Pengaruh Suhu Drying pada Karakteristik Mi Telur di PT XYZ Bogor
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v5i3.21594Keywords:
mi telur, suhu pengeringan, drying, kualitas produkAbstract
Mi telur merupakan salah satu produk pangan yang digemari masyarakat karena praktis, bergizi, dan memiliki cita rasa khas. Proses pengolahannya melibatkan tahap pengeringan (drying) yang sangat menentukan mutu akhir produk, di mana suhu pengeringan berpengaruh terhadap tekstur, warna, gelombang mi. Penelitian ini dilaksanakan melalui praktik lapang selama 1 bulan di PT XYZ dengan tujuan memahami secara langsung proses produksi mi telur, khususnya pada tahap pengeringan, serta menganalisis pengaruh suhu drying terhadap karakteristik produk. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu drying yang sesuai mampu menjaga kekenyalan dan warna mi telur tetap stabil, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tekstur rapuh dan perubahan warna, serta suhu terlalu rendah menghasilkan kadar air tinggi yang menurunkan daya simpan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pengaturan suhu drying yang optimal merupakan faktor kunci dalam menghasilkan mi telur berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar industri dan preferensi konsumen.
References
Astawan, M. (2008). Sehat dengan Hidangan Hewani. Bogor: IPB Press.
Budi, F., Nugroho, A., dan Hartono, B. (2016). Teknologi pengeringan pangan: Prinsip dan aplikasinya. Jurnal Teknologi Pangan, 7(2), 45–53.
Charley, H. (1982). Food Science (2nd ed.). New York: John Wiley dan Sons.
Fauziyah, N., dan Mulyadi, A. (2014). Analisis gizi mi instan dan peranannya dalam konsumsi pangan masyarakat. Jurnal Gizi dan Pangan, 9(1), 12–20.
Gunaivi, I., Hidayat, T., dan Susanto, R. (2018). Pengaruh metode pengeringan terhadap mutu mi kering. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 11(1), 23–31.
Haniff, A. (2019). Reaksi Maillard dan implikasinya pada warna pangan. Jurnal Ilmu Pangan, 5(2), 67–74.
Kent, N. L. (1983). Technology of Cereals: An Introduction for Students of Food Science and Agriculture (3rd ed.). Oxford: Pergamon Press.
Martiyanti, D. (2018). Perilaku konsumsi mi instan pada mahasiswa di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(2), 101–109.
Nurba, M. (2008). Prinsip dasar pengeringan bahan pangan. Jurnal Teknologi Pertanian, 9(1), 33–41.
Pantastico, E. R. (1997). Fisiologi Pasca Panen: Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayuran Tropika dan Subtropika. Yogyakarta: UGM Press.
Sardjono, B. (2017). Pengantar ekonomi produksi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 20(3), 45–56.
Suyanti. (2008). Sejarah dan perkembangan mi di Asia. Jurnal Pangan, 17(1), 1–8.
Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Azizah Audrey I.N.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




