Persepsi Industri Jamu Madura dalam Memberikan Jaminan Halal pada Konsumen di Kabupaten Bangkalan

Authors

  • Sri Ratna Triyasari Program Studi Agribisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia, 69162
  • Listiana Budi Anti Program Studi Agribisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia, 69162
  • Dian Farida Asfan Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia, 69162

DOI:

https://doi.org/10.30997/jah.v11i1.12717

Keywords:

halal, jamu, konsumen, persepsi, umkm

Abstract

Sertifikat halal berguna sebagai jaminan bagi konsumen, untuk keamanan bahan baku dan proses produksi yang aman. Produk jamu yang dikonsumsi juga karena khasiatnya, membutuhkan legalitas halal untuk memberikan rasa aman dan percaya pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi pelaku usaha dalam memberikan jaminan halal pada konsumen. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif kemudian untuk mengetahui persepsi pelaku usaha menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan indikator persepsi yang dianggap sangat baik adalah pentingnya faktor halal karena kewajiban agama; lalu pentingnya kebersihan dan keamanan produk; selanjutnya label halal merupakan item yang penting. Tingkat kesadaran pemilik usaha UMKM tinggi dalam hal menyediakan jaminan halal terhadap konsumen memerlukan adanya dukungan dari pemerintah untuk mengoptimalkan produk yang aman dengan legalitas yang baik. indeks tingkat persepsi industri jamu dalam memberikan jaminan halal yaitu sebesar 81,75% yaitu sangat baik yang artinya para pelaku usaha memiliki kesadaran yang tinggi terkait kepemilikan sertifikasi halal.

References

BPJPH. (2020). Prosedur pelaksanaan layanan sertifikasi halal BPJPH dan satuan tugas layanan sertifikasi halal daerah. https://www.indonesia.go.id/kategori/perdagangan/557/cara-memperoleh-sertifikasi-halal-mui

Desi Anisah, Pardiansyah Romli, & Muhammad Hairul. (2023). Tinjauan yuridis terhadap peredaran obat tradisional berbahan kimia ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 1(1), 113–122. https://doi.org/10.59246/aladalah.v1i1.153

Fachrista, I. A., & Sarwendah, M. (2014). Persepsi dan tingkat adopsi petani terhadap inovasi teknologi pengekukaan tanaman terpadu padi sawah. Jurnal Agriekonomika, 3(1), 1–10.

Farhan, M., & Fajar. (2021). Efektifitas peraturan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM jamu di Bangkalan. The Leader’s Writing, 2(2), 180–188.

Fitri, A. (2017). Pelaksanaan standard operating procedure (SOP) sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau (studi kasus usaha katering di Kota Pekanbaru). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(1), 1–14.

Helmi, B. S., Hidayat, K., & Fakhry, M. (2019). Pengaruh Undang-Undang Jaminan Produk Halal terhadap pengembangan produk jamu Madura. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 12(2), 100–107. https://journal.trunojoyo.ac.id/pamator/article/view/6280

Karyani, E., Geraldina, I., Haque, M. G., & Zahir, A. (2024). Intention to adopt a blockchain-based halal certification: Indonesia consumers and regulatory perspective. Journal of Islamic Marketing. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2023-0069

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Permenkes RI Nomor 5 Tahun 2022 tentang organisasi dan tata kerja Kementerian Kesehatan, 879, 2004–2006.

Khairunnisa, H., Lubis, D., & Hasanah, Q. (2020). Kenaikan omzet UMKM makanan dan minuman di Kota Bogor pasca sertifikasi halal. Al-Muzara’ah, 8(2), 109–127. https://doi.org/10.29244/jam.8.2.109-127

Muawwanah, S. H., & Makhtum, A. (2022). Jurnal Bilal bisnis ekonomi halal. Jurnal Bilal: Bisnis Ekonomi Halal, 3(2), 120–129.

Munica, R. D., Ulya, M., & Fakhry, M. (2017). Analisis strategi pengembangan industri jamu tradisional di Kabupaten Bangkalan - Madura. Agrointek, 11(2), 84–91. https://doi.org/10.21107/agrointek.v11i2.3057

Mutmainah, L. (2018). The role of religiosity, halal awareness, halal certification, and food ingredients on purchase intention of halal food. Ihtifaz: Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking, 1(1), 33–50. https://doi.org/10.12928/ijiefb.v1i1.284

Nainggolan, R. (2016). Gender, tingkat pendidikan dan lama usaha sebagai determinan. Kinerja, 20, 1–12.

Ningrum, H. M. (2023). Kesadaran halal dan persepsi sertifikasi halal di kalangan pelaku usaha mikro bidang kuliner jajanan. Aleph, 87(1–2), 149–200.

PP Republik Indonesia. (2021). Penyelenggaraan bidang jaminan produk halal (No. 39 Tahun 2021), 086085, 53–54.

Priatini, W., Rachmah, H., & Fitria, N. (2019). What is the perception of halal food according to food vendors and consumers? In Proceedings of ISOT 2018 (pp. 360–364). https://doi.org/10.2991/isot-18.2019.80

Rizkiyah, N. F. (2019). Persepsi produsen home industri bidang pangan terhadap penerapan sistem jaminan halal di Kota Mataram. Jurnal Ilmiah, 17, 377–388.

Rosmawati, Andriyuni, L., & Rachman, A. (2019). Persepsi pemilik toko apotek terhadap kewajiban sertifikat halal bagi obat yang beredar di Indonesia. (No volume/issue ditemukan).

Sari, M. K. (2020). Kesadaran hukum pelaku usaha mikro kecil menengah berkaitan kepemilikan sertifikat halal pada produk olahan pangan. Novum: Jurnal Hukum, 7(1), 35–42.

Shahnia, C., Permana, D., Harini, S., Endri, E., & Wahyuningsih, M. (2024). The effect of halal awareness, halal certification, and social service cafe on purchase intention in Indonesia: The mediating role of attitude. International Review of Management and Marketing, 14(3), 97–104. https://doi.org/10.32479/irmm.16186

Suganda, A. R., Ginantaka, A., & Delfitriani, D. (2024). Analisis Pemahaman Masyarakat Terhadap Kewajiban Sertifikasi Halal pada Produk Makanan dan Minuman Skala UMK di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 6(2), 13–34. https://doi.org/10.30997/jiph.v6i2.15627

Susanto, A., Ginantaka, A., & Delfitriani, D. (2022). Perancangan sistem jaminan halal produk hand sanitizer di PT. XYZ. Jurnal Agroindustri Halal, 8(1), 33–43. https://doi.org/10.30997/jah.v8i1.5284

Suwardi, E. (2020). The evolution in the value relevance of accounting measures in Indonesia. Gadjah Mada International Journal of Business, 22(1), 49–73. https://doi.org/10.22146/gamaijb.54059

Usmany, W. (2021). Analisis pendapatan usaha ternak sapi potong di Kecamatan Letti Kabupaten Maluku Barat Daya. Agrinimal: Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman, 9(1), 44–50. https://doi.org/10.30598/ajitt.2021.9.1.44-50

Wahyuni, H. C., Masudin, I., Wulandri, T., & Voak, T. (2024). Analysis of interplay between food safety systems and halal standards in Indonesia. International Food Research Journal, 31(2), 306–319. https://doi.org/10.47836/ifrj.31.2.03

Wahyuni, I. (2023). Persepsi UMKM tentang regulasi sertifikasi halal jalur self declare di Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Ekonomi Syariah dan Bisnis, 6, 147–158.

Yuni Maimuna, Diamond Limbong, & Sriayu Pracita. (2022). Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pengembangan UMKM berbasis pengetahuan khas perempuan Kota Kendari. Jurnal Ekonomi, 27(3), 399–416. https://doi.org/10.24912/je.v27i3.1114

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Triyasari, S. R., Anti, L. B., & Asfan, D. F. (2025). Persepsi Industri Jamu Madura dalam Memberikan Jaminan Halal pada Konsumen di Kabupaten Bangkalan . JURNAL AGROINDUSTRI HALAL, 11(1), 050–061. https://doi.org/10.30997/jah.v11i1.12717

Similar Articles

<< < > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.