Pengendalian Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri) pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Menggunakan Trichoderma Asperellum dan Trichoderma Reesei
DOI:
https://doi.org/10.30997/jp.v17i1.24284Keywords:
Alternaria porri, bawang merah, bercak ungu, Trichoderma asperellum, Trichoderma reeseiAbstract
Penyakit bercak ungu yang disebabkan oleh Alternaria porri merupakan salah satu faktor pembatas utama produksi bawang merah karena dapat menurunkan hasil secara signifikan. Pengendalian penyakit ini umumnya masih mengandalkan fungisida kimia yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Trichoderma asperellum TZ11DI1 dan Trichoderma reesei TZ31DU1 sebagai agen pengendali hayati penyakit bercak ungu pada tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Provinsi Gorontalo dan lahan pertanian Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (fungisida), T. asperellum TZ11DI1, T. reesei TZ31DU1, dan kombinasi keduanya, masing-masing diulang delapan kali. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, intensitas serangan, serta jumlah dan berat umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma sp. berpengaruh nyata dalam menekan penyakit bercak ungu. Perlakuan T. reesei TZ31DU1 menunjukkan efektivitas tertinggi dalam menekan masa inkubasi, kejadian penyakit, dan intensitas serangan, serta meningkatkan hasil bawang merah dengan rata-rata berat umbi 56,46 g dan jumlah umbi 18,25 per rumpun.
References
Ávila-Oviedo, J. L., & Chávez-Avilés, M. N. (2026). Ecological versatility and biocontrol mechanisms of Trichoderma spp.: toward sustainable agriculture. Discover Applied Sciences, 5. https://doi.org/10.1007/s42452-026-08253-5
Chen, X., Lu, Y., Liu, X., Gu, Y., & Li, F. (2025). Trichoderma: Dual Roles in Biocontrol and Plant Growth Promotion. Microorganisms, 13(8), 1–15. https://doi.org/10.3390/microorganisms13081840
Contreras-Cornejo, H. A., Schmoll, M., Esquivel-Ayala, B. A., González-Esquivel, C. E., Rocha-Ramírez, V., & Larsen, J. (2024). Mechanisms for plant growth promotion activated by Trichoderma in natural and managed terrestrial ecosystems. Microbiological Research, 281(August 2023). https://doi.org/10.1016/j.micres.2024.127621
Dastogeer, K. M. G., Tumpa, F. H., Sultana, A., Akter, M. A., & Chakraborty, A. (2020). Plant microbiome–an account of the factors that shape community composition and diversity. Current Plant Biology, 23(July), 100161. https://doi.org/10.1016/j.cpb.2020.100161
García-Latorre, C., Velázquez, R., Hernández, A., Moraga, C., & Poblaciones, M. J. (2024). Exploring Trichoderma Diversity for Sustainable Disease Management in Lolium perenne Against Fusarium avenaceum. Journal of Crop Health, 76(6), 1447–1462. https://doi.org/10.1007/s10343-024-01060-1
Gobbi, P. C., & M. L. Turino. (2024). Compatibility and antimicrobial activity of Trichoderma spp. combined with diazotrophs and growth-promoting bacteria. Australian Journal of Crop Science, 18 (12), 786–793. https://doi.org/https://doi.org/10.21475/ajcs.24.18.12.p17
Guzmán-Guzmán, P., Etesami, H., & Santoyo, G. (2025). Trichoderma: a multifunctional agent in plant health and microbiome interactions. BMC Microbiology, 25(1). https://doi.org/10.1186/s12866-025-04158-2
Haryati, W., Novianti, T., & Hidayat, N. K. (2024). Daya Saing dan Determinan Ekspor Bawang Merah Indonesia: Sebuah Bukti di Kawasan ASEAN. Agro Bali : Agricultural Journal, 7(2), 641–653. https://doi.org/10.37637/ab.v7i2.1732
Iswati, R., Aini, L. Q., Soemarno, & Abadi, A. L. (2024). Exploration and characterization of indigenous Trichoderma spp. as antagonist of Rhizoctonia solani and plant growth promoter of maize. Biodiversitas, 25(4), 1375–1385. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250405
Jambhulkar, P. P., Singh, B., Raja, M., Ismaiel, A., Lakshman, D. K., Tomar, M., & Sharma, P. (2024). Genetic diversity and antagonistic properties of Trichoderma strains from the crop rhizospheres in southern Rajasthan, India. Scientific Reports, 14(1), 1–21. https://doi.org/10.1038/s41598-024-58302-5
Jin, S., & Alberti, F. (2025). Advances in the discovery and study of Trichoderma natural products for biological control applications. Natural Product Reports, 42(8), 1367–1386. https://doi.org/10.1039/d5np00017c
Jumadi, O., M. Junda., M. W. Caronge, S. (2021). Trichoderma dan Pemanfaatan. In Trichoderma Dan Pemanfaatan. Penerbit Jurusan Biologi FMIPA UNM Kampus UNM Parangtambung Jalan Malengkeri Raya.
Kumar, R., Samanta, P., Vijay Raj, S., Bera, P., & Naimuddin, M. (2023). Potential and Prospects of Trichoderma in Plant Protection. Advances in Agriculture, 2023. https://doi.org/10.1155/2023/5573662
Natsiopoulos, D., Topalidou, E., Mantzoukas, S., & Eliopoulos, P. A. (2024). Endophytic Trichoderma: Potential and Prospects for Plant Health Management. Pathogens, 13(7), 1–21. https://doi.org/10.3390/pathogens13070548
Nurosid, I. S., Nurdiana, D., & Tauhid, A. (2018). Pengaruh Berbagai Konsentrasi Larutan Agen Hayati Terhadap Serangan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri), Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tuk-Tuk. 3(1), 39–50.
Putra, A. M. (2026). Trichoderma -Based Biocontrol Strategies Against Fusarium Wilt : A Bibliometric Analysis and literature Review. 11(1), 94–108. https://doi.org/10.24002/biota.v11i1.12938
Resti, Z., Warnita, & Liswarni, Y. (2021). Endophytic bacterial consortia as biocontrol of purple blotch and plant growth promoters of shallots. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 741(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/741/1/012009
Revania, S., Doo, P., Meitiniarti, V. I., Kasmiyati, S., Betty, E., & Kristiani, E. (2023). Trichoderma spp., The Multi-Functional Fungus. Tropical Microbiome Journal, 1(1), 73–89. https://ejournal.uksw.edu/jtm
Rodrigues, C., Mendes, N. A. C., Gorni, P. H., Peres, G. Q. D., & Reis, A. R. dos. (2025). Trichoderma atroviride enhances ROS scavenging systems, primary and secondary metabolism increasing the yield of soybean plants. Plant Physiology and Biochemistry, 227, 110143. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.plaphy.2025.110143
Taufiq, M., Rahmanta, R., & Ayu, S. F. (2021). Permintaan Dan Penawaran Bawang Merah Di Provinsi Sumatra Utara. Jurnal Agrica, 14(1), 104–115. https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4759
Umbola, M. A., Lengkong, E., & Nangoi, R. (2020). Pemanfaatan Agen Hayati Tricho-Kompos dan PGPR (Plant growth promotion rhizobactery) Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuumL.). Cocos, 12(1), 1–15.
Yao, X., Guo, H., Zhang, K., Zhao, M., Ruan, J., & Chen, J. (2023). Trichoderma and its role in biological control of plant fungal and nematode disease. Frontiers in Microbiology, 14(May), 1–15. https://doi.org/10.3389/fmicb.2023.1160551
Zin, N. A., & Badaluddin, N. A. (2020). Biological functions of Trichoderma spp. for agriculture applications. Annals of Agricultural Sciences, 65(2), 168–178. https://doi.org/10.1016/j.aoas.2020.09.003
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pertanian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
-
Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke artikel teks lengkap dalam jurnal ini tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Jurnal ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang mengizinkan untuk membagikan, menyalin, dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun selama Anda memberikan kredit yang sesuai kepada penulis asli dan sumbernya, berikan tautan ke lisensi Creative Commons. Jika Anda me-remix, mengubah, atau membangun materi, Anda harus mendistribusikan kontribusi Anda di bawah lisensi yang sama seperti aslinya. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi. Untuk melihat salinan lisensi ini, kunjungi tautan permanen ini.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
2. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal publikasi di jurnal ini.
3. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat Pengaruh Akses Terbuka).Anda bebas untuk:
Bagikan — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi — me-remix, mengubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mengikuti persyaratan lisensi.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.