Peran dan Aplikasi Polisakarida Non-Pati (Serat Pangan) dalam Pengembangan Makanan Fungsional: Sebuah Tinjauan

Authors

  • Naura Nadhzifatul Bilbina Universitas Djuanda
  • Raden Siti Nurlaela Universitas Djuanda
  • Siti Nurhalimah Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23583

Keywords:

polisakarida non-pati, serat makanan, makanan fungsional, prebiotik, pangan fungsional

Abstract

Peningkatan angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung mendorong kemunculan makanan fungsional yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar tetapi juga memberikan keuntungan kesehatan lebih. Polisakarida non-pati atau serat makanan adalah elemen bioaktif yang sangat penting dalam makanan fungsional. Artikel ini bertujuan untuk menilai fungsi fisiologis dan penggunaan polisakarida non-pati dalam pengembangan makanan fungsional berdasar jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal nasional yang tersedia secara online. Hasil analisis menunjukkan bahwa polisakarida non-pati seperti selulosa, hemiselulosa, pektin, beta-glukan, dan inulin memiliki peranan penting dalam mempertahankan kesehatan pencernaan, mengatur kadar glukosa dan kolesterol dalam darah, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Selain itu, polisakarida non-pati banyak diterapkan dalam industri makanan sebagai bahan pengental, penstabil, pencipta tekstur, dan bahan tambahan pada berbagai produk makanan fungsional. Oleh karena itu, penggunaan polisakarida non-pati memiliki potensi yang besar dalam pengembangan makanan fungsional yang berfokus pada kesehatan.

References

Astuti, R., & Nugraheni, M. (2019). Pemanfaatan serat pangan dalam pengembangan produk pangan fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 30(2), 123–131.

Fitriani, R., & Handayani, S. (2021). Peran serat pangan sebagai prebiotik dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 45–54.

Handayani, S., Widodo, E., & Prasetyo, B. (2019). Peran serat pangan dalam modulasi mikrobiota usus dan kesehatan pencernaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 14(3), 155–163.

Kurniawati, D., & Prasetyo, A. (2018). Pengaruh polisakarida non-pati terhadap respon glikemik pangan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 6(4), 210–218.

Nugroho, A., & Putri, D. R. (2021). Pemanfaatan polisakarida non-pati sebagai bahan tambahan alami dalam industri pangan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 10(2), 89–97.

Pramudya, R., & Lestari, E. (2022). Produksi asam lemak rantai pendek hasil fermentasi serat pangan dan implikasinya bagi kesehatan usus. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 6(1), 33–42.

Putri, A. R., & Lestari, D. (2023). Aplikasi serat pangan dalam pengembangan makanan fungsional berbasis kesehatan metabolik. Jurnal Teknologi Pangan, 14(2), 97–106.

Rahmawati, D., Suryani, L., & Hapsari, R. (2017). Pengaruh penambahan serat pangan terhadap indeks glikemik produk pangan berbasis karbohidrat. Jurnal Teknologi Pangan, 8(1), 41–49.

Sari, M. P., Nurhayati, & Susanto, T. (2018). Karakteristik fisik dan sensoris pangan fungsional berbasis serat pangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 29(2), 101–109.

Widyastuti, R., & Santoso, U. (2020). Aplikasi beta-glukan dalam produk pangan fungsional rendah indeks glikemik. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 8(1), 12–21.

Yuliani, S., & Hartono, M. (2020). Pengaruh penambahan serat pangan terhadap mutu sensoris produk pangan fungsional. Jurnal Mutu Pangan, 7(2), 65–72.

Downloads

Published

2026-04-24

How to Cite

Bilbina, N. N., Nurlaela, R. S., & Nurhalimah, S. (2026). Peran dan Aplikasi Polisakarida Non-Pati (Serat Pangan) dalam Pengembangan Makanan Fungsional: Sebuah Tinjauan. Karimah Tauhid, 5(4), 2010–2018. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23583

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Similar Articles

<< < 28 29 30 31 32 33 

You may also start an advanced similarity search for this article.