Asupan Protein dan Pertumbuhan Balita dalam Konteks Gizi Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i3.23348Keywords:
asupan protein, status gizi, balita, antropometri, BB/TB, kecukupan giziAbstract
Status gizi balita dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi, terutama protein yang berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Namun, masih banyak balita yang belum memenuhi kebutuhan proteinnya sehingga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein terhadap status gizi balita berdasarkan indeks antropometri. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional dengan desain cross-sectional. Asupan protein dinilai melalui perhitungan kecukupan terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG), sedangkan status gizi ditentukan menggunakan indikator BB/TB dan nilai z-score WHO. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa 62,3% balita memiliki asupan protein di bawah AKG dan berisiko wasting. Analisis sebelumnya juga menunjukkan korelasi positif antara kecukupan protein dengan BB/TB (r = 0,331; p = 0,015) serta risiko stunting meningkat hingga enam kali pada balita yang kekurangan protein hewani (OR = 6,06; p < 0,001).
Kecukupan asupan protein, baik dari segi jumlah maupun kualitas, berpengaruh terhadap status gizi akut pada balita. Upaya peningkatan pemenuhan kebutuhan protein, khususnya dari pangan hewani, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah masalah gizi.
References
Adani, F. Y., Nuryanto, N., & Kartini, A. (2016). Hubungan asupan protein dengan status gizi balita. Journal of Nutrition College, 5(4), 234-241.
Akmaliyah, U. (2025). Protein sebagai molekul esensial untuk metabolisme dan imunitas. Biologika: Jurnal Ilmiah Biologi, 1(1), 27-35.
Febrindari, D., & Nuryanto, N. (2016). Hubungan asupan protein, energi, dan kejadian infeksi dengan status gizi balita. Journal of Nutrition College, 5(4), 300-308.
Handayani, D., Kusumaningrum, I., Nurlaela, R. S., & Handayasari, F. (2024). Literature Review: Produk Olahan Ikan Leled dalam Meningkatkan Protein. Karimah Tauhid, 3(5), 5861-5867.
Ilfada, A., Rahmawati, D., & Sari, P. (2024). Asupan protein dan hubungannya dengan status gizi anak balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(2), 89-97.
Nurhalimah, S., Muthiatulmillah, S., & Kusumaningrum, I. (2024). Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Minuman Serbuk Instan Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria tarnatea L.). Karimah Tauhid , 3 (10), 10850-10873.
Oktaviani, R., Suyatno, & Kartini, A. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 123-131.
Rahma, A. A., Nurlaela, R. S., Meilani, A., Saryono, Z. P., & Pajrin, A. D. (2024). Ikan sebagai sumber protein dan gizi berkualitas tinggi bagi kesehatan tubuh manusia. Karimah Tauhid, 3(3), 3132-3142.
Ulayya, F., Margawati, A., & Nuryanto, N. (2018). Hubungan infeksi kecacingan dengan status gizi pada balita. Journal of Nutrition College, 7(2), 65-72.
Widodo, Y., Santoso, B., & Rachmawati, I. (2018). Asupan zat gizi makro dan status gizi balita. Media Gizi Indonesia, 13(2), 110-118.
Wulandari, R., Hidayati, L., & Purnamasari, D. (2017). Pola konsumsi protein dan pertumbuhan balita. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 14(3), 145-152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Raden Siti Nurlaela, Siti Nur Halimah, Syifa Dwi Spirulina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




