Inovasi Pangan Berbasis Tempe sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Authors

  • Rini Kurniasih Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Mega Safithri Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Laksmi Ambarsari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Popi Asri Kurniatin Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Dimas Andrianto Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Syamsul Falah Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Rara Annisaur Rosyidah Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Maheswari Alfira Dwicesaria Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Martini Hudayanti Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Ayu Lestari Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Syabilla Aulia Rahman Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Anggita Aziz Pratiwi Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
  • Rahmadhani Ambarsavitri Program Studi D4 Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Gunung Gede, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.30997/qh.v12i1.22074

Keywords:

gizi pedesaan, ketahanan pangan, nugget tempe, pemberdayaan masyarakat, sumber protein

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, dengan prevalensi stunting nasional yang masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Peningkatan gizi sejak dini melalui pangan lokal bergizi tinggi seperti tempe, sebagai sumber protein nabati, merupakan solusi yang efektif. Program pemberdayaan masyarakat di Desa Cipalaha, Garut, melibatkan ibu dengan anak usia 0–5 tahun, ibu hamil, serta kader Posyandu dan PKK. Kegiatan meliputi penilaian status gizi anak, edukasi gizi dan stunting, pelatihan pembuatan nugget tempe dan sari kedelai, serta evaluasi melalui kuesioner orang tua, wawancara, dan uji organoleptik. Hasil menunjukkan 24% balita tergolong pendek atau sangat pendek, dan seluruh anak di atas lima tahun memiliki berat badan kurang, menandakan kekurangan energi kronis. Tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua berpengaruh kuat terhadap risiko stunting. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam memproduksi serta mengonsumsi olahan tempe bergizi tinggi dengan tingkat penerimaan yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan anak dan tujuan Indonesia Emas 2045.

Author Biographies

Mega Safithri, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Bioanalisis, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor,

Laksmi Ambarsari, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Biomolekul, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Popi Asri Kurniatin, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Biomolekul, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Bioanalisis, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Dimas Andrianto, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Bioanalisis, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Syamsul Falah, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Metabolisme, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Rara Annisaur Rosyidah, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Metabolisme, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Maheswari Alfira Dwicesaria, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Divisi Biomolekul, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Martini Hudayanti, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Ayu Lestari, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Syabilla Aulia Rahman, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Anggita Aziz Pratiwi, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor

Rahmadhani Ambarsavitri, Program Studi D4 Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Gunung Gede, Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Program Studi D4 Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor

References

Amalia R dan Nugraha A. 2018. Pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui diversifikasi produk pangan lokal. Jurnal Pembangunan Masyarakat. 12(2): 95-107.

Aryanta IWR. 2023. Kandungan gizi dan manfaat tempe bagi Kesehatan. e-ISSN: 2657-1064. E-Jurnal Widya Kesehatan. 5(2):25-32.

Azzahra DA, et al. 2025. Potensi Pangan Fermentasi Tempe dalam Mengatasi Kejadian Malnutrisi. Student Scientific Creativity Journal. 3(2):78-83. e-ISSN : 2985-3753; p-ISSN : 2985-3761.

Badan Pusat Statistik. 2022. Statistik Gizi Indonesia 2022. Jakarta: BPS.

Black RE. et al. 2013. Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Budiastutik I dan Nugraheni SA. 2018. Determinants of stunting in Indonesia: A review article. International Journal of Healthcare Research. 1(2): 43-49.

Dewi N, Santoso W dan Sar, Y. 2021. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 16(1): 55-63.

El-Ramady H, Abdalla N, Badgar K, Llanaj X, Törős G, Hajdú P, Eid Y, dan Prokisch J. 2022. Edible Mushrooms for Sustainable and Healthy Human Food: Nutritional and Medicinal Attributes. Sustainability (Switzerland), 14(9).

Faidah FH, Moviana Y, Isdiany N, Surmita S, dan Hartini PW. 2019. Formulasi makanan enteral berbasis tepung tempe sebagai alternatif makanan enteral tinggi protein. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 67–74.

FAO. 2020. The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: FAO.

FAO. 2021. The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: FAO.

FAO. 2022. The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: FAO.

Gibbs BF, Zougman A, Masse R, dan Mulligan C. 2004. Production and characterization of bioactive peptides from soy hydrolysate and soy-fermented food. Food Research International. 37(2), 123–131

Haryanti, D., & Purnama, S. (2020). Nutritional benefits of tempe for children’s health in Indonesia. Journal of Nutrition and Dietetics, 12(2), 102–107.

Hidayat S, Pratama Y dan Firdaus M. 2021. Pengenalan dan pemanfaatan sumber protein nabati dalam diet masyarakat. Jurnal Nutrisi Indonesia. 37(2): 110-120.

Kemenkes. (2020). Panduan Ketahanan Pangan dan Gizi Nasional. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Gizi Seimbang untuk Kesehatan Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. 2023. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Nugroho B, Diah M dan Surya, E. 2021. Minat masyarakat dalam pembuatan produk pangan berbasis kedelai. Jurnal Pangan dan Kesehatan. 14(1): 90-102.

Nugroho, S., & Sihombing, R. (2019). The impact of soy-based foods in reducing stunting prevalence in Indonesian children. Journal of Community Nutrition, 5(2), 88–95.

Pinasti L, Nugraheni Z, dan Wiboworini B. 2020. Potensi tempe sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja penderita anemia. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, Mei 2020 (5)1: 19-26.

Purba F. 2019. Pemanfaatan pangan berbasis kedelai untuk peningkatan gizi masyarakat pedesaan. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 15(1): 45-57.

Rahman H, Rahmah M dan Saribulan N. 2023. Upaya penanganan stunting di Indonesia analisis bibliometrik dan analisis konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa. 8(1): 44-59. doi: 10.33701/jipsk.v8i1.3184.

Safithri et al. 2024. Masyarakat sehat, pangan sehat: penguatan gizi dengan implementasi rumah produksi sari kedelai sebagai solusi terpadu masyarakat desa. Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat p-ISSN 2442-3726 e-ISSN 2550-114. 10(3):255-264

Saputra IWAR. et al. pemanfaatan tempe sebagai komoditi lokal untuk pasar global. SEWAGATI. 3(2) 2024:73-78.

Sari L dan Fikri A. 2020. Manfaat protein nabati dari kedelai dalam mencegah penyakit degeneratif. Jurnal Nutrisi Indonesia. 38(3): 123-130.

Sundari, Prayoga Y, dan Nasution MAA. 2025. Inovasi Dalam Meningkatkan nilai jual tempe sebagai salah satu komoditas utama umkm di desa simpang empat kab. labuhanbatu utara. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN). 6(2): 2387-2392.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). 2019. The State of the World’s Children 2019: Children, Food and Nutrition – Growing well in a changing world. New York: UNICEF.

United Nations. 2021. Sustainable Development Goals Report. New York: UN.

Wijaya H dan Sasmita D. 2021. Pengembangan usaha mikro melalui produksi pangan lokal berbasis kedelai di wilayah pedesaan. Jurnal Ekonomi Mikro. 8(2): 67-80.

World Health Organization. 2006. WHO Child Growth Standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. 2020. Child Growth and Development. Geneva: WHO.

World Health Organization. 2021. The State of Food Security and Nutrition in the World 2021: Transforming food systems for food security, improved nutrition and affordable healthy diets for all. Geneva: World Health Organization and Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Yuliana R, Setiawan D, Pratama Y dan Nurhadi. 2019. Penguatan ketahanan pangan lokal melalui produksi sari kedelai di masyarakat pedesaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 17(2): 85-92.

Downloads

Published

2026-02-19

How to Cite

Kurniasih, R., Safithri, M., Ambarsari, L., Kurniatin, P. A., Purwanto, U. M. S., Andrianto, D., … Ambarsavitri, R. (2026). Inovasi Pangan Berbasis Tempe sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 12(1), 39–52. https://doi.org/10.30997/qh.v12i1.22074

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.