating Untuk Memperpanjang Umur Simpan Paprika (Capsicum annum) Varietas Sunny. Institut Pertanian Bogor.

Kismaryanti, A. (2007). Aplikasi Gel Lidah Buaya (Aloe Vera L.) sebagai Edible Coating Pada Pengawetan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Institut Pertanian Bogor.

Kohar, T. A., Yusmarini, & Ayu, D. F. (2018). Aplikasi Edible Coating Lidah Buaya (Aloe vera L.) Dengan Penambahan Karagenan Terhadap Kualitas Buah Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Sagu, 17(1), 29–39.

Kusumiyati. 2017. Mutu buah sawo selama periode simpan berbeda. Jurnal Kultivasi. 16(3): 451–45

Lathifa, H. (2013). Pengaruh Jenis Pati sebagai Bahan Dasar Edible Coating dan Suhu Penyimpanan terhadap Kualitas Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Lee, S. K., & Kader, A. A. (2000). Preharvest and postharvest factors influencing vitamin C content in horticultural crops. Postharvest Biology and Technology, 20(3), 207-220.

Mahfudin, Prabawa, S., & Sugianti, C. (2016). Kajian ekstrak daun randu (Ceiba pentandra L.) sebagai bahan edible coating terhadap sifat fisik dan kimia buah tomat selama penyimpanan. Jurnal Teknotan, 10(1), 17–23.

Mardiana, K. (2008). Pemanfaatan gel lidah buaya sebagai edible coating buah belimbing manis (Averrhoa carambola L.). Institut Pertanian Bogor.

Pujimulyani, D. 2009. Teknologi Pengolahan Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Purwati, E., & Khairunisa. (2007). Budidaya Tomat Dataran Rendah dengan Varietas Unggul Serta Tahan Hama & Penyakit. Penebar Swadaya.

Rachmawati, A. K. (2009). Ektraksi dan Karakteristik Pektin Cincau Hijau untuk Pembuatan Edible Film. Universitas Sebelas maret.

Reynolds, T., & Dweck, A. C. (1999). Aloe vera leaf gel: A review update. Journal of Ethnopharmacology, 68(1–3), 3–37. https://doi.org/10.1016/S0378-8741(99)00085-9

Sari, R.N., C. Sugianti, dan D.D Novita. 2015. Pengaruh konsentrasi tepung karagenan dan gliserol sebagai edible coating terhadap perubahan mutu buah stroberi (Fragaria x ananassa) selama penyimpanan. Jurnal Teknik Pertanian. 4(4): 305–314.

Sartika, Hayati, R., & Kusumawati, E. (2015). Kajian Kandungan Vitamin C dan Organoleptik dengan Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Buah Tomat. Kajian Kandungan Vitamin C Dan Organoleptik Dengan Konsentrasi Dan Lama Perendaman Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Buah Tomat, 257–265.

Syafutri, M. I., Pratama, F., & Saputra, D. (2006). Sifat fisik dan kimia buah mangga (mangifera indica L.) selama penyimpanan dengan berbagai metode pengemasan. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, 17(1), 1–11.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Yunisa, F., Zalfiatri, Y., & Dewi, Y. K. (2025). Penambahan Karagenan Dalam Edible Coating Lidah Buaya (Aloe vera. L) untuk Mempertahankan Kualitas Tomat Selama Penyimpanan. JURNAL AGROINDUSTRI HALAL, 11(2), 245–254. https://doi.org/10.30997/jah.v11i2.13678

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.