Proses Pengolahan Telur Beku

Penulis

  • Tiara Amanda Lestari Fakultas Ilmu Pangan Halal, Universitas Djuanda Bogor
  • Aji Jumiono Magister Teknologi Pangan, Universitas Djuanda Bogor
  • Muhammad Zainal Fanani Magister Teknologi Pangan, Universitas Djuanda Bogor
  • Syahrir Akil Magister Teknologi Pangan, Universitas Djuanda Bogor

DOI:

https://doi.org/10.30997/jiph.v4i1.9829

Kata Kunci:

Chicken eggs, Frozen Egg, Preservation, Telur Ayam, Telur Beku, Pengawetan

Abstrak

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari oleh masyarakat karena rasanya lezat dan harganya yang murah sehingga konsumsi telur di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Keunggulan nutrisi pada telur menyebabkan telur sangat disukai mikroorganisme sehingga menjadikan telur mudah rusak, sebab itu perlu dilakukan proses pengawetan telur untuk memperpanjang masa simpan salah satunya yaitu pembuatan telur beku. Penulisan artikel ini dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan metode review literature atau penelusuran pustaka. Telur beku dapat memiliki masa simpan enam bulan sampai satu tahun. Proses pembuatan telur beku diawali dengan proses candling, pencucian, pemisahan kuning dan putih telur, pasteurisasi, dan penyimpanan pada suhu dingin.

Referensi

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2008. SNI 3926:2008 tentang Telur Ayam Konsumsi. BSN, Jakarta.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2018. Ratarata konsumsi per kapita seminggu beberapa macam bahan makanan penting, 2007-2017 [internet]. Tersedia pada www.bps.go.id [Diakses 16 Maret 2021].

Hartono. 2012. Kiat Sukses Menetaskan Telur Ayam. Agromedia. Surabaya

Kassis, N.M., Beamer, S.K., Matak, K.E., Tou, J.C., and Jaczynsky, J. 2010. Nutritional composition of novel nutraceutical egg products developed with omega-3-rich oil. Food and Technologi 43: 1204- 1212.

Komala, I. 2008. Http://www. ppiupm. net/index.php. Diakses tanggal 28 Februari 2018

Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Telur (Teori dan Praktek). Ebookpangan.com.

Mulza D P, Ratnawula, Gusnedi. 2013. Uji kualitas telur ayam ras terhadap lamanya penyimpanan berdasarkan sifat listrik. Pill P hys. 1(1):111-120.

Rezaharsamto, B. 2017. Pembuatan telur beku. Laporan Praktikum Universitas Padjajaran

Siregar. R. F, A. Hintono dan S. Mulyani. 2012. Perubahan Sifat Fungsional Telur Ayam Ras Pasca Pasteurisasi. Anima Agri J 1(1): 521-528

Soekarto. S. T. 2013. Teknologi Penanganan dan Pengolahan Telur. Alfabeta, Bandung.

Tan, T. C., K. Kanyarat and M. E. Azhar. 2012. Evaluation of functional properties of egg white obtained from pasteurized shell egg as ingredient in angel food cake. International Food Research Journal 19 (1): 303-308.

Lestari, R. P. ., Haris, H. ., Fanani, M. Z. ., & Jumiono, A. (2021). Telur Omega-3: Proses Pembuatan, Pengamatan Kualitas, Foodborne Disease dan Manfaat Bagi Kesehatan. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 3(2), 26–31.

Octaviannus Amen, Aji Jumiono, & Mohamad Ali Fulazzaky. (2021). Penjaminan Mutu Dan Kehalalan Produk Olahan Susu. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 2(1), 42–48.

Yanis, M., Aminah, S., dan Handayani, Y. 2018. Teknologi penanganan pasca panen telur. Buletin Pertanian Perkotaan 8 (2): 18-26.

Diterbitkan

2022-04-11

Cara Mengutip

Lestari, T. A., Jumiono, A., Fanani, M. Z., & Akil, S. (2022). Proses Pengolahan Telur Beku. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 4(1), 35–39. https://doi.org/10.30997/jiph.v4i1.9829