TATA KELOLA KOLABORATIF ANTARA KOMISI PEMILIHAN UMUM, BADAN PENGAWAS PEMILU, DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK 2024

Penulis

  • Fidya Arzita Elfito Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Rita Rahmawati Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Neng Virly Apriliyani Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Cecep Wahyudin Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Irma Purnamasari Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Saprudin Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Afmi Apriliani Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Faisal Tri Ramdani Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia
  • Denny Hernawan Department of Public Administration, Universitas Djuanda, Bogor, Jawa Barat-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30997/jgs.v12i1.19651

Kata Kunci:

kolaboratif, tata kelola, pemilihan kepala daerah

Abstrak

Pilkada Serentak 2024 menjadi momentum krusial dalam konsolidasi demokrasi di tingkat lokal, termasuk di Kabupaten Bogor, salah satu daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di Jawa Barat. Selain itu, Kabupaten Bogor juga termasuk daerah dengan indeks kerawanan pemilu kategori sedang berdasarkan laporan Bawaslu, sehingga berpotensi menimbulkan konflik horizontal dan tantangan teknis dalam penyelenggaraan. Kompleksitas tersebut menuntut adanya tata kelola kolaboratif lintas lembaga guna menjamin proses yang demokratis, inklusif, dan damai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, kendala, dan upaya kolaborasi antar aktor utama seperti KPU, Bawaslu, Bakesbangpol, Kepolisian, media, dan masyarakat dalam penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Bogor. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan 145 responden dari instansi dan masyarakat melalui teknik disproportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner Likert, lalu dianalisis dengan metode Weight Mean Score (WMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar lembaga telah berjalan baik, dengan nilai rata-rata 4,13 (pegawai) dan 3,80 (masyarakat). Dimensi facilitative leadership dan institutional design menunjukkan kinerja terbaik, sedangkan starting condition menjadi aspek terlemah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas awal dan penyusunan SOP kolaboratif yang jelas. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan Collaborative Governance (Ansell & Gash, 2008) secara empiris dalam konteks Pilkada di daerah rawan konflik, serta analisis terstruktur berdasarkan empat dimensi utama. Penelitian ini memberi implikasi pada perlunya sistem kolaborasi berkelanjutan dalam setiap tahapan pemilu untuk menciptakan pemerintahan yang partisipatif, aman, dan akuntabel.

Referensi

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Apriliani, A., Wahyudin, C., Hastuti, A., Ramdani, F. T., Andani, H., & Irli, S. S. (2024). Collaborative Governance dalam Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Pelatihan dan Pendampingan. Qardhul Hasan; Media Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(3), 275–286.

Dewi, S. M., Nabilah, S., Hermawan, D., & Ramdani, F. T. (2024). Implementasi Good Governance dalam Pelayanan Publik di Desa Pandansari. Karimah Tauhid, 3(7), 8237–8246. http://www.samarinda.lan.go.id/jba/index.php/jba/article/view/45%0Ahttp://www.samarinda.lan.go.id/jba/index.php/jba/article/download/45/56

Habibah, E. N. (2021). Collaborative Governance: Konsep & Praktik dalam Pengelolaan Bank Sampah (T. A. Wahyuningtyas, D. O. Putra, & Freepik.com (eds.)). Penerbit Pustaka Rumah Cinta.

Indira Arundinasari. (2022). Kolaborasi Tata Kelola Kampung Pelangi Kota Surabaya. Journal Publicuho, 5(3), 713–721. https://doi.org/10.35817/publicuho.v5i3.14

Katon, B. C., Sulistiowati, R., & Meiliyana. (2022). Identifikasi Starting Condition dalam Praktik Collaborative Governance Mengatasi Mitigasi Konflik Satwa Liar dengan Masyarakat di Sekitar Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan Dan Pelayanan Publik, 4(2), 321–335. https://administrativa.fisip.unila.ac.id/index.php/1/article/view/194

Kurniadi. (2020). Collaborative Governance dalam Penyediaan Infrastruktur (H. Rahmadhani, T. Yuliyanti, & A. Y. Wati (eds.)). Penerbit Deepublish.

Muhammad, F. (2024). Teori Governance: Transparansi, Akuntabilitas dan Pencegahan Korupsi (I. Bisri (ed.); Cetakan 1). Selaras Media Kreasindo.

Nuraini, R., & Nugroho, H. (2022). Collaborative Governance dalam Penyelenggaraan Pemilu di Indonesia: Analisis Konteks Lokal. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(1), 45–60.

Nurhidayat, I. (2023). Prinsip-Prinsip Good Governance Di Indonesia. Journal E-Gov Wiyata : Education and Government, 1(1), 40–52. https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/e-govHalaman40

Ohorella, Z., & Fitriati, R. (2024). Peran Kepemimpinan Fasilitatif Dalam Tata Kelola Kolaboratif Pada Kebijakan Pariwisata Bahari, Studi Wisata Selam Di Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara. COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting, 7(6), 9295–9310.

Qoyimah, D., Wardana, M. R., Susi, N., Nooresa, A. F., Muttaqin, M. I., & Wijaya, S. R. (2023). Collaborative Governance: Model Pengawasan Partisipatif Berbasis Gerakan Perempuan Mengawasi [Collaborative Governance: A Model of Participatory Surveillance Based on The Gerakan Perempuan Mengawasi]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 13(2), 182–202. https://doi.org/10.22212/jp.v13i2.3317

Rahmawati, R., Hernawan, D., Darusman, D., & Sektiono, D. (2019). Kinerja Implementasi Tata Kelola Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sosiohumaniora, 21(3), 305–315. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i3.7328

Ridwanullah, M., Rahmawati, R., & Hernawan, D. (2021). Pemetaan Tata Kelola Pengembangan Pariwisata. Jurnal Governansi, 7(1), 9–18. https://doi.org/10.30997/jgs.v7i1.3106

Sanjaya, S., Rahmawati, R., & Sudarsa, A. S. (2022). Tata Kelola dan Pengembangan Pariwisata Geopark Pongkor Kabupaten Bogor Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat. Administratie Jurnal Administrasi Publik, 5(April), 23–32.

Saputra, A., & Astuti, S. J. W. (2022). Collaborative Governance Dalam Penanganan Pandemi Covid 19 (Study Kasus Di Kelurahan Kandangan). JISP (Jurnal Inovasi Sektor Publik), 2(1), 1–15. https://doi.org/10.38156/jisp.v2i1.113

Setiawan, A., & Handala, H. (2020). Jejaring Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilihan Umum Serentak. Jurnal Academia Praja, 3(2), 322–340.

Sihombing, P. (2020). Demokrasi Lokal dan Tantangan Pilkada Serentak. Jurnal Politik Lokal, 5(2), 103–117.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); Cetakan ke). ALFABETA, cv.

Sukmajati, M., & Farhan, A. (2023). Kualitas Demokrasi dalam Pilkada Serentak: Evaluasi dan Rekomendasi. Pustaka Pemilu.

Teka, S. Si. (2021). Urgensi Desain Collaborative Governance dalam Pemilu dan Pilkada (Studi Kasus Malpraktik Elektoral Tahapan Pencalonan Pemilu DPRD Provinsi NTT dan Pilkada Sabu Raijua). Adhyasta Pemilu, 4(1), 1–27.

Wahyudin, C., Firliandoko, R., Amalia, N., & Zulfa, A. A. (2024). Model Tatakelola Pariwisata Berbasis Kolaboratif dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Governansi, 10(2), 147–164.

Wahyudin, C., Subagdja, O., & Iskandar, A. (2023). Desain Model Collaborative Governance Dalam Penanganan Pengurangan Penggunaan Plastik. Jurnal Governansi, 9(2), 151–162. https://doi.org/10.30997/jgs.v9i2.8004

Yuliati, R., & Aziz, M. (2021). Mitigasi Konflik dan Kolaborasi Antar-Lembaga dalam Penyelenggaraan Pemilu. Jurnal Kebijakan Publik, 12(2), 89–101.

Diterbitkan

2026-04-14

Cara Mengutip

Elfito, F. A., Rahmawati, R., Apriliyani, N. V., Wahyudin, C., Purnamasari, I., Saprudin, … Hernawan, D. (2026). TATA KELOLA KOLABORATIF ANTARA KOMISI PEMILIHAN UMUM, BADAN PENGAWAS PEMILU, DAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK 2024. Jurnal Governansi, 12(1), 1–12. https://doi.org/10.30997/jgs.v12i1.19651

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

> >> 

Artikel Serupa

> >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.