Modal Sosial Asli vs Modal Sosial Bentukan: Kegagalan Institusi PHBM dalam Menggerakkan Sistem Nafkah Pedesaan

Authors

  • Andini Kusuma Universitas Djuanda
  • Xeviola Rhytma Jazzyra Universitas Djuanda
  • Putriani Nuri Maulida Universitas Djuanda
  • Muhammad Rafii Faiz Alghifary Universitas Djuanda
  • Angga Sentosa Wijaya Universitas Djuanda

DOI:

https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i7.18879

Keywords:

Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat, PHBM, Strategi Nafkah, Sistem Nafkah Pedesaaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab kegagalan implementasi program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dalam mendukung sistem penghidupan masyarakat pedesaan, terutama di kawasan yang sangat bergantung pada sumber daya hutan. PHBM sendiri merupakan bentuk konstruksi modal sosial yang dibentuk oleh negara melalui Perum Perhutani yang memiliki tujuan untuk mengelola sumber daya hutan dengan cara bekerja sama dengan Masyarakat. Strategi ini diciptakan karena keterlibatan Masyarakat yang belum jelas dalam proses mengelola hutan. Meski demikian, pelaksanaan program ini menghadapi berbagai kendala karena tidak selaras dengan nilai-nilai lokal, pola hidup, dan kepercayaan masyarakat yang telah terbentuk secara turun-temurun, yang mencerminkan masih sangat eratnya eksistensi modal sosial tradisional.

Masyarakat desa cenderung lebih mempercayai sistem yang berbasis pada norma, tradisi, dan solidaritas komunitas ketimbang mekanisme formal yang bersifat struktural dan administratif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Satu studi kasus utama dianalisis dari jurnal Agustina M. Purnomo, dan diperkuat dengan sembilan jurnal ilmiah lain yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui telaah isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan modal sosial asli lebih dominan dalam menentukan strategi nafkah masyarakat desa dibandingkan dengan intervensi eksternal seperti PHBM. Ketidaksesuaian antara pendekatan program dan nilai-nilai lokal menjadi faktor utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam skema PHBM.

References

(Di et al., 2013; Djuanda & Ketil, 2024; M Purnomo et al., 2007; Management et al., 2015; Pintakami, 2013b; Purnomo, 2017, 2021; Purnomo et al., 2015; Rita Rahmawati; Euis Salbiah; Agustina Multi Purnomo; Novel Anak Lydon, 2023; Salatalohy, 2019)Di, K., Cipeuteuy, D., & Sukabumi, K. (2013). Analisis Struktur Dan Strategi Nafkah Rumahtangga Petani Sekitar Kawasan Hutan Konservasi Di Desa Cipeuteuy, Kabupate. 01(01), 26–36.

Djuanda, U., & Ketil, K. (2024). TECHNO-ECONOMIC ANALYSIS OF THE PRODUCTION OF PEN HOLDERS FROM CAN WASTE FOR SUPPORTING SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS ( SDGS ). 19(5), 137–144.

M Purnomo, A., Hadi Dharmawan, A., & Agusta, I. (2007). Transformasi Struktur Nafkah Pedesaan : Issn : 1978-4333, 01(02), 193–216.

Management, F., Dharmasraya, U., & Sumatra, W. (2015). ( Studi Kasus Pada Masyarakat Suku Me Layu Di Ke Satuan Pe Mangkuan H Utan Dharmasraya , Sumate Ra Barat ). Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 12 No.3, 213–225.

Pintakami, L. B. (2013a). Keterlibatan Perempuan Tani Pada Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Dalam Rangka Mencapai Kesejahteraan Rumah Tangga (Studi Kasus …. http://repository.ub.ac.id/155647/

Pintakami, L. B. (2013b). Keterlibatan Perempuan Tani Pada Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Dalam Rangka Mencapai Kesejahteraan Rumah Tangga (Studi Kasus ….

Purnomo, A. M. (2017). The Space of Potential Conflict and Urban Spatial Justice: The Case of Johar Baru Subdistrict, Central Jakarta. 163(Icodag), 173–178. https://doi.org/10.2991/icodag-17.2017.33

Purnomo, A. M. (2021). Possibility of inclusive tourism development for the urban poor: Content analysis of tourism policies, publications and promotions in Bogor City. … Bogor International Conference for Social Sciences, 173–183. https://www.researchgate.net/profile/Agustina-Purnomo/publication/362838910_POSSIBILITY_OF_INCLUSIVE_TOURISM_DEVELOPMENT_FOR_THE_URBAN_POOR_CONTENT_ANALYSIS_OF_TOURISM_POLICIES_PUBLICATIONS_AND_PROMOTIONS_IN_BOGOR_CITY/links/6303513de3c7de4c34762717/POSSI

Purnomo, A. M., Pedesaan, S., & Agency, D. P. (2015). Gender responsive ecotourism development opportunities in karimunjawa island. 75–89.

Rita Rahmawati; Euis Salbiah; Agustina Multi Purnomo; Novel Anak Lydon. (2023). The Struggle Contestation for access forest resources: An Ecology-Politics Approach.

Salatalohy, A. (2019). Strategi Dan Struktur Nafkah Rumahtangga Petani Agroforestri Kecamatan Parigi Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 11(2), 126. https://doi.org/10.24259/jhm.v11i2.8297

Downloads

Published

2025-07-10

How to Cite

Kusuma, A., Jazzyra, X. R., Maulida, P. N., Alghifary, M. R. F., & Wijaya, A. S. (2025). Modal Sosial Asli vs Modal Sosial Bentukan: Kegagalan Institusi PHBM dalam Menggerakkan Sistem Nafkah Pedesaan. Karimah Tauhid, 4(7), 4856–4863. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i7.18879

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.