Proses Produksi Yoghurt pada Industri Rumah Tangga di Kabupaten Bogor

Authors

  • Jihan Putri Pratama Universitas Djuanda
  • Deni Hendarto Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i9.21169

Keywords:

fermentasi, industri rumah tangga, pasteurisasi, susu segar, yoghurt

Abstract

Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi susu yang kaya nutrisi dan bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Permintaan akan produk ini terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan fungsional. Namun, tantangan utama terletak pada pengolahan susu segar yang cepat rusak, sehingga diperlukan proses produksi yang higienis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi yoghurt pada skala industri rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan produksi meliputi pasteurisasi, pendinginan, inokulasi kultur, fermentasi, serta penyimpanan dan penambahan perisa. Meskipun dilakukan dengan peralatan sederhana, proses berlangsung secara tertib dan higienis. Produk akhir memiliki karakteristik yang sesuai secara organoleptik dan diterima pasar lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa industri rumah tangga berpotensi memproduksi yoghurt berkualitas apabila didukung dengan pemahaman proses dan pengendalian mutu yang baik.

References

Chalimah, S., & Mayasari, D. (2014). Peran Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dalam pembuatan yoghurt canglo dengan penambahan stroberi (Fragaria x ananassa). Proceeding Biology Education Conference, 11(1), 55–59.

Hastuti, A., Amanda, T., & Fullazaky, M. A. (2022). Pendampingan pengawasan mutu proses produksi yoghurt. Jurnal Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(3), 2022.

Pratiwi, D., & Sugiyarti, L. (2022). Pengaruh kualitas bahan baku dan proses produksi terhadap kualitas produk: Studi kasus pada PT Kurnia Dwimitra Sejati Bogor. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 1(2), 907–918.

Rahayu, I. (2014). Kelompok usaha produk olahan susu segar di Dusun Boyong, Desa Hargobinangun, Sleman Yogyakarta. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 3(3), 160–169.

Wakhidah, N., Godras, J. M., & Utami, R. (2017). Yoghurt susu sapi segar dengan penambahan ekstrak ampas jahe dari destilasi minyak atsiri. Proceeding Biology Education Conference, 14(1), 278–284.

Wulandari, D. C., Nurdiana, N., & Rahmi, Y. (2016). Identifikasi kesempurnaan proses pasteurisasi ditinjau dari total bakteri serta kandungan protein dan laktosa pada susu pasteurisasi kemasan produksi pabrik dan rumah tangga di Kota Batu. Majalah Kesehatan, 3(3), 144–151.

Wulanningsih, U. A. (2022). Pelatihan pembuatan yoghurt susu sapi dengan metode sederhana menggunakan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Jurnal Cerdik: Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 66–78.

Yuniastuti, A. (2014). Probiotik dalam perspektif kesehatan. Semarang: UNNES Press.

Downloads

Published

2025-09-04

How to Cite

Pratama, J. P., & Hendarto, D. (2025). Proses Produksi Yoghurt pada Industri Rumah Tangga di Kabupaten Bogor . Karimah Tauhid, 4(9), 7181–7186. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i9.21169

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.