Pengaruh Collaborative Governance terhadap Efektivitas Pengelolaan Geopark Bogor Halimun Salak

Authors

  • Kevin Ginaldo Universitas Djuanda
  • Rita Rahmawati Universitas Djuanda
  • R. Akhmad Munjin Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i5.23614

Keywords:

Collaborative Governance, Pengelolaan Geopark, Administrasi Publik, Kolaborasi Stakeholder

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh collaborative governance terhadap efektivitas pengelolaan Geopark Bogor Halimun Salak di Kabupaten Bogor. Collaborative governance merupakan pendekatan tata kelola yang menekankan kolaborasi berbagai aktor seperti pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan akademisi dalam pengelolaan sumber daya publik secara partisipatif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat dalam pengelolaan Geopark, dan dilakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan Geopark, yang ditunjukkan melalui hasil uji t dan uji F. Nilai koefisien determinasi (R²) juga memperlihatkan bahwa collaborative governance memberikan kontribusi dalam menjelaskan variasi efektivitas pengelolaan. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa sinergi antar pemangku kepentingan, transparansi, komunikasi, dan pengambilan keputusan bersama merupakan faktor penting untuk mencapai tata kelola pengelolaan Geopark yang efektif dan berkelanjutan.

References

Ansell, C. & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), pp. 543–571.

Bryson, J.M., Crosby, B.C. & Stone, M.M. (2015). Designing and Implementing

Cross‐Sector Collaborations: Needed and Challenging. Public Administration Review, 75(5), pp. 647–663.

Creswell, J.W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 4th ed. California: SAGE Publications.

Emerson, K., Nabatchi, T. & Balogh, S. (2012). An Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), pp. 1–29.

Miles, M.B., Huberman, A.M. & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. California: SAGE Publications.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark).

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

UNESCO. (2020). UNESCO Global Geoparks Guidelines. Paris: UNESCO.

Wahyudi, A. (2021). Kolaborasi Pemerintah dalam Pengelolaan Pariwisata Berbasis Komunitas. Jurnal Administrasi Publik, 6(2), pp. 112–125

Downloads

Published

2026-05-08

How to Cite

Ginaldo, K., Rahmawati, R., & Munjin, R. A. (2026). Pengaruh Collaborative Governance terhadap Efektivitas Pengelolaan Geopark Bogor Halimun Salak . Karimah Tauhid, 5(5), 2127–2159. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i5.23614

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.