Makna ‘’Healing” dalam Budaya Pop Milenial dan Gen Z

Authors

  • Alda Septiani Agustin Universitas Djuanda
  • Khansa Muthmainnah Universitas Djuanda
  • Nazwa Winaya Salsabila Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.20193

Keywords:

Healing, Budaya Populer, Generasi Milienial, Gen Z, Kesehatan Mental

Abstract

“Healing” merupakan fenomena yang sedang tren saat ini, yang dimana menjadi suatu budaya yang popular di kalangan generasi milenial dan Gen Z. “Healing”  awalnya merupakan salah satu alternatif pengobatan mental dan emosional dari trauma, stress dan luka batin yang dapat menganggu psikis seseorang. Akan tetapi, pada saat ini “Healing” dijadikan sebagai bentuk gaya hidup generasi milenial dan Gen Z. Jurnal ini mengkaji makna “Healing” yang dijadikan budaya popular di kalangan generasi milenial dan Gen Z, menganalisis bagaimana konsep ini didefinisikan, dipraktikkan dan diimplementasikan. Melalui pendekatan kualitatif dengan melakukan tinjauan literatur, melakukan survei data dengan mengisi kuesioner dan menganalisis konten media sosial, penelitian ini munjukkan bahwa “Healing” di kalangan generasi milenial dan Gen Z memiliki makna sebagai bentuk pemulihan mental dan emosional dari tekanan hidup dengan melakukan hal yang menyenangkan untuk mengurangi stress. Penerapan “Healing” yang popular biasanya meliputi perjalanan, meditasi, melakukan aktivitas fisik, Self-care, dan menghabiskan waktu bersama teman. Fenomena ini menunjukkan perubahan dari segi pendekatan klinis menjadi bentuk personal dan fleksibel. Selain menawarkan ruang untuk refleksi diri, “Healing” pun terkadang rentan terhadap komersialisasi dan idealisasi yang tidak realistis. Pemahaman mendalam tentang makna “Healing” dalam budaya pop ini penting untuk menganalisis dampaknya bagi kesehatan mental dan perilaku  konsumtif generasi muda.

References

Aisa, A., Hasanah, I., Hasanah, U., Wahyuningrum, R., Madura, I., Artikel, I., & Korespondensi, P. (2021). Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling SELF-HEALING UNTUK MENGURANGI STRES AKADEMIK MAHASISWA SAAT KULIAH DARING. 2(2), 136–153. https://doi.org/10.18326/pamomong.v2i2.136

COFFEE SHOP AND LEISURE TIME : MENGEKSPLORASI TREND GAYA HIDUP KAUM MILENIAL DI KOTA PAREPARE. (n.d.).

Delliana, S., Pratiwi, E., Wasana, F. W., & Sari, E. K. (2024). Dengarkan Musik, Cerahkan Suasana Hatimu: Rekreasi Digital Perpustakaan Melalui Spotify. Media Informasi, 33(2), 170–180. https://doi.org/10.22146/mi.v33i2.14752

Dewi, L. M., Masykurin, S. B., Karentina, Y. U. N., Putri, D. D. A., Hafidhah, A. N., & Jihad. (2021). Penyuluhan kesehatan mental di era pandemi covid-19 pada mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine, 2(3), 136–143. https://doi.org/10.32539/hummed.v2i3.61

Fahtoni, H. (2022). Pemaknaan Aktivitas Nongkrong di Kafe sebagai Budaya Milenial (Studi Fenomenologi Terhadap Pengunjung Kafe di Kota Pematangsiantar). Communication & Social Media, 2(1), 14–21. https://doi.org/10.57251/csm.v2i1.466

Feka, V. P., Ndapa Lawa, S. T. M., & Nama, D. Y. (n.d.). Volume 2 Nomor 2 Agustus 2023-HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN 82 Merunut Makna Kata “Refreshing” dan “Healing”: Kajian Sosiolinguistik.

Hikmah, N., Fauziyah, N. K., Septiani, M., & Lasari, D. M. (2022). Healing Sebagai Strategi Coping Stress Melalui Pariwisata. Indonesian Journal of Tourism and Leisure, 3(2), 113–124. https://doi.org/10.36256/ijtl.v3i2.308

INSTALASI TEKSTIL INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA ART HEALING. (n.d.).

Program, P., Mutohharoh, A., & Pekalongan, I. (2022). Self Healing: Terapi atau Rekreasi? Annisa Mutohharoh) | 73 Journal of Sufism and Psychotherapy, 2(1), 2797–779. https://doi.org/10.28918/jousip.v2i1.701

Rahmatika, S., Rozaq, A., & Fauziyah, U. (2023). Konsep Self-Healing Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi (Studi Atas Surah Al-Muzammil 1-10). Jurnal Hukum Islam, 9(2), 2548–5903. https://doi.org/10.55210/assyariah.v9i2.1063ps

Rahmi, Y. (2021). Pencegahan Perilaku Boros sebagai Self Healing dalam Penggunaan Online Shopping: Studi Takhrij dan Syarah Hadis. Jurnal Riset Agama, 1(2), 428–438. https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14709

Sabila, K., & Tawaqal, R. S. (2025). Fenomena Budaya FoMO (Fear of Missing Out) di Media Sosial Tiktok pada Kalangan Gen Z. Jurnal Audience, 8(1), 110–129. https://doi.org/10.33633/ja.v8i1.12343

Saefudin, R., Islam, U., Sultan, N., Banten, M. H., & Hasanuddin Banten, M. (2025). PENGARUH HEALING TERHADAP KONDISI MENTAL GENERASI Z DI KOTA SERANG. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(5), 167–174. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i5.4445

Salsabila Zafila, S., & Purnairawan, R. E. (2024). Budaya Lokal sebagai Sarana Pemulihan Trauma: Sebuah Studi pada Generasi Z di Indonesia. Saneskara: Journal of Social Studies, 1(2), 53–71. https://doi.org/10.62491/sjss.v1i2.2024.18

Sundari, D., Wirman, W., Yozani, R. E., Komunikasi, J. I., & Korespondensi, E. (2023). Konstruksi Makna Self Healing Millenial Moms Di Instagram. 11(1), 67–91.

Aisa, S. (n.d.). SIMBOL SELF HEALING DALAM LIRIK LAGU ALBUM MENARI DENGAN BAYANGAN KARYA HINDIA. www.kompas.com,

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Agustin, A. S., Muthmainnah, K., & Salsabila, N. W. (2025). Makna ‘’Healing” dalam Budaya Pop Milenial dan Gen Z. Karimah Tauhid, 4(8), 5943–5948. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i8.20193

Similar Articles

<< < 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.