Kajian Sistem Dekolonisasi dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA

Authors

  • Nur Amalia Universitas Djuanda
  • Gugun Gunadi Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i9.21394

Keywords:

Critical Thinking, Control Class, Experimental Class, Postpositivism, Generalization.

Abstract

Pembelajaran sejarah sering kali mencerminkan perspektif dominan, baik dalam struktur kurikulum, narasi sejarah, maupun tokoh-tokoh yang diangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan dominasi narasi kolonial dalam pendidikan sejarah di sekolah serta mengeksplorasi bagaimana pendekatan dekolonisasi dapat diterapkan secara efektif dalam kurikulum dan metode pembelajaran. Melalui pendekatan ini, penelitian berusaha memahami dampak dekolonisasi terhadap pemahaman siswa tentang identitas nasional, kesadaran sosio-politik, dan keterampilan berpikir kritis  Penelitian ini berhasil mengembangkan instrumen kuesioner menggunakan skala Likert untuk mengukur kemajuan proses dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah di sekolah, sekaligus peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan melakukan uji-t parametrik yang membandingkan kelas kontrol dan kelas eksperimen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang mengukur makna esensial dekolonisasi, khususnya dekolonisasi dalam pembelajaran sejarah yang telah diterapkan di kelas. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t parametrik dengan membandingkan dua variabel, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimenPenelitian ini menawarkan pendekatan baru dengan mengukur secara kuantitatif proses dekolonisasi dalam pendidikan sejarah, menganalisis hubungan antara proses tersebut dengan perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mengintegrasikan penggunaan teknologi sebagai bagian dari strategi dekolonisasi. Pendekatan ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang dominan menggunakan metode kualitatif dan fokus pada analisis narasi, sehingga memberikan perspektif inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah di tingkat sekolah menengah.

References

Ahmad, Taufiq Ahmad, Imam Sodiq, and Agus Suryadi. “Challenges of Teachers in Teaching Controversial History in Senior High Schools of Semarang City.” Paramita: Historical Studies Journal 24, no. 2 (2014): 22–24.

Cunino, Maria Agatha. “Nationalism, Tolerance, and Leadership in Senior High School History Textbooks.” HISTORIA 2, no. 1 (2018): xx–xx.

Dannari, Gilang Lestari, Miftahul Ulfa, and Linda Ayundasari. “Decolonization: Towards the Liberation of History Learning Materials in 21st Century Indonesia.” Jurnal Sejarah (2021): 50–51.

Erman, Erman, and Ratna Saptari, eds. Urban Workers’ Decolonization and Nation-Building, in Integration and Innovative Harmony of Social Sciences 1, no. 4 (2013): 425–436.

Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. Latest edition, Indonesian translation. Jakarta: Pustaka Pelajar, 2024.

Rofiq, Muhammad. Decolonization of Religious Studies in Western Academia. Yogyakarta: PT Erlangga, 2019.

Seixas, Peter. “The Past and the Nation: Historical Consciousness in History Education.” In Theorizing Historical Consciousness, edited by Peter Seixas, 1–21. Toronto: University of Toronto Press, 2020.

Smith, Linda Tuhiwai. Decolonizing Methodologies: Research and Indigenous Peoples. 3rd ed. London: Zed Books, 2024.

Mas’oed, Mochtar. Decolonization of International Relations Studies. Yogyakarta, 2024.

Ali, Muhammad. Decolonization and Indonesian Historiography: A Critical Approach. Yogyakarta: Ombak, 2020.

Sulastri. “The Transformation of Literature in Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer as a Result of Literary Decolonization.” In Proceedings of the Seminar on Literature, Culture, and Language (SEBAYA) 3 (2023): 221–230.

Sariyatun. “Reconstruction of Indonesian History Education through Local and Decolonial Perspectives.” Paper presented at the National Seminar on History and Education, Universitas Negeri Semarang, 2022.

Said, Wahyu. “Postcolonial History Education: A Space for Critical Reflection in the Curriculum.” Journal of History and History Education 10, no. 2 (2021): 115–129.

Sultani, Achmad, and Rina Kristanti. “The Legacy of Colonial Education and the Development of Modern Education in Indonesia.” Journal of Education and Culture 25, no. 3 (2020): 301–314.

Kurdi, Miftahul Syakir. “Decolonization of Assessment Practices in Indonesian Islamic Elementary Schools (Madrasah Ibtidaiyah).” Indonesian Journal of Religion Center 2, no. 1 (2024): 62–88.

Palasenda, Noval. “Pesantren Education as a Step in Decolonizing Indonesian Education.” Jurnal Mahasiswa 5, no. 2 (2025): 93–111.

Thamimi, Muhammad, and Sulastri. “Decolonizing the Perspective of Indonesian Literature by Exploring Cultural Identity through Pramoedya Ananta Toer’s Bumi Manusia.” JP-BSI (Journal of Indonesian Language and Literature Education) 9, no. 2 (2025): 74–80.

Downloads

Published

2025-09-17

How to Cite

Amalia, N., & Gunadi , G. (2025). Kajian Sistem Dekolonisasi dalam Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Karimah Tauhid, 4(9), 7500–7515. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i9.21394

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.