Peran Keterbukaan dalam Mengurangi Perilaku Posesif pada Hubungan Romantis Mahasiswa

Authors

  • Qori Aliffiani Alif Universitas Djuanda
  • Koesworo Setiawan Universitas Djuanda
  • Agustini Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i1.17073

Keywords:

keterbukaan, perilaku posesif, komunikasi interpersonal, hubungan romantis, mahasiswa

Abstract

Perilaku posesif sering menjadi tantangan dalam hubungan romantis, terutama di kalangan mahasiswa, yang berdampak pada kualitas hubungan interpersonal. Meskipun keterbukaan telah dikenal sebagai elemen penting dalam komunikasi interpersonal, perannya dalam mengurangi perilaku posesif belum banyak diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterbukaan dapat mengurangi perilaku posesif dalam hubungan romantis mahasiswa Universitas Djuanda Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan lima mahasiswa berusia 18–25 tahun sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi untuk validasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan memiliki peran dalam mengatasi berbagai faktor pemicu posesif, seperti ketergantungan emosional, rasa tidak aman, kurangnya kepercayaan, ketakutan tersembunyi, dan pengalaman masa lalu. Keterbukaan membantu pasangan berbagi informasi secara jujur, membangun kepercayaan, dan menciptakan rasa aman dalam hubungan. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang terbatas dan fokus pada konteks mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam memahami peran keterbukaan dalam komunikasi interpersonal.

 

References

Arwan. (2018). Efektivitas komunikasi interpersonal dalam mewujudkan keharmonisan keluarga di masyarakat nelayan Meskom Bengkalis. Jurnal RISALAH, 29(1), 32–47.

Chandra, J. Y. (2016). Hubungan antara sense of humor dan romantic relationship pada mahasiswa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 5(1).

DeVito, J. A. (2004). The interpersonal communication book (10th ed.). Pearson Education.

Fajri, P. M., & Nisa, H. (2019). Kecemburuan dan perilaku dating violence pada remaja akhir. Proyeksi, 14(2), 115–125.

Febriyanti, A. A., Sukarelawati, & Setiawan, K. (2024). Komunikasi interpersonal diadik guru dalam membentuk karakter tauhid spiritual wisdom siswa di SMK Amaliah 2 Ciawi. Karimah Tauhid, 3(4).

Fitria, N. (2023). Proses komunikasi intrapersonal untuk meningkatkan self worth setelah mengalami toxic relationship pada perempuan dewasa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).

Judatama, M. N., Agustini, & Kusumadinata, A. A. (2024). Pola komunikasi interpersonal ketua DKM dalam memotivasi anggota membangun solidaritas warga untuk kegiatan mushola Ash-Shobirin. Karimah Tauhid, 3(2).

Maradoni, & Rozali, Y. A. (2022). Komunikasi interpersonal sebagai pembentuk intimacy pada dewasa awal yang berpacaran. JCA Psikologi, 3(1), 73–81.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV. Harfa Creative.

Nursita, S. F., Hasbiyah, D., & Purnomo, A. M. (2024). Analisis peran komunikasi interpersonal dalam lingkaran pertemanan terhadap peningkatan kinerja karyawan di UIGO Studio. Karimah Tauhid, 3(4).

Rubani. (2018). Teori komunikasi interpersonal dalam hubungan romantis. Pustaka Media.

Salsabila, A. D., Bajari, A., & Setiaman, A. (2023). Pengalaman komunikasi perempuan korban kekerasan dalam pacaran. Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 150–167.

Setiawan, K. (2023). Exploring endeavour of health facilitators reinforce public consciousness on stunting reduction. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(5).

Sternberg, R. J. (1986). A triangular theory of love. Psychological Review, 93(2), 119–135.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Trikesumawardani, S., Fitriah, M., & Purnomo, A. M. (2024). Hubungan human relations mahasiswa dengan toxic relationship. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 6(2).

Trivaika, E., & Senubekti, M. A. (2022). Perancangan aplikasi pengelola keuangan pribadi berbasis android. Jurnal Nuansa Informatika, 16(1).

Utami, D. P., Melliani, D., Maolana, F. N., Marliyanti, F., & Hidayat, A. (2021). Iklim organisasi kelurahan dalam perspektif ekologi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2735–2742.

Downloads

Published

2025-01-13

How to Cite

Alif, Q. A., Koesworo Setiawan, & Agustini. (2025). Peran Keterbukaan dalam Mengurangi Perilaku Posesif pada Hubungan Romantis Mahasiswa. Karimah Tauhid, 4(1), 319–329. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i1.17073

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.