Insidensi Helminthosporium solani dan Asosiasi Kompleks Cendawan pada Lalu Lintas Umbi Kentang Melalui Pelabuhan Semayang: Implikasi bagi Biosekuriti Pascapanen

Authors

  • Luky Chandra Purnomo Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30997/jp.v17i1.24049

Keywords:

blotter test, insidensi, karantina tumbuhan, Helminthosporium solani, silver scurf

Abstract

Silver scurf merupakan penyakit tular-benih pada tanaman kentang yang disebabkan oleh Helminthosporium solani dan diketahui dapat menyebar melalui pergerakan umbi yang terinfeksi antarwilayah. Di Indonesia, distribusi kentang antarpulau berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran patogen ini, namun data pengawasan berbasis pelabuhan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi insidensi H. solani pada umbi kentang yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Sebanyak 32 lot kentang diperiksa menggunakan metode blotter test yang dilanjutkan dengan identifikasi koloni cendawan secara mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. solani terdeteksi pada 4 lot (12,5%), dengan proporsi tertinggi ditemukan pada sampel yang berasal dari Pare-Pare. Selain H. solani, beberapa cendawan lain yang umum berasosiasi dengan kerusakan pascapanen, seperti Fusarium spp., Aspergillus niger, dan Penicillium sp., juga ditemukan. Keberadaan cendawan-cendawan tersebut mengindikasikan bahwa penanganan dan penyimpanan umbi pascapanen belum sepenuhnya optimal. Analisis statistik menggunakan Uji Fisher Exact menunjukkan bahwa insidensi H. solani tidak berasosiasi secara signifikan dengan asal geografis lot kentang. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pengawasan fitosanitari di titik pemasukan serta perlunya pelengkapan metode deteksi konvensional dengan pendekatan molekuler untuk meningkatkan keandalan identifikasi patogen tular-benih.

References

Agustina, E. R. (2025). Eliminasi Helminthosporium solani pada bibit umbi kentang (Solanum tuberosum L.) impor dengan perlakuan air panas dan fungisida [Tesis magister, IPB University]. IPB Repository.

Avis, T. J., Martinez, C., & Tweddell, R. J. (2010). Minireview/Minisynthèse. Integrated management of potato silver scurf (Helminthosporium solani). Canadian Journal of Plant Pathology, 32(3), 287–297. https://doi.org/10.1080/07060661.2010.508627

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik kentang Indonesia 2022. BPS RI. https://www.bps.go.id/id/publication

Cullen, D., Lees, A., Toth, I., & Duncan, J. (2001). Conventional PCR and real-time quantitative PCR detection of Helminthosporium solani in soil and on potato tubers. European Journal of Plant Pathology, 107, 387–398. https://doi.org/10.1023/A:1011247826231

Cunha, M. G., & Rizzo, D. M. (2003). Development of Fungicide Cross Resistance in Helminthosporium solani Populations from California. Plant Disease, 87(7), 798–803. https://doi.org/10.1094/PDIS.2003.87.7.798

Errampalli, D., Saunders, J. M., & Holley, J. D. (2001). Emergence of silver scurf (Helminthosporium solani) as an economically important disease of potato. Plant Pathology, 50(1), 141–153. https://doi.org/10.1046/j.1365-3059.2001.00555.x

Food and Agriculture Organization. (2019). Potato production and adaptation in tropical highlands. FAO.

Hasanah, I. M. (2022). Deteksi cendawan Helminthosporium solani pada umbi kentang dengan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) [Tesis magister, Universitas Brawijaya]. Brawijaya Knowledge Garden.

International Plant Protection Convention. (2020). ISPM 31: Methodologies for sampling of consignments. FAO. https://www.ippc.int/

International Seed Testing Association. (2013). International rules for seed testing: Seed health testing methods. ISTA.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Statistik perhubungan 2021: Pelabuhan laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. https://dephub.go.id/

Kmoch, M., Loubová, V., Veselská, M., Jílková, B., & Víchová, J. (2023). Antifungal activity of essential oils on Helminthosporium solani causing potato silver scurf under in vitro and in vivo conditions. Agriculture, 14(1), 66. https://doi.org/10.3390/agriculture14010066

Massana-Codina, J., Schnee, S., Lecoultre, N., et al. (2021). Influence of abiotic factors, inoculum source and cultivar susceptibility on the potato tuber blemish diseases black dot (Colletotrichum coccodes) and silver scurf (Helminthosporium solani). Plant Pathology, 70, 885–897. https://doi.org/10.1111/ppa.13350

Plant Health Australia. (2024). National Potato Industry Biosecurity Surveillance Strategy 2020–2025 (Revised ed.). Plant Health Australia. https://www.planthealthaustralia.com.au/wp-content/uploads/2024/01/National-Potato-Industry-Biosecurity-Surveillance-Strategy-2020-25-2.pdf

Puri, P. (2025). Approaches for Management of Silver Scurf of Potato. Washington State University.

Rini, A., Parawansa, A. K., & Tasrif, A. (2024). Deteksi dan identifikasi Helminthosporium solani pada umbi kentang di Sulawesi Selatan. AgrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Pertanian, 5(3), 1–8. https://doi.org/10.33096/agrotekmas.v5i3.636

Zhao, P., Crous, P. W., Hou, L. W., Duan, W. J., Cai, L., Ma, Z. Y., & Liu, F. (2021). Fungi of quarantine concern for China I: Dothideomycetes. Persoonia, 47, 45–105. https://doi.org/10.3767/persoonia.2021.47.02

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

Purnomo, L. C. (2026). Insidensi Helminthosporium solani dan Asosiasi Kompleks Cendawan pada Lalu Lintas Umbi Kentang Melalui Pelabuhan Semayang: Implikasi bagi Biosekuriti Pascapanen. Jurnal Pertanian, 17(1), 26–37. https://doi.org/10.30997/jp.v17i1.24049

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 

You may also start an advanced similarity search for this article.