Komunikasi Internal Divisi Humas PT. Yongjin Javasuka Garment
DOI:
https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.20569Keywords:
komunikasi internal, Fungsi Humas, Motivasi KerjaAbstract
Komunikasi internal memiliki peran sentral dalam menjaga efektivitas operasional dan
semangat kerja di lingkungan industri, termasuk di sektor manufaktur garmen yang memiliki
ritme kerja tinggi dan struktur organisasi yang kompleks. Divisi Humas sebagai aktor
komunikasi memainkan peran strategis dalam menjembatani manajemen dan karyawan
produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran strategis Humas dalam
mengelola komunikasi internal, serta bagaimana komunikasi tersebut membangun dan
mempertahankan motivasi kerja karyawan di PT. Yongjin Javasuka Garment. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik
pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada delapan informan, terdiri dari
manajer Humas, dua staf Humas, serta lima karyawan bagian produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas memiliki peran penting dalam
menyederhanakan pesan manajerial, menyusun strategi komunikasi internal seperti buletin,
poster motivasi, dan kegiatan non-formal untuk menjaga kohesi dan semangat kerja.
Komunikasi yang dilakukan bersifat dua arah, meskipun efektivitasnya belum sepenuhnya
merata di semua lini produksi. Di sisi lain, motivasi kerja karyawan meningkat melalui
kegiatan apresiatif dan komunikasi humanistik yang melibatkan aspek emosional, seperti
lomba antar divisi, kampanye semangat kerja, dan pengakuan kontribusi karyawan. Namun
demikian, terdapat pula kendala dalam akses waktu kegiatan dan kurangnya respons
terhadap beberapa aspirasi karyawan.
References
Clampitt, P. G. (2010). Communicating for managerial effectiveness (4th ed.). SAGE
Publications.
Cornelissen, J. (2014). Corporate communication: A guide to theory and practice (4th
ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design:
Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2006). Effective public relations (9th ed.).
Pearson Education.
Gallup. (2022). State of the Global Workplace 2022 Report. Gallup, Inc. Retrieved from
Herzberg, F. (1968). One more time: How do you motivate employees? Harvard
Business Review, 46(1), 53–62.
Macnamara, J. (2016). Organisational listening: The missing essential in public
communication. Peter Lang Publishing
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative
approaches (7th ed.). Pearson Education.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Theaker, A. (2004). The public relations handbook (2nd ed.). Routledge.
Welch, M., & Jackson, P. R. (2007). Rethinking internal communication: A stakeholder
approach. Corporate Communications: An International Journal, 12(2), 177–
198. https://doi.org/10.1108/13563280710744847
Tkalac Verčič, A., Verčič, D., & Sriramesh, K. (2012). Internal communication:
Definition, parameters, and the future. Public Relations Review, 38(2), 223–
230. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2011.12.019
Yeomans, L., & FitzPatrick, L. (2017). Internal communication. In R. Tench & L.
Yeomans (Eds.), Exploring public relations (4th ed., pp. 273–297). Pearson
Education.
Zerfass, A., Verčič, D., & Volk, S. C. (2017). Communication management, corporate
communication, and strategic communication: A summary of the current
state of the art. International Journal of Strategic Communication, 11(2), 118–
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Asti Ribi Maulianti, Ginung Pratidina, Robby Firliandoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




