Analisis Mutu Organoleptik, Fisik, dan Mikrobiologi Pati Sagu Lokal

Authors

  • Siti Nurlailatul Qodariah Universitas Djuanda
  • Titi Rohmayanti Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i4.18856

Keywords:

fisik, mikrobiologi, organoleptik, pati sagu

Abstract

Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi pelopor dalam modernisasi industri pengolahan sagu. Pati sagu dapat digunakan sebagai makanan pokok, bahan baku makanan ringan dan beberapa industri pangan/nonpangan, sehingga menjadikan permintaan terhadap bahan baku sagu lebih tinggi. Besarnya peluang atau potensi yang ada dari pati sagu diperlukan juga mutu yang tinggi agar dapat bersaing secara global. Tujuan kajian ini untuk mempelajari karakteristik mutu organoleptik, fisik dan mikrobiologi beberapa sampel pati sagu lokal. Analisis mutu organoleptik dilakukan pada parameter keadaan (warna, bau, rasa, dan bentuk), benda asing, serangga, dan jenis pati lain secara subyektif. Analisis mutu fisik dilakukan pada parameter kehalusan dan warna (secara objektif dengan instrument CHNSpec CS-10 Colorimeter). Analisis mutu mikrobiologi dilakukan uji angka lempeng total dengan metode tuang. Berdasarkan analisis mutu organoleptik, fisik, dan mikrobiologi hasil menunjukkan bahwa semua sampel pati sagu memenuhi syarat SNI 3729:2008, namun pada sampel sagu luwu pada pengujian organoleptik dan kehalusan belum memenuhi syarat mutu SNI 3729:2008.

References

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2008. SNI 3729:2008 tentang Tepung Sagu. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2006). Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. SNI No.01-2346-2006. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Bontari, S., Setiadi, D., Guhardja, E., & Qayim, I. (2011). Karakteristik Habitat Tumbuhan Sagu (Metroxylon spp.) di Pulau Seram, Maluku. Forum Pascasarjana, 34, 33-44.

Jong, F.S. 2004. Towards improving the starch quality and production efficiency in traditional sago processing factories. Invited paper presented at National Sago Conference BPPT, Bogor, Indonesia. December 2004.

Jong, F.S. 2006. Pembangunan Sebuah Perkebunan Sagu Secara Maju Dengan Rekomendasi Khusus untuk Papua. Prosiding Lokakarya Nasional: Pendayagunaan Pangan Spesifik Lokal Papua. Jayapura, 2-4 Desember. Hal: 15-26.

Mubyarto dan R. Winahyu. 1992. Prospek Sosial Ekonomi Sagu Masyarakat Maluku. Makalah pada Prosiding Simposium Sagu Nasional. Kerjasama Universitas Pattimura-Pemda Tingkat I Maluku dan BPP Teknologi Jakarta. 12-13 Oktober. Ambon.

Nusaibah, N., Suhesti, E. and Ratnaningsih, A.T., 2018. Produktivitas dan kualitas sagu pada proses pengolahan secara mekanis dan semi mekanis dan semi mekanis di kec. Merbau kab. Kepulauan meranti. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 13(2), pp.156-164.

Satin, M. (2003). Functional Properties of Starches. FAO Agricultural and Food Engineering Technologies Service.

Setyantini, R. 2011. Konsep pengendalian mutu dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) nata de cassava di Home Industri Inti Cassava, Bantul, Yogyakarta.UNS.Skripsi

Sondari, D. and Iltizam, I., 2018. Karakterisasi Edible Coating dari Modifikasi Pati Sagu dengan Metoda Cross Link. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 28(3).

Widyaningrum., Purwani, E.Y., dan Munarso, S.J., (2005), Kajian Terhadap SNI Mutu Pati Sagu, J. Standardisasi, 7(3): 91-98.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

Qodariah, S. N., & Rohmayanti, T. (2025). Analisis Mutu Organoleptik, Fisik, dan Mikrobiologi Pati Sagu Lokal. Karimah Tauhid, 4(4), 2465–2474. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i4.18856

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.