Peningkatan Kesehatan Melalui Pengolahan Sumber Daya Herbal Menjadi Minuman Fungsional SIJAKA
DOI:
https://doi.org/10.30997/qh.v11i2.18127Keywords:
diabetes, jahe merah, kayu manis, SIJAKA, sirih merahAbstract
Program pelatihan dan sosialisasi mengenai pemanfaatan SIJAKA (sirih merah, jahe merah, dan kayu manis) sebagai minuman fungsional antidiabetes bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik masyarakat dalam mengelola diabetes secara alami. Desa Sukamaju yang terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk mengembangkan produksi minuman fungsional berbahan dasar SIJAKA, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Program ini dirancang untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendirian fasilitas produksi minuman fungsional SIJAKA. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kader Posyandu dan PKK melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan mencakup pengisian kuisioner pre-test dan post-test guna mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait minuman fungsional SIJAKA, meskipun sebelumnya pengetahuan mereka masih terbatas. Pelatihan ini juga mengungkapkan bahwa 79,31% peserta mengenal sirih merah dan jahe merah sebagai herbal potensial, sedangkan 72,41% mengetahui manfaat kayu manis. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan potensi herbal dalam mengelola diabetes. Selain itu, mayoritas peserta (92,11%) menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pelatihan dan ingin lebih memahami manfaat serta cara pembuatan SIJAKA. Program ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan wawasan masyarakat terhadap SIJAKA, serta memiliki potensi untuk dijadikan sebagai contoh bagi desa-desa lainnya. Secara keseluruhan, program ini memberikan dua manfaat utama, yaitu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, meskipun masih terdapat kendala dalam mendorong masyarakat untuk memproduksi dan mengonsumsi SIJAKA secara mandiri.
References
Amalia R dan Nugraha F. 2018. Edukasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi komplementer diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 12(1): 45-52.
Analianasari, Subeki, Harahap MPM. 2022. Aktivitas antidiabetes ekstrak kayu manis pada mencit dengan metode induksi aloksan. Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan. 1(1): 32-37
Astuti R, Sari DP dan Pratama A. 2022. Pengaruh edukasi tentang pengolahan tanaman herbal terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmu Gizi dan Pangan. 15(2): 78-90.
Astuti Y, Riani N dan Elviana N. 2022. Edukasi pengenalan obat herbal untuk penyakit diabetes mellitus di wilayah Kelurahan Pondok Ranggon. Jurnal Medika Hutama. 2(1): 2762-2768.
Devi L, Effendi E dan Bela I. 2019. Efektivitas air rebusan daun sirih merah terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Saling. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu. 7(2): 563-570.
Dewi NLPES, Widianti NMA dan Yuliani NMD. 2022. Pengaruh konsumsi teh herbal daun salam dan jahe merah terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan. 4(1): 12-20.
Husain M, Fadilah R dan Subekti H. 2019. Minat masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional dalam pengobatan penyakit degeneratif. Jurnal Farmasi Herbal. 14(1): 56-67.
Karmila E. 2020. Pengaruh ekstrak daun sirih merah terhadap gula darah sewaktu penderita diabetes mellitus di Lampung. Jurnal Kesehatan. 3(2): 2746-2579.
Kurniawan H dan Wibowo S. 2024. Edukasi pemberian jahe merah dan kayu manis untuk menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima. 3(2): 65.
Lestari T, Widyaningsih R dan Wulandari S. 2019. Penerimaan masyarakat terhadap produk berbasis herbal dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Jurnal Teknologi Pangan. 11(3): 122-134.
Medagama AB. 2015. The glycaemic outcomes of cinnamon, a review of the experimental evidence and clinical trials. Nutrition Journal. 14(1): 108.
Murtiningsih MK, Pandelaki K, Sedli BP. 2021. Gaya hidup sebagai factor resiko diabetes melitus tipe 2. e-CliniC. 9(2): 328-333.
Nanda O. 2022. Efektivitas edukasi diabetes terpadu terhadap efikasi diri dan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Repository STIKes Hang Tuah Surabaya.
Nugroho W, Handayani M dan Yulianto R. 2021. Peran pelatihan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan produk herbal fungsional. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 18(2): 99-110.
Prameswari TA. 2023. Pengaruh pemberian rebusan jahe dan kayu manis terhadap kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Makrayu Palembang. Tesis. Universitas Sriwijaya.
Puspitasari D, Setyaningrum T dan Kusuma A. 2022. Strategi pemasaran produk herbal untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap minuman fungsional berbasis tanaman obat. Jurnal Manajemen dan Agribisnis. 17(1): 67-79.
Safithri M, Indariani S dan Septiyani D. 2020. Aktivitas antioksidan dan total fenolik minuman fungsional nanoenkapsulasi berbasis ekstrak sirih merah. Indonesian Journal of Human Nutrition. 7(1): 58-66.
Safithri M, Indariani S dan Septiyani D. 2022. Aktivitas antioksidan dan antidiabetes in vitro ekstrak air daun sirih merah, jahe merah, dan kayu manis. Jurnal Sumberdaya Hayati. 8(1): 45-52.
Sari D, Wibowo A dan Handoko F. 2020. Manfaat jahe merah sebagai agen antidiabetes: Review literatur. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia. 8(4): 211-223.
Sari F dan Karunia AAI. 2020. Upaya menurunkan kadar glukosa darah dengan rebusan daun sirih merah pada penderita diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan. 9(1): 45-50.
Sari F, Lestari D dan Pratama A. 2024. Uji efek antidiabetes seduhan kombinasi jahe (Zingiber officinale), sereh (Cymbopogon citratus), dan kayu manis (Cinnamomum burmannii). Jurnal Penelitian Tanaman Obat. 10(2): 123-130.
Sari M dan Fikri M. 2020. Kadar glukosa darah, langerhans pankreas, dan profil lipid penderita diabetes tikus setelah pemberian kombinasi sirih merah, jahe, dan kayu manis. Jurnal Kesehatan. 11(2): 157-165.
Wati H dan Aditya M. 2022. Aktivitas antihiperglikemia dan antioksidan ekstrak daun sirih merah pada tikus hiperglikemia induksi aloksan. Jurnal Kesehatan. 11(1): 68-76.
Widiastuti N, Lestari P dan Saputri A. 2023. Penerimaan masyarakat terhadap produk minuman herbal fungsional sebagai alternatif terapi diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Herbal. 9(1): 55-68.
Widiyono dan Suwarni A. 2019. Rebusan daun sirih merah berpengaruh pada penurunan glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia. 12(2): 28-34.
Yusuf R, Hakim R dan Prasetyo B. 2021. Sirih merah dan kayu manis sebagai agen antidiabetes: Mekanisme kerja dan potensi aplikasinya dalam minuman fungsional. Jurnal Biomedik dan Farmasi. 13(2): 189-202.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mega Safithri, Dimas Andrianto, Tiana Fitrilia, Rara Annisaur Rosyidah, Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto, Rini Kurniasih, Martini Hudayanti, Catellia Auliany Achyar, Adella Febrina, Maheswari Alfira Dwicesaria, Gusnia Meilin Gholam, Ayu Tri Nusyarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.
- Articles published in Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license. You are free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and the journal, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
- By publishing in Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat, authors grant any third party the right to use their article to the extent provided by the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
