Correlation of Chest Circumference and Body Length Towards Body Weight, Carcas and Non-Carcas Weight of Bali Beef Slaughtered at Kefamenanu City Slaughterhouse

Authors

  • Antonius Sebastianus Universitas Timor
  • Oktovianus Rafael Nahak Universitas Timor
  • Aristo Kurniawan Sio Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.30997/jpn.v12i1.18380

Keywords:

Body Length, Body Weight, Chest Circumference, Carcass Weight, Non-Carcass Weigth.

Abstract

Balinese cattle are one of the local cattle breeds that have great potential in supporting domestic meat needs. As beef cattle, Balinese cattle are known to have high adaptability to Indonesia's tropical environment and good fertility rates, making them the right choice to be developed in order to increase the availability of animal food. This study aims to determine the correlation value of chest circumference and body length to body weight, carcass and non-carcass weight of 56 Balinese cattle slaughtered at the Slaughterhouse in Kefamenanu City. Data analysis uses descriptive analysis to determine body weight, chest circumference, carcass weight, and non-carcass weight. The results of the study showed that in the Kefamenanu RPH, the average body length was 122.71 cm, producing a body weight of 212.02 kg, a carcass weight of 67.34 kg and a carcass weight of 145.54. While the average chest circumference of Balinese cattle that were slaughtered with non-weight was 167.59 cm, producing a body weight of 212.02 kg, a carcass weight of 67.34 kg and a non-carcass weight of 145.54 kg, the correlation value between body length and body weight, carcass weight and non-carcass weight of Balinese cattle ranged from 0.071-0.46, and the correlation value between chest circumference and body weight, carcass weight and non-carcass weight of Balinese cattle ranged from 0.223-0.444. Based on this study, the carcass and non-carcass weight produced, the Kefamenanu RPH needs to set a standard for the body weight of Balinese cattle that are slaughtered

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aberle, E. D., Forrest, J. C., Gerrard, D. E., & Mills, E. W. (2001). Principles of meat science. 4th ed. Kendall/Hunt Publishing.

Aberle, Forrest JC, Gerrard, Wills EW. 2001. Principles of Meat Science. Fourth edition. Kendal/Hunt Publishing Company.

Aslam, M., Rasyid, M., & Sulaiman, I. (2020). Pemanfaatan bagian tubuh sapi dalam industri non-pangan: Kulit, kepala, kaki, dan organ dalam. Jurnal Teknologi Industri, 18(3), 200-215.

Aslam, M., Rasyid, M., & Sulaiman, I. (2020). Pemanfaatan bagian tubuh sapi untuk konsumsi daging dan industri sampingan: Kulit, kepala, kaki, dan organ dalam. Jurnal Teknologi dan Industri Peternakan, 18(4), 210-225.

Astuti, D., & Purnomo, A. (2020). Nilai korelasi lemah mungkin terjadi jika panjang badan tidak secara langsung mencerminkan bobot tubuh karena adanya penimbunan lemak lokal atau kondisi kesehatan tertentu yang mempengaruhi berat badan tanpa mempengaruhi panjang badan secara signifikan. Jurnal Peternakan Indonesia, 15(1), 67-75.

Bamualim, A., & Wirdahayati, L. (2003). Adaptasi sapi terhadap lingkungan di wilayah Indonesia. Jurnal Sumber Daya Alam, 12(2), 115-130

Berg, R. T., & Butterfield, R. M. (1976). New Concepts of Cattle Growth. Macmillan Publishing Co.Berg, R. T., & Butterfield, R. M. (1976). New Concepts of Cattle Growth. Macmillan Publishing Co.

Dewi, R. T., & Subagio, A. (2015). Lingkar dada sebagai parameter untuk memperkirakan berat badan sapi. Jurnal Ilmiah Peternakan, 10(2), 123-130.

Dewi, R. T., & Subagio, A. (2015). Teknik Pengukuran Lingkar Dada pada Sapi sebagai Indikator Pertumbuhan. Jurnal Peternakan Indonesia, 40(2), 101-107.

FAO/WHO. (2004). Karkas: Definisi dan pengaruhnya terhadap kualitas daging. Food and Agriculture Organization/World Health Organization.

Fauziah, N., & Suhartono, D. (2018). Gizi dan Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Universitas Indonesia.

Forrest JC, Aberle ED, Hedrick HB, Judge MD, Merkel RA. 1975. Principles of Meat Science.WH Freeman and Company.

Hardjosubroto, W. (1994). Pengukuran tubuh seperti lingkar dada sangat penting dalam program seleksi ternak karena hubungannya dengan efisiensi produksi, tetapi harus dikombinasikan dengan parameter lain seperti panjang tubuh dan tinggi badan untuk meningkatkan akurasi. Pendidikan dan Pelatihan Peternakan, 7(1), 23-30

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2010). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Prentice Hall..

Haryanto, B., Pramono, A., & Santoso, T. (2005). Pada sapi Bali, panjang badan memiliki hubungan yang signifikan dengan total berat tubuh, tetapi pengaruhnya terhadap berat non-karkas biasanya tidak signifikan. Jurnal Ilmu Peternakan Tropis, 9(1), 45-53.

Haryono, D., & Priyanto, S. (2019). Panjang badan sapi Bali dapat digunakan sebagai salah satu parameter untuk memperkirakan berat badan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Jurnal Ilmu Peternakan, 12(3), 45-53.

Imamul, A, Gina, HW. 2007. Membuka Cakrawala Ekonomi. Bandung: PT. Setia Purna Inves

Jovanovic, J., Matic, M., & Mitrovic, S. (2017). Effect of Physical Body Dimensions on Non-Carcass Weight in Beef Cattle." Agriculture and Food Science, 26(2), 101-107.

Jovanovic, M., Milinkovic-Tur, S., & Stojanovic, M. (2017). Meskipun lingkar dada sering digunakan sebagai indikator ukuran tubuh sapi, hubungan dengan berat karkas dapat bervariasi. Livestock Science, 202, 115-123.

Kamal, M. A., Hassan, M. A., & Kadir, Z. (2019). "Factors Affecting the Non-Carcass Components in Beef Cattle." Journal of Animal Science, 97(4), 1352-1361.

Kamal, M., Ahmad, R., & Hasan, Z. (2019). Hubungan antara lingkar dada dan berat non-karkas pada sapi potong. Jurnal Ilmu Peternakan Tropis, 14(3), 95-102.

Kamal, M., Ahmad, R., & Hasan, Z. (2019). Hubungan antara lingkar dada dan berat non-karkas pada sapi potong. Jurnal Ilmu Peternakan Tropis, 14(3), 95-102.

Kusumawati, R., Santosa, D., & Hidayati, F. (2022). Nilai korelasi lemah bisa disebabkan oleh ketidaktepatan metode pengukuran atau sampel yang tidak representatif. Mereka menekankan pentingnya memastikan metode pengukuran yang konsisten dan standar untuk menghasilkan data yang lebih reliabel. Jurnal Penelitian Ternak, 18(4), 123-130.

Lawrence, T. L. J., & Fowler, V. R. (2002). Growth of farm animals. CABI Publishing.

Lawrence, T. L. J., & Fowler, V. R. (2002). Growth of farm animals. 2nd ed. CABI Publishing.

Lestari, C. M. S., Hudoyo Y, Dartosukarno S. 2010. Proporsi Karkas dan Komponen-Komponen Non Karkas Sapi Jawa di Rumah Potong Hewan Swasta Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes. Di dalam: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Tahun 2010. Bogor, 3-4 Agustus 2010.

Liu, X., Zhang, L., & Wang, Y. (2016). Meskipun terdapat korelasi positif antara lingkar dada dan berat non-karkas pada sapi. Journal of Animal Science, 17(4), 189-195.

Liu, Y., Zhang, X., & Li, Z. (2016). "The Genetic Basis of Meat Yield in Cattle: Correlation Between Carcass Traits and Body Measurements." Livestock Science, 188, 60-66.

Neno, M. (2018) Korelasi Bobot Potong terhadap Produksi Karkas Ternak Sapi Bali di RPH Kota Kefamenanu. Journal of Animal Science (JAS) 3 (4) 60-62

Pradana, W., Mas Djoko Rudyanto, I Ketut Suad. 2014. Hubungan Umur, Bobot dan Karkas Sapi Bali Betina yang Dipotong Di Rumah Potong Hewan Temesi. Medicus Veterinus 37-42.

Putra, M. A., Santoso, B., & Wulandari, T. (2019). Korelasi antara lingkar dada dan berat badan biasanya tinggi pada sapi lokal seperti sapi Bali. Jurnal Ilmu Peternakan Tropis, 14(2), 89-96.

Putra, M. A., Santoso, B., & Wulandari, T. (2020). Faktor nutrisi dan manajemen memiliki peran signifikan dalam menentukan berat karkas pada sapi Bali. Jurnal Ilmu Peternakan, 15(2), 120-127.

Putra, M. A., Santoso, B., & Wulandari, T. (2020). Hubungan ukuran tubuh dan karkas pada sapi potong: Ukuran seperti lingkar dada seringkali memiliki korelasi yang lebih tinggi terhadap berat karkas dibandingkan panjang badan. Jurnal Ilmu Peternakan, 16(3), 115-122.

Putra, R. F., Suryadi, A., & Hutapea, T. S. (2020). Hubungan Antara Lingkar Dada dan Berat Karkas Sapi Bali: Studi pada Peternakan Intensif. Jurnal Agribisnis Peternakan, 18(2), 128-135.

Rasyid, A., Ahmad, B., & Sari, C. (2018). Strategi pemeliharaan sapi untuk meningkatkan produktivitas ternak di Indonesia. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(4), 123-135.

Rasyid, A., Wahyudi, T., & Iskandar, S. (2020). Meskipun terdapat hubungan positif antara panjang badan dan berat badan pada sapi Bali, faktor lain seperti umur, jenis kelamin, dan kondisi fisik sapi juga perlu diperhatikan. Penelitian ini menekankan bahwa korelasi tersebut bisa lebih tinggi jika variabel-variabel tersebut dikontrol dengan baik. Jurnal Ilmu Peternakan, 13(2), 101-109.

Rizal, M., Santoso, B., & Harsono, H. (2009). Peran sapi dalam beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia. Jurnal Peternakan Tropis, 17(3), 89-102.

Saka, A., Sutrisno, B., & Prabowo, M. (2011). Pengaruh jenis ternak dan faktor lain terhadap kualitas karkas. Jurnal Ilmu Peternakan, 15(2), 120-128.

San, Francisco.Guntoro, H., Pratama, D., & Wijayanto, S. (2002). Tingkat kesuburan pada sapi Bali: Keunikan dan potensi pemeliharaan. Jurnal Peternakan Tropis, 10(1), 45-58.

santoso, T. (2015). Lingkar dada adalah salah satu ukuran morfometrik yang paling mudah diukur dan sering dikaitkan dengan berat badan ternak karena erat hubungannya dengan ukuran organ dalam dan massa tubuh. Jurnal Ilmu Peternakan, 10(2), 112-118.

Sari, D. P., Hidayati, S., & Wibowo, E. (2016). Hubungan ukuran tubuh dengan berat badan sapi: Lingkar dada adalah salah satu indikator terbaik untuk memperkirakan bobot sapi karena kaitannya dengan volume tubuh. Namun, faktor genetik, jenis kelamin, dan kondisi pakan juga berpengaruh. Jurnal Ilmu Peternakan, 11(3), 145-153.

Siregar, H., Nasution, R., & Simanjuntak, P. (2016). Pengaruh faktor-faktor pakan terhadap peningkatan berat karkas pada ternak. Jurnal Ilmu Peternakan, 14(2), 123-135.

Soeparno, S., Supriyatna, S., & Iskandar, M. (2005). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas karkas dan daging pada hewan ternak. Jurnal Ilmu Peternakan, 13(4), 187-199.

Soeparno. 2015. Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan Ke VI (Edisi Revisi). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Suardana, I. W. dan I.B.N Swacita. 2009. Higiene Makanan. Kajian Teori Dan Prinsip Dasar. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Udayana. Denpasar.

Subali, S., Widodo, W., & Santoso, T. (2003). Lingkar dada hanya memberikan gambaran umum tentang kapasitas tubuh sapi. Jurnal Ilmu Peternakan, 6(1), 45-52.

Subali, S., Wijaya, N., & Hermawan, F. (2003). Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Kualitas Karkas Sapi Potong." Jurnal Ilmu Peternakan Indonesia, 9(3), 215-220.

Sudijono, A., Prasetyo, S., & Hidayat, H. (2009). Pengertian dan penerapan kata "korelasi" dalam analisis statistik. Jurnal Pendidikan dan Statistik, 14(3), 45-56.

Sugeng, Y. (2006). Sapi Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmawati, L., Kurniawan, D., & Setiawan, A. (2020). Pengaruh Lingkar Dada dan Tinggi Panggul terhadap Bobot Badan Sapi Bali. Jurnal Peternakan Indonesia, 22(1), 45-52.

Susilawati, S., Pratama, I., & Putra, M. (2021). Nilai korelasi lemah sering ditemukan dalam populasi ternak yang dipelihara di lingkungan dengan kualitas pakan yang tidak seragam atau dalam kelompok ternak dengan ukuran tubuh yang sangat heterogen. Jurnal Ilmu Peternakan Tropis, 14(2), 89-97.

Syamsu, A., Purnomo, H., & Suherman, A. (2013). Kajian Korelasi Antara Lingkar Dada dan Berat Badan Hidup pada Sapi Lokal di Indonesia. Jurnal Ilmu Peternakan, 12(1), 65-72.

Syamsu, D., Hidayat, M., & Putra, R. (2013). Dalam studi sapi lokal Indonesia, lingkar dada sering digunakan sebagai prediktor berat badan, tetapi korelasinya dengan berat karkas dapat bervariasi. Jurnal Peternakan Indonesia, 8(4), 102-109.

Syamsuddin, M., & Lutfiani, L. (2019). Potensi sapi Bali dalam industri peternakan lokal: Analisis nilai ekonomis dan perbandingan dengan sapi impor. Jurnal Peternakan Tropis, 21(2), 78-89.

Syamsuddin, M., & Lutfiani, L. (2019). Potensi sapi Bali dalam industri peternakan lokal: Analisis nilai ekonomis dibandingkan dengan sapi impor. Jurnal Peternakan Indonesia, 16(1), 45-57.

Syamsuddin, M., & Lutfiani, L. (2019). Studi Mengenai Pengaruh Pemberian Pakan Hijauan Terhadap Pertumbuhan Sapi Bali di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Agribisnis Ternak, 11(2), 74-81.

Wahyu, H., & Saputra, R. (2021). Analisis Pertumbuhan Badan dan Panjang Badan Sapi Bali pada Usia Muda. Jurnal Ilmu Ternak, 15(3), 98-106.

Wahyu, H., & Saputra, R. (2021). Panjang badan sapi Bali sebagai indikator produksi dan kualitas ternak. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner, 19(2), 112-124.

Widianto, A., & Hidayat, S. (2021). Hidayat menambahkan bahwa dalam pemeliharaan sapi Bali. Jurnal Penelitian Ternak, 16(1), 45-52.

Widianto, F., & Hidayat, S. (2021). Pengaruh Manajemen Pakan Terhadap Berat Non-Karkas Sapi Potong." Jurnal Peternakan Modern, 29(3), 98-105.

Published

2025-04-30

How to Cite

Sebastianus, A., Oktovianus Rafael Nahak, & Aristo Kurniawan Sio. (2025). Correlation of Chest Circumference and Body Length Towards Body Weight, Carcas and Non-Carcas Weight of Bali Beef Slaughtered at Kefamenanu City Slaughterhouse. Jurnal Peternakan Nusantara, 12(1), 59–72. https://doi.org/10.30997/jpn.v12i1.18380

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.