Interaksionisme Simbolik dan Proses Pembentukan Diri Sosial dalam Interaksi Sehari-hari
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i4.23474Keywords:
Interaksionisme Simbolik, Diri Sosial, Interaksi Sosial, Wawancara Kualitatif, George Herbert MeadAbstract
Interaksionisme simbolik adalah salah satu sudut pandang dalam sosiologi yang menekankan pentingnya makna, simbol, dan interaksi sosial dalam proses pembentukan identitas sosial seseorang. Sudut pandang ini beranggapan bahwa identitas tidak muncul secara otomatis sejak kelahiran, melainkan melalui perkembangan yang terjadi akibat keberlanjutan interaksi di sekitar lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep interaksionisme simbolik, terutama dalam pemikiran George Herbert Mead, serta signifikan peranannya dalam pembentukan identitas sosial individu. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada dua narasumber guna menggali pengalaman subjektif mereka terkait interaksi sosial, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam platform media sosial. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dan diinterpretasikan berdasarkan kerangka teori interaksionisme simbolik. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan identitas sosial dipengaruhi oleh proses penafsiran simbol, kemampuan untuk mengambil peran orang lain, serta interaksi antara elemen “I” dan “Me” dalam diri seseorang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa identitas bersifat fleksibel dan selalu berkembang seiring dengan perubahan dalam lingkungan sosial dan pengalaman interaksi individu.
References
Bijaksana, A. (2025). Pendekatan teori interaksionisme simbolik dalam metodologi penelitian kualitatif. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), 2244–2256. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i2.7697
Desrita, H., Susisofianti, S., & Januar, J. (2025). Sekolah sebagai miniatur masyarakat: Kajian teori interaksionisme simbolik dalam pendidikan. Jurnal Transformasi Pendidikan Modern, 6(4).
Ejurnals
Halik, H. (2024). Pendidikan sebagai arena simbolik: Telaah konseptual interaksionisme simbolik George H. Mead. Jurnal Ilmiah Guru Madrasah (JIGM), 3(1). https://doi.org/10.69548/jigm.v3i1.6
Mulyadi, U., Mubarok, M., & Triyono, A. (2023). Symbolic interactionism of new students in new normal times: Looking glass self through virtual class. Journal of Advanced Multidisciplinary Research, 4(1), 1. https://doi.org/10.30659/jamr.4.1.1-7
Rahma, R. M., Kurnia, A., Ramdhani, A. N., & Listyani, R. H. (2024). Kajian interaksionisme simbolik terhadap pengakuan non-binery mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam media sosial Twitter. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 8(1), 65–72. https://doi.org/10.30595/jssh.v8i1.15574
Salma, A., & Amalia, S. P. (2024). Mead’s symbolic interactionism analysis of Nadhifa Allya Tsana’s online identity on social media Instagram @ntsana. Procedia of Social Sciences and Humanities, 8(1). https://doi.org/10.21070/pssh.v8i.719
Shintaviana, F. V. (2014). Konsep diri serta faktor-faktor pembentuk konsep diri berdasarkan teori interaksionisme simbolik (Studi kasus pada karyawan kantor kemahasiswaan, alumni dan Campus Ministry, Universitas Atma Jaya Yogyakarta). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi.
Derung, T. N. (2017). Interaksionisme simbolik dalam kehidupan bermasyarakat. Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral, 2(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Najwa Fionillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




