Persyaratan Konsumen dan Parameter Teknis Yoghurt Mix Air Kelapa

Authors

  • Ervina Mela Universitas Jenderal Soedirman
  • Santi Dwi Astuti Universitas Jenderal Soedirman
  • Idhar Ramadhan Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.30997/jah.v11i2.11046

Keywords:

Air kelapa, Konsumen, parameter teknis, yoghurt mix

Abstract

Yoghurt mix merupakan salah satu produk yang dapat dikembangkan dari air kelapa. Untuk mendapatkan produk yoghurt mix air kelapa yang sukses di pasar, maka perlu dilakukan diketahui persyaratan konsumen dan parameter teknis yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui atribut persyaratan konsumen, parameter teknis, dan prioritas persyaratan konsumen dan parameter teknis yang harus dipenuhi dalam pengembangan produk minuman yoghurt mix air kelapa. Langkah penelitian meliputi identifikasi atribut persyaratan konsumen, identifikasi parameter teknis, pembuatan matriks korelasi antara persyaratan konsumen dengan parameter teknis dalam bentuk tabel house of quality (HOQ), dan penentuan prioritas dalam pengembangan produk yoghurt mix air kelapa. Perancangan produk yoghurt mix air kelapa perlu memperhatikan 12 persyaratan konsumen dan 17 parameter teknis. Atribut persyaratan konsumen yang menjadi prioritas tinggi adalah label kemasan memuat informasi dan ilustrasi produk yoghurt mix, sedangkan parameter teknis yang menjadi prioritas tinggi pada pengembangan minuman yoghurt mix air kelapa adalah formulasi produk.

 

Author Biographies

Santi Dwi Astuti, Universitas Jenderal Soedirman

Program Studi Teknologi Pangan

Jurusan Teknologi Pertanian

Universitas Jenderal Soedirman

Idhar Ramadhan, Universitas Jenderal Soedirman

Program Studi Teknologi Pangan

Jurusan Teknologi Pertanian

Universitas Jenderal Soedirman

References

Akao, Y. (2014). The Method for Motivation by Quality Function Deployment (QFD). Nang Yan Business Journal, Vol. 1(1), 1-9.

Barlina, R. (2016). Potensi buah kelapa muda untuk kesehatan dan pengolahannya. Perspektif, Vol. 3(2), 46-60.

BPOM. (2018). Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM

Daws, K. M., Ahmed, Z. A., & Moosa, A. A. (2009). An Intelligent Quality Function Deployment (IQFD) for Manufacturing Process Environment.

Ficalora, J. P., & Cohen, L. (1995). Quality Function Deployment and Six Sigma: United States : Prentice Hall.

Jannah, A., Nurwantoro, N., & Pramono, Y. (2012). Kombinasi Susu dengan Air Kelapa pada Proses Pembuatan Drink Yogurt terhadap Kadar Bahan Kering, Kekentalan dan PH. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, Vol. 1(3).

Kabuli, K. K., Indriani, Y., & Situmorang, S. (2018). Analisis Pengetahuan Dan Sikap Konsumen Dalam Membeli Yoghurt Di Bandar Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, Vol. 6(2).

Lee, Z., Pai, C., & Yang, C. (2012). Customer Need and Technology Analysis in New Product Development via Fuzzy QFD and Delphi. WSEAS Transactionson Business and Economics, Vol. 9(1), 1-15.

Lindawati, S. A., Haniyah, Y. S., Miwada, I. N. S., Inggriati, N. W. T., Hartawan, M., & Suarta, I. G. D. (2014). Aktivitas Antimikroba Yogurt Berbasis Air Kelapa menghambat Bakteri Patogen secara In Vitro. Majalah Ilmiah Peternakan, Vol. 17.

Maritan, D. (2015). Practical Manual of Quality Function Deployment. Italia: Springer.

Marpaung, F. V. (2018). Proses Produksi Yoghurt dan Cara Pengemasan Yoghurt di Pt. Bukit Baros Cempaka. Retrieved from Semarang:

Mela, E., Mustaufik, Maksum, A., & Tbet, N. G. (2020). Diversifikasi Produk Pangan berbasis Air Kelapa. Agritech, Vol. 12.

Rahman, I. R., Nurkhasanah, & Kumalasari, I. (2019). Optimasi Komposisi Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus pada Yogurt Terfortifikasi Buah Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) sebagai Antibakteri terhadap Escherichia coli. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), Vol. 6, 99-106.

Resnawati, H. (2014). Kualitas Susu pada Berbagai Pengolahan dan Penyimpanan. JITV, Vol. 19(2).

Rosana, M., Winarto, A., & Pisestyani, H. (2023). Pengetahuan dan Preferensi Konsumen Yogurt di Kota Jambi. Journal of Livestock and Animal Health, 6(1), 7-14.

Suprihana. (2012). Pengaruh Lama Penundaan dan Suhu Inkubasi Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Yoghurt dari Susu Sapi Kadaluwarsa. AGRIKA, Vol. 6.

Svinarky, I., & Malau, P. (2020). Penerbitan Sertifikat Halal berdasarkan Prespektif Hukum di Indonesia. Jurnal Cahaya Keadilan, Vol. 8, 71-85.

Wisnu, L., Kawiji, & Atmaka, W. (2015). Pengaruh Suhu dan Waktu Pasteurisasi terhadap Perubahan Kadar Total Fenol pada Wedang Uwuh Ready to Drink dan Kinetika Perubahan Kadar Total Fenol selama Penyimpanan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, Vol. 8.

Yulianti, M. D., & Mustarichie, R. (2018). Tata Cara Registrasi untuk Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (PIRT) Dan Makanan Dalam Negeri (MD) dalam Rangka Peningkatan Produk yang Aman dan Bermutu di Bandung Jawa Barat. Farmaka, Vol. 15.

Yustian, O. R. (2015). Analisis Pengembangan Produk Berbasis Quality Function Deployment (QFD)(Studi Kasus pada Produk Susu PT MSA). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, Vol. 18(3), 23-42.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Mela, E., Dwi Astuti, S., & Ramadhan, I. (2025). Persyaratan Konsumen dan Parameter Teknis Yoghurt Mix Air Kelapa. JURNAL AGROINDUSTRI HALAL, 11(2), 233–244. https://doi.org/10.30997/jah.v11i2.11046

Similar Articles

<< < 

You may also start an advanced similarity search for this article.