Pengaruh Bahasa Daerah terhadap Struktur Kalimat Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Sehari-hari di masyarakat

Authors

  • Astri Anjani Universitas Djuanda
  • Nur Anisa Salwa Universitas Djuanda
  • Nurhaliza Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.19722

Keywords:

Bahasa Daerah, Struktur Kalimat, Komunikasi, Studi kasus, Interferensi

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki peran strategis dalam menyatukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan bahasa daerah. Sejak ditetapkan sebagai bahasa resmi negara pada tahun 1945, bahasa Indonesia menjadi simbol persatuan dan identitas kebangsaan. Namun demikian, dalam praktik komunikasi sehari-hari, bahasa Indonesia tidak digunakan secara murni oleh sebagian besar penuturnya. Banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan bahasa daerah sebagai bahasa ibu dan lebih dominan digunakan dalam lingkungan keluarga maupun komunitas lokal. Ketika masyarakat beralih menggunakan bahasa Indonesia, unsur-unsur dari bahasa daerah tersebut sering kali terbawa, terutama dalam aspek struktur kalimat. Pengaruh ini tidak hanya terbatas pada fonologi dan leksikon, tetapi juga menyentuh tataran sintaksis yang membentuk pola berpikir dan penyampaian pesan. Dalam konteks komunikasi antar masyarakat, fenomena ini dapat menimbulkan pergeseran makna, ketidaktepatan penyampaian, atau bahkan kesalahpahaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahasa daerah terhadap struktur kalimat bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari di masyarakat. Penelitian ini menjadi penting untuk memahami dinamika kebahasaan yang terjadi di tengah masyarakat multikultural serta implikasinya terhadap efektivitas komunikasi lintas budaya dalam satu bangsa.

References

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Kridalaksana, H. (2001). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Mulyana, D. (2005). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. (2008). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Nababan, P.W.J. (1984). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Suwito. (1985). Sosiolinguistik: Pengantar Awal. Surakarta: Henary Offset.

Siregar, B. (1996). Pengantar Linguistik Umum. Medan: Pustaka Bangsa Press.

Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2006). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Alwasilah, A. C. (1993). Sosiologi Bahasa. Bandung: Angkasa.

Fishman, J. A. (1972). The Sociology of Language. Rowley, MA: Newbury House.

Gumperz, J. J. (1982). Discourse Strategies. Cambridge: Cambridge University Press.

Holmes, J. (2013). An Introduction to Sociolinguistics (4th ed.). London: Routledge.

Tarigan, H. G. (1990). Pengajaran Sintaksis. Bandung: Angkasa.

Sudaryat, Y. (2009). Makna dalam Wacana: Kajian Semantik dan Pragmatik. Bandung: Refika Aditama.

Abdul Chaer. (2009). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Anjani, A., Salwa, N. A., & Nurhaliza. (2025). Pengaruh Bahasa Daerah terhadap Struktur Kalimat Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Sehari-hari di masyarakat. Karimah Tauhid, 4(8), 5968–5973. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.19722

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.