Pemberdayaan Pengrajin Bunga Kayu melalui Inovasi Produksi dan Strategi Pemasaran Omni-Channel

Authors

  • Yulianingsih Universitas Djuanda, Indonesia
  • Awa Universitas Djuanda, Indonesia
  • Farizka Susandra Universitas Djuanda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30997/qh.v11i3.21762

Keywords:

kerajinan bunga kayu, kapasitas produksi, pemasaran omni-channel, UMKM, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Desa Cilember di Kecamatan Cisarua, Bogor, memiliki potensi besar dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama kerajinan bunga kayu dari limbah kayu yang ditekuni 75% warganya dan menjadi sumber ekonomi utama. Namun, pengrajin masih terkendala kapasitas produksi dan pemasaran yang bergantung pada wisatawan. Program PKM diterapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat literasi digital melalui strategi pemasaran omni-channel. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan mesin, pelatihan pemasaran digital, pendampingan teknologi, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Program ini berhasil meningkatkan produksi 100%, literasi digital 80%, dan memperluas pasar hingga Depok, Sukabumi, Bandung, dan Jakarta. Pengrajin juga mampu mengelola toko daring multi-platform dan memaksimalkan media sosial sehingga daya saing produk meningkat. Secara keseluruhan, program ini efektif mendorong kemandirian dan memperkuat kapasitas UMKM melalui model pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan.

Desa Cilember di Kecamatan Cisarua, Bogor, memiliki potensi besar dalam pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama kerajinan bunga kayu dari limbah kayu yang ditekuni 75% warganya dan menjadi sumber ekonomi utama. Namun, pengrajin masih terkendala kapasitas produksi dan pemasaran yang bergantung pada wisatawan. Program PKM diterapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat literasi digital melalui strategi pemasaran omni-channel. Melalui pendekatan partisipatif dan experiential learning, kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan mesin, pelatihan pemasaran digital, pendampingan teknologi, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan. Program ini berhasil meningkatkan produksi 100%, literasi digital 80%, dan memperluas pasar hingga Depok, Sukabumi, Bandung, dan Jakarta. Pengrajin juga mampu mengelola toko daring multi-platform dan memaksimalkan media sosial sehingga daya saing produk meningkat. Secara keseluruhan, program ini efektif mendorong kemandirian dan memperkuat kapasitas UMKM melalui model pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan.

References

Abdillah, M., & Firmansyah, R. (2022). Digital literacy and e-commerce adoption in small-scale creative industries. Journal of Small Business and Enterprise Development, 29(6), 1021–1038.

Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120.

BPS. (2023). Statistik pariwisata Kabupaten Bogor 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor.

Chambers, R. (2017). Participatory learning and action: Handbook. London: Earthscan.

Fauzi, A., & Lestari, D. (2022). Pemanfaatan limbah kayu dalam pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 45–56.

Hidayat, R., Nugroho, A., & Putra, B. (2023). Strategi pemasaran omni-channel pada UMKM kerajinan lokal. Jurnal Manajemen dan Pemasaran, 12(1), 15–28.

Huizen, J. (2023). Digital marketing strategies for SMEs in the creative sector. Amsterdam: Springer.

Juaneda-Ayensa, E., Mosquera, A., & Sierra, J. (2016). Omnichannel customer behavior: Key drivers of cross-channel shopping. Journal of Retailing and Consumer Services, 30, 223–231.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.

Kurniawan, A., & Laksana, P. (2023). Implementasi strategi pemasaran digital untuk peningkatan penjualan UMKM kerajinan. Jurnal Manajemen Pemasaran Indonesia, 11(3), 65–79.

Lestari, D., Fauzi, A., & Rahayu, S. (2022). Integrasi teknologi dalam produksi UMKM kerajinan lokal. Jurnal Teknologi dan Inovasi UMKM, 4(1), 12–25.

Nugroho, P., Santoso, A., & Widodo, T. (2023). Keberlanjutan strategi pemasaran digital UMKM di kawasan wisata. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 33–47.

Prasetyo, Y., & Handayani, S. (2022). Pemberdayaan UMKM berbasis teknologi digital: Studi kasus kerajinan lokal. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 10(2), 45–58.

Sari, D., & Rahayu, S. (2022). Efektivitas teknologi tepat guna pada peningkatan kapasitas produksi UMKM. Jurnal Teknologi Industri Kreatif, 3(2), 55–66.

Suhendar, I., Wijaya, H., & Lestari, M. (2024). Strategi pengembangan UMKM kreatif berbasis digital marketing. Jurnal Ekonomi Digital, 6(1), 21–35.

Teece, D. J., Peteraf, M., & Leih, S. (2018). Dynamic capabilities and organizational agility: Risk, uncertainty, and strategy in the innovation economy. California Management Review, 60(4), 5–30.

Verhoef, P. C., Kannan, P. K., & Inman, J. J. (2021). From multi-channel retailing to omni-channel retailing. Journal of Retailing, 97(2), 174–185.

Wijayanti, D., Prasetyo, E., & Haryanto, B. (2020). Pengembangan strategi pemasaran digital pada UMKM kerajinan lokal. Jurnal Manajemen Kreatif, 2(1), 41–53.

Yuliati, R., & Susanti, D. (2021). Kerajinan bunga kayu sebagai identitas budaya dan ekonomi kreatif desa. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 7(2), 15–27.

Downloads

Published

2025-11-21

How to Cite

Yulianingsih, Awa, & Susandra, F. (2025). Pemberdayaan Pengrajin Bunga Kayu melalui Inovasi Produksi dan Strategi Pemasaran Omni-Channel. Qardhul Hasan: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(3), 477–489. https://doi.org/10.30997/qh.v11i3.21762

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.